INDOZONE.ID - Pikiran manusia punya cara unik untuk membuat kita lelah—bukan karena pekerjaan fisik, melainkan karena terlalu sering memutar ulang skenario dalam kepala.
Mulai dari penyesalan masa lalu sampai kekhawatiran yang bahkan belum tentu terjadi, semua bisa bercampur dan menumpuk jadi beban.
Inilah yang dikenal dengan overthinking, kebiasaan yang diam-diam menggerogoti energi, merampas fokus, dan membuat hidup terasa berat.
Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa menurunkan kualitas hidup, bahkan memicu gangguan mental seperti kecemasan atau depresi.
Baca juga: Fenomena Second‑Hand Stress: Kamu Ikut Stres Karena Mereka Juga Panik
Tapi tidak perlu khawatir, karena pikiran bisa dilatih. Dengan strategi yang tepat, Kamu bisa kembali fokus, lebih ringan, dan lebih damai.
Berikut 11 cara sederhana namun ampuh untuk meredakan overthinking.
Overthinking biasanya muncul otomatis seperti kebiasaan. Maka, cobalah catat hal-hal yang memicu overthinking dan bedakan mana yang bisa Kamu kendalikan serta mana yang tidak.
Uji kebenaran pikiran negatif yang ada di kepalamu : saat isi kepala dipenuhi “kalau begini, pasti buruk,” berhentilah sejenak.
Tanya pada dirimu sendiri “Apa ada bukti nyata?” atau “Kalau teman dekatku berpikir seperti ini, apa yang akan aku katakan padanya?”–Pertanyaan sederhana bisa membantumu lebih objektif dan lembut pada diri sendiri.
Baca juga: Bagaimana Otak Memproses Emosi Negatif vs Positif?
Daripada terus mengulang masalah, buat beberapa pilihan solusi, pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, lalu ambil langkah yang paling masuk akal dan minim resiko buruk.
Overthinker cenderung hidup di “dulu” atau “nanti.” Latih mindfulness dengan panca indera, misalnya menyebutkan lima hal yang bisa Kamu lihat, dengar, atau rasakan saat ini.
Alihkan energimu dengan aktivitas : isi waktu dengan kegiatan yang menuntut fokus, seperti olahraga, menggambar, atau memasak agar pikiran lebih tenang dan berfokus pada kesibukan yang sedang Kamu lakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Socialself.com