INDOZONE.ID - Kasus bullying kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika terjadi di lingkungan sekolah. Namun, yang sering terlupakan adalah, pertanyaan penting kenapa anak melakukan bullying?
Untuk menjawab hal tersebut, kita perlu memahami berbagai penyebab anak menjadi pelaku bullying. Berikut di antaranya.
5 Alasan Anak jadi Pelaku Perundungan
1. Cara Mendidik yang Diterapkan Orangtua
Cara mendidik anak di rumah, berperan besar membentuk karakter mereka. Pola asuh otoriter, misalnya, dapat mengakibatkan anak menjadi agresif.
Studi menunjukkan, faktor penyebab bullying pada anak bisa berakar pada rendahnya empati, akibat didikan yang terlalu keras atau penuh tekanan.
Ketika anak merasa tidak diperbolehkan mengungkapkan emosinya secara sehat, ia bisa melampiaskannya dalam bentuk perundungan.
Baca juga: 5 Cara Bijak Menghadapi Bullying di Tempat Kerja, Jangan Diam Saja!
2. Melampiaskan Luka dari Pengalaman Buruk Sebelumnya
Salah satu alasan kenapa anak jadi pelaku perundungan adalah, karena mereka pernah menjadi korban sebelumnya. Anak yang pernah disakiti tanpa mendapatkan dukungan emosional yang tepat, bisa menyimpan luka batin.
Ketika ada kesempatan, mereka mungkin memilih membalas dendam dengan melakukan hal serupa pada orang lain. Lingkaran ini bisa jadi sulit diputus jika tidak ditangani sejak dini.
3. Kurangnya Kasih Sayang dan Perhatian
Seorang anak yang merasa diabaikan, baik secara emosional maupun sosial, bisa mencari perhatian dengan cara yang ekstrem. Ini menjadi salah satu faktor penyebab bullying pada anak yang sering terjadi tanpa disadari.
Rasa tidak terlihat atau tidak dihargai, bisa mendorong mereka melakukan tindakan agresif untuk menunjukkan eksistensinya.
Baca juga: Tragis! Zhao Lusi Jadi Korban Bully Agensi, Alami Depresi Berat hingga Afasia
4. Dorongan untuk Menjadi Sosok yang Dihormati
Beberapa anak melakukan bullying karena ingin terlihat kuat atau menjadi 'pemimpin' di mata teman-temannya. Mereka menganggap, dominasi itu adalah cara untuk dihormati.
Jadi, ketika ditanya kenapa anak melakukan bullying, salah satu jawabannya adalah karena adanya kebutuhan akan pengakuan sosial meskipun dengan cara yang keliru.
5. Paparan Kekerasan dari Lingkungan Sekitar
Lingkungan yang penuh kekerasan baik di rumah, pergaulan, maupun media massa, secara tidak langsung memupuk perilaku agresif.
Anak yang sering melihat atau mengalami kekerasan, akan menganggap itu sebagai sesuatu yang wajar.
Ketika empatinya menurun, perilaku seperti bullying pun bisa dianggap normal, termasuk sebagai penyebab anak menjadi pelaku bullying.
Alasan anak jadi pelaku perundungan tidak hanya berasal dari faktor internal, tetapi juga dari lingkungan yang membentuknya.
Penting bagi orangtua, guru, dan masyarakat untuk lebih peka dalam membantu tumbuh kembang emosi anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com