Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 16:48 WIB

Tubuh Manusia Punya 'Alarm Jam' Alami, Tapi Kenapa Kita Masih Telat Bangun?

Author

Ilustrasi terlambat bangun (Unsplash/Riska)

INDOZONE.ID - Kita semua punya jam alarm, bukan cuma yang bunyi di ponsel, tapi juga jam biologis alami yang menempel rapat di tubuh kita. 

Tapi anehnya, meskipun ada “alarm internal” ini, banyak dari kita masih suka telat bangun, ngantuk berat pagi-pagi, dan merasa nggak nyambung sama waktu di luar sana. 

Kenapa ya? Yuk, kita kulik bareng-bareng!

Jam Biologis Kita: Apa Itu?

Tubuh kita punya sistem yang namanya ritme sirkadian semacam jam internal yang ngatur kapan kita tidur, bangun, paling fokus, dan kapan paling ngantuk.

Baca juga: 5 Penyebab AC Honda Brio Kurang Dingin dan Bau Apek yang Harus Kamu Pahami

Salah satu pusat jam ini ada di otak, tepatnya di bagian bernama Suprachiasmatic Nucleus (SCN), yang dapat sinyal dari mata soal terang atau gelap di sekitar kita.

Jadi, saat kita bangun pagi, sebenarnya tubuh kita sudah “dikasih tahu” sama sistem ini untuk bangun. 

Tapi, banyak hal yang bikin kita nggak selaras sama “alarm internal” itu, makanya kadang kita tetap ngantuk atau susah bangun.

Kenapa Kita Tapi Masih Telat Bangun?

1. Jam biologis nggak sinkron dengan jadwal kita

Jam internal kita sebenarnya idealnya nyambung banget sama siklus terang dan gelap serta aktivitas sehari-hari. 

Tapi kalau kita sering begadang, main gadget sampai malam, terus tidur telat, ritme ini bisa mundur atau bergeser.

Baca juga: Tren OOTD Mahasiswa: Gaya Kreatif dan Berani di Kampus

Studi bilang, ritme sirkadian kita nggak persis 24 jam, tapi sekitar 24,3 jam. 

Artinya, kalau tiap hari kamu tidur sedikit lebih larut dari waktu “ideal” misalnya jam 12 malam, lama-lama jam biologismu bakal geser ke belakang. 

Akibatnya, bangun pagi jadi makin susah karena tubuh masih “ngira” waktunya belum pagi.

2. Paparan cahaya yang salah di malam hari

Cahaya terang di malam hari, seperti dari layar HP atau lampu yang terlalu terang, bisa ganggu jam internal kita banget. 

Sinyal terang-gelap ini sebenarnya kunci supaya tubuh tahu kapan waktunya tidur dan bangun.

Baca juga: 7 Tanda Kamu Lagi Pacaran sama Tipe Avoidant, si Ahli Tarik Ulur Emosi

Kalau sinyalnya kacau karena cahaya malam, tubuh jadi “kebingungan” dan menunda sinyal untuk tidur atau bangun. 

Jadi walaupun alarm udah bunyi pagi-pagi, tubuh kita masih mikirnya “ini kan masih malam,” makanya sering terasa ngantuk dan susah bangun.

3. Bentuk chronotype/tipe orang pagi vs malam

Beberapa orang memang secara genetik lebih “malam” alias night owl, sementara yang lain lebih “pagi” atau morning lark. 

Penelitian nunjukin kalau perbedaan chronotype ini ngaruh banget sama kapan kita secara alami paling aktif atau paling ngantuk.

Jadi, kalau kamu tipe yang malam banget tapi dipaksa bangun sesuai jadwal orang yang pagi banget, wajar banget kalau kamu jadi susah bangun atau telat bangun. 

Baca juga: Susah Dekat sama Orang Baru? Kenali Tipe Avoidant Attachment yang Lagi Viral!

Tubuh kamu memang punya ritme yang beda, jadi nggak gampang ngikutin jadwal pagi yang ketat.

4. Kebiasaan dan rutinitas yang nggak konsisten

Kalau kamu tidur dan bangun tiap hari nggak konsisten, alias jamnya berubah-ubah terus, jam internal tubuhmu jadi nggak punya pola yang tetap. 

Akibatnya, sistem “alarm alami” di tubuh kamu jadi bingung dan kacau.

Penelitian juga bilang, tubuh kita butuh yang namanya zeitgeber artinya “penentu waktu,” seperti cahaya, waktu makan, dan aktivitas sehari-hari, supaya ritme sirkadian tetap kuat dan stabil.

Baca juga: Kenapa Banyak Orang Ngerasa ‘Nggak Punya Passion’ di Era Semua Serba Cepat?

Jadi, kalau aktivitas malammu acak-acakan atau nggak teratur, jam internalmu bisa “ngambek,” alias nggak jalan dengan benar, yang bikin kamu susah tidur atau bangun tepat waktu.

5. Faktor situasional: stress, kerja malam, jet lag

Kerja shift malam, sering begadang, atau aktivitas yang nggak teratur bikin jam internal tubuh kita jadi “berubah” atau malah kalah sama tekanan dari luar. 

Jadi pas alarm pagi berbunyi, bagian-bagian tubuh lain masih belum siap untuk “bangun” dan mulai beraktivitas. 

Makanya sering terasa ngantuk berat atau susah bangun meski sudah dikasih “alarm.”

Baca juga: Gak Kaleng-Kaleng! Petugas Satpol PP Tegur Pemotor dengan Bahasa Inggris

Jadi, Kenapa Meski Ada ‘Jam Alarm’, Kita Masih Telat?

Dengan kata lain, alarm internal ada, tapi banyak faktor yang membuat alarm itu nggak berbunyi tepat waktu, atau tubuh nggak mengikuti bunyinya. 

“Aku udah bangun jam 6, alarm HP sudah bunyi, tapi tubuh aku masih ‘mikir’ jam 4 pagi karena tadi malam stay-up nonton Netflix, gadget terang terus, dan makan tengah malam.”

Itu karena jam biologisnya masih “on mode” malam.

Jadi intinya, kita punya alarm alami di dalam tubuh yang seharusnya bantu kita bangun dan semangat di pagi hari. 

Baca juga: Gak Kaleng-Kaleng! Petugas Satpol PP Tegur Pemotor dengan Bahasa Inggris

Tapi kalau gaya hidup kita, cahaya malam, kebiasaan tidur, dan faktor genetik nggak mendukung, ya wajar kalau bangun pagi jadi susah dan sering telat.

Kalau kamu belakangan sering telat bangun, mungkin bukan cuma karena “malas,” tapi jam biologismu lagi nggak sinkron atau berantakan. 

Gimana kalau mulai malam ini coba atur rutinitas tidur yang konsisten, kurangi penggunaan gadget dengan cahaya terang sebelum tidur, dan beri sinyal terang di pagi hari, misalnya dengan buka jendela?

Siapa tahu, alarm alami tubuhmu bisa mulai nyala tepat waktu lagi!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU