INDOZONE.ID - Pernah nggak sih merasa minder, ragu sama diri sendiri, atau justru bangga dengan apa yang sudah Kamu capai?
Semua itu berkaitan dengan self esteem — cara kita menilai dan memandang diri sendiri.
Penilaian ini bisa positif atau negatif, tergantung bagaimana kita memaknai pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup yang kita jalani.
Cara kita melihat diri sendiri nggak muncul begitu saja.
Lingkungan sekitar, hubungan dengan orang lain, dan situasi hidup yang sedang dihadapi ikut membentuknya.
Baca juga: Cara Diet yang Aman untuk Penderita Maag dan Asam Lambung
Komentar orang, pengalaman di sekolah atau tempat kerja, sampai cara kita berbicara pada diri sendiri, semuanya punya pengaruh.
Yang perlu diingat, self esteem itu bisa berubah.
Kadang naik saat kita merasa dihargai, kadang turun ketika sedang lelah secara emosional atau menghadapi tekanan.
Self-esteem punya peran besar dalam membentuk kepercayaan diri, cara kita bersikap, dan keputusan yang kita ambil dalam hidup.
Saat self esteem rendah, seseorang cenderung merasa “aku nggak cukup baik”.
Baca juga: Tau Red Flag, Tapi Tetap Bertahan? Ini Penjelasan Psikologisnya
Perasaan ini bisa memengaruhi banyak hal — mulai dari cara melihat penampilan, kemampuan diri, sampai keberanian untuk mencoba hal baru.
Akibatnya, tantangan hidup terasa lebih berat karena kurangnya rasa percaya diri dan keyakinan pada diri sendiri.
Padahal, seperti hal lain dalam hidup, self esteem juga bisa dilatih dan ditumbuhkan.
Ketika kita mulai menghargai diri sendiri, hidup pun terasa lebih ringan dan seimbang.
Kenapa self esteem sangat penting di masa remaja?
Self esteem mulai terbentuk sejak kecil, terutama dari rasa dicintai dan diterima oleh keluarga.
Namun, saat memasuki masa remaja, segalanya bisa terasa lebih rumit.
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf: Dijual Murah, Takdir Berubah, dan Menjadi Penguasa Mesir
Remaja adalah fase penuh perubahan — tubuh berubah, emosi naik turun, dan tekanan sosial semakin terasa.
Di usia ini, membandingkan diri dengan orang lain sering kali sulit dihindari.
Pendapat teman, standar lingkungan, dan keinginan untuk “diterima” bisa membuat remaja mudah merasa kurang percaya diri.
Belum lagi pengaruh media sosial. Melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di layar seringkali membuat kita lupa bahwa apa yang ditampilkan hanyalah potongan terbaiknya saja.
Ketika rasa berharga diukur dari jumlah like atau komentar, self-esteem bisa menjadi rapuh.
Baca juga: Apa yang Sebenarnya Membuat Seseorang Tertarik Padamu?
Karena itu, membangun self esteem yang sehat di masa remaja sangat penting agar mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri.
Cara sederhana membantu meningkatkan self esteem
Lingkungan terdekat punya peran besar dalam membentuk harga diri remaja.
Hal-hal kecil seperti dihargai, didengarkan, dan didukung bisa memberikan dampak yang besar.
Beberapa sikap sederhana yang bisa membantu:
- Bersikap hormat dan tidak meremehkan
- Memberi apresiasi, sekecil apapun usaha yang dilakukan
- Menunjukkan dukungan dan empati
- Menerima perbedaan tanpa menghakimi
Baca juga: Banyak yang Salah, Ini yang Perlu Dipertimbangkan saat Beli Kompor Tanam
Sebaliknya, kritik yang berlebihan, ejekan, atau membandingkan dengan orang lain justru bisa membuat self esteem semakin menurun.
Remaja juga bisa belajar merawat self-esteem mereka sendiri dengan cara:
- Mengenal diri dan menerima kelebihan serta kekurangan
- Menetapkan target kecil yang realistis dan merayakan progresnya
- Menyadari bahwa setiap orang unik dan tidak harus sama
- Membangun hubungan yang aman dan saling mendukung
Self esteem yang sehat bukan berarti merasa paling hebat, tapi merasa cukup dan berharga apa adanya.
Dari sinilah kepercayaan diri tumbuh, dan remaja bisa melangkah lebih berani menghadapi masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Som360.org