INDOZONE.ID - Overthinking sering banget dianggap sebagai kebiasaan buruk. Dikit-dikit dibilang lebay atau kebanyakan mikir.
Padahal, sebenarnya overthinking itu cuma tanda-tanda kalau kamu aktif dan peduli. Masalahnya, kalau kebanyakan mikir, ini yang bikin pusing.
Biasanya, overthinking cuma berputar di dua hal, mengulang-ulang masa lalu yang udah kejadian atau sibuk nebak-nebak masa depan.
Karena pengin merasa aman dan siap, pikiran terus kerja tanpa henti. Sayangnya, makin dipikirkan, malah makin lelah.
Kabar baiknya, overthinking nggak harus dimatikan. Justru, kalau diarahkan dengan benar, ia bisa jadi alat yang membantu kamu lebih paham sama diri sendiri. Yuk, simak cara pintar cara kelola overthinking berikut ini!
Cara Pintar Kelola Overthinking
1. Keluarkan Isi Pikiran, Jangan Disimpan Terus
Siapa sih yang sering banget overthinking karena suatu hal? Mulai sekarang, coba deh cara menarik ini buat menguranginya.
Kalau pikiranmu lagi berputar di situ-situ aja, jangan disimpan semuanya di kepala. Coba tuangkan dalam bentuk tulisan.
Tulis di notes handphone, kertas, atau bahkan chat ke diri sendiri. Nggak perlu rapi atau masuk akal, pokoknya keluarkan isi pikirannya dulu.
Coba tanyakan satu hal sederhana, “Sebenarnya aku lagi mikir apa sih?” atau bisa juga “Hal kecil apa yang bisa aku lakukan sekarang?”
Begitu pikiran udah kelihatan wujudnya, biasanya ia langsung nggak segalak itu. Kamu jadi sadar mana yang penting, mana yang cuma kepikiran doang.
Baca juga: Begadang dan Overthinking, Ini 5 Kebiasaan Gen Z di Malam Hari yang Bisa Bikin Kesehatan Menurun
2. Buat Solusi dari Overthinking
Overthinking paling sering datang dari pertanyaan “Gimana kalau gagal, kecewa, dan sebagainya”. Coba pelan-pelan diganti polanya.
Begitu kepikiran “Gimana kalau gagal?” langsung sambungin dengan solusi kayak “Oke kalau gagal, aku bakal melakukan yang lain.” Agak susah, tapi bakal ngaruh.
Karena dari situ, pikiran berhenti menakut-nakuti dan mulai berpikir soal solusi. Kamu nggak berhenti di rasa takut, tapi jalan terus sampai nemu kemungkinan bertahan.
Lama-lama, pertanyaan ini jadi pengingat, “Oh, ternyata kalaupun kejadian, aku masih bisa melakukan banyak hal. Jadi nggak perlu terlalu khawatir.”
Baca juga: Overthinking Tiap Malam? Coba 4 Trik Ini Biar Tidurmu Nggak Drama Lagi!
3. Pakai Overthinking Buat Antisipasi, Bukan Nyiksa Diri
Overthinking itu baru jadi masalah kalau cuma berputar di ketakutan yang sama. Akan tetapi, kalau arahnya diganti, ia justru berguna.
Contoh gampangnya kayak gini. Kamu lihat awan gelap, kepikiran hujan, jadi sedia payung atau jas hujan biar tetap aman. Kalau ini namanya bukan lebay, tapi persiapan matang.
Coba cek diri sendiri sesekali, “Pikiran ini bikin aku lebih siap, atau cuma bikin aku makin capek?” Kalau nggak menghasilkan apa-apa selain cemas, berarti waktunya berhenti.
Akan tetapi, kalau pikiran itu bisa bikin kamu lebih siap menghadapi sesuatu, itu tandanya overthinking lagi kerja dengan benar.
Itulah 3 cara mengelola overthinking biar nggak makin menyiksa. Overthinking itu bukan musuh, tapi pikiran yang salah arah. Kalau kamu pakai buat mengerti diri sendiri dan siap melangkah, ini bisa jadi kekuatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology Today