Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 13:05 WIB

Ini Reaksi Kimia yang Bikin Kamu Nangis Waktu Potong Bawang

Author

Ilustrasi mata perih ketika mengupas bawang (Pexels/Mali maeder)

INDOZONE.ID - Pernah nggak Kamu heran sendiri, cuma lagi potong bawang, tapi tiba-tiba mata berair? 

Sebenarnya, air mata waktu potong bawang itu nggak sembarangan, ada reaksi kimia super menarik yang terjadi di baliknya. 

Yuk, kita bongkar fakta sainsnya!

Reaksi Kimia: Dari Sel Bawang Hingga “Gas Air Mata”

1. Sel bawang pecah dan enzim bertemu senyawa sulfur

Saat Kamu mencincang bawang, sel-selnya pecah. Di dalam sel bawang ada enzim bernama alliinase dan senyawa bernama cysteine sulfoxides. 

Baca juga: 111 Caption tentang Paris dalam Bahasa Inggris, Aesthetic!

Begitu sel pecah, enzim dan senyawa ini bisa bertemu dan bereaksi satu sama lain.

2. Terbentuk asam sulfenik

Reaksi antara alliinase dan cysteine sulfoxides ini menghasilkan asam sulfenik, yaitu senyawa yang cukup tidak stabil dan cepat bereaksi lebih lanjut.

3. Terbentuk gas penyebab air mata: syn-Propanethial-S-oxide

Enzim lain bernama lachrymatory factor synthase mengubah asam sulfenik menjadi gas bernama syn-propanethial-S-oxide. 

Gas ini mudah menguap, jadi naik dari papan potong ke mata Kamu dan bikin mata berair.

4. Gas bertemu air mata membuat mata pedih dan menangis

Di permukaan mata, ada lapisan air. Saat gas syn-propanethial-S-oxide mendarat, ia bereaksi dengan air dan membentuk sedikit asam sulfat yang sangat encer. 

Baca juga: 111 Caption Bahasa Inggris tentang Perpustakaan, Aesthetic!

Asam ini yang membuat mata terasa pedih. Tubuh lalu merespon dengan memproduksi air mata lewat tear reflex untuk membersihkan zat iritan tersebut.

5. Tujuan biologisnya adalah pertahanan bawang

Ternyata, reaksi ini bukan kesalahan bawang, tapi mekanisme pertahanan alami. 

Bawang berevolusi menyimpan senyawa sulfur supaya ketika ada hewan atau manusia yang mencoba merusak selnya, bawang bisa “melawan balik” dengan melepaskan gas iritan.

Kenapa Ada Bawang yang Bikin Nangis Parah, Ada yang Santai Aja?

1. Jenis bawang memengaruhi seberapa pedih

Baca juga: 111 Caption Bahasa Inggris tentang Santai di Taman, Aesthetic!

Bawang kuning, merah, dan putih punya kandungan senyawa sulfur lebih tinggi, sehingga lebih mudah menghasilkan gas penyebab air mata. 

Sedangkan bawang manis atau bawang daun cenderung lebih lembut karena kandungan sulfur-nya lebih rendah.

2. Suhu bawang memengaruhi seberapa banyak gas terbentuk

Kalau bawang dingin, misalnya disimpan di kulkas, reaksi enzimnya berjalan lebih lambat. 

Akibatnya, gas iritan yang terbentuk juga lebih sedikit, sehingga mata lebih jarang terasa pedih saat memotongnya.

Cara Mengurangi Tangisan Waktu Potong Bawang

Biar nggak nangis tiap kali masak, Kamu bisa coba trik ini:

Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Bunga Teratai yang Menyejukkan Hati

  • Dinginkan bawang sebentar di kulkas sebelum dipotong.
  • Gunakan pisau tajam supaya sel bawang pecah lebih rapi dan tidak menghancurkan terlalu banyak sel yang mengandung enzim, sehingga reaksi kimia berkurang.
  • Potong bawang di tempat dengan ventilasi bagus, misalnya dekat jendela, supaya gas iritan nggak langsung nempel di wajah.
  • Pakai kacamata pelindung kalau nggak keberatan terlihat seperti diver saat masak.
  • Beberapa orang juga menyarankan menyalakan kipas agar gas cepat tersapu dan tidak menumpuk di sekitar mata.

Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Bunga Teratai yang Bikin Feed Makin Estetik

Jadi, nangis waktu potong bawang bukan karena Kamu terlalu sensitif, tapi karena bawang sedang “melempar senjata kimia” ke matamu. 

Prosesnya menarik banget dari sudut pandang sains, sel bawang pecah, enzim bereaksi, terbentuk gas iritan, gas ini jadi asam lemah di mata, akhirnya mata terasa pedih dan memicu air mata. 

Semua ini sebenarnya mekanisme pertahanan bawang!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU