INDOZONE.ID - Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif, animator sekaligus influencer Chiki Fawzi membagikan pandangannya soal peran content creator dalam menyuarakan hal-hal bermakna.
Dalam sesi talkshow di acara Indonesia Punya Kamu (IPK) yang kali ini berlangsung di Auditorium G.P.H Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis (13/11/2025), Chiki mengaku bahwa dirinya justru menjadi content creator secara tidak sengaja.
“Awalnya aku gak pernah niat jadi content creator. Aku bikin konten karena resah, karena pengen cerita sesuatu yang mungkin belum banyak orang tahu,” ujar Chiki di UNS, Kamis (13/11/2025).
Baca juga: Rian Fahardhi Bahas Makna Kesuksesan dan Tekanan Jadi Content Creator di IPK 2025
Konten Bukan Sekadar Tren, Tapi Suara dan Nilai
Bagi Chiki, media sosial adalah tempat untuk bercerita, bukan sekedar ikut tren. Ia kerap membuat konten yang berfokus pada isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan kemanusiaan.
Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat ikut berlayar dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Melalui perjalanannya itu, Chiki mendokumentasikan keseharian para aktivis dari berbagai negara yang berjuang menembus blokade Israel.
"Aku bikin konten tentang gimana persiapan kapal, gimana kami menghadapi sabotase, dan bagaimana semua orang dari latar belakang berbeda bisa bersatu demi tujuan kemanusiaan,” jelasnya.
Menurut Chiki, inilah bentuk nyata dari content with purpose, konten yang tidak hanya menghibur, tapi juga membuka mata publik terhadap isu penting.
Menyebarkan Kesadaran Lewat Pop Culture
Menariknya, Chiki juga menggunakan cara kreatif dalam menyuarakan dukungan untuk Palestina.
Lewat brand miliknya, Cikigo, ia menyelipkan pesan tentang kebebasan dan kemanusiaan dalam bentuk karya yang lucu dan penuh warna.
"Aku pengen spreading awareness lewat pop culture. Misalnya lewat desain yang fun, supaya bisa relate ke banyak orang," jelasnya.
Ia terinspirasi dari pemikiran Prof. Abdul Fattah El Waisi dari Hebron, yang menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia punya peran penting dalam membangun culture of Baitul Maqdis, yaitu menyebarkan semangat pembebasan lewat ilmu dan budaya.
Gerakan Kemanusiaan dari Warga Sipil
Chiki juga menjelaskan bahwa Global Sumud Flotilla adalah gerakan sipil yang berusaha melakukan hal-hal yang seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah dunia, membuka jalur kemanusiaan dan menembus blokade Gaza.
Tagline gerakan ini pun kuat: "Breaking the Siege" dan 'When the Government Failed, We Sailed."
Menurut Chiki, gerakan ini adalah bukti bahwa masyarakat sipil bisa punya peran besar dalam perubahan global, selama mereka bergerak dengan tujuan yang jelas.
Baca juga: Dukungan PNM untuk Anak Muda di IPK 2025, Bukti Nyata Misi Pemberdayaan Berkelanjutan
Jadi Diri Sendiri dan Punya Karakter
Menutup sesinya, Chiki menegaskan pentingnya karakter dan keunikan bagi seorang kreator.
"Storytelling itu penting, tapi karakter juga gak kalah penting. Jadi beda itu gak apa-apa. Lebih baik jadi aneh tapi punya ciri, daripada jadi biasa-biasa aja," ujarnya.
Dengan pesan itu, Chiki ingin mendorong anak muda untuk terus berkarya sesuai dengan nilai yang mereka yakini, bukan hanya mengikuti tren yang cepat lewat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan