INDOZONE.ID - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans adalah sebuah karya reflektif yang bercerita tentang luka batin, kehilangan, kesepian, dan proses berdamai dengan diri sendiri.
Buku ini tidak disajikan sebagai cerita dengan alur naratif panjang layaknya novel, melainkan lebih sebagai kumpulan tulisan emosional yang dialami Aurelie.
Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, buku Broken Strings menghadirkan potongan perasaan yang sering kali sulit diungkapkan secara langsung.
Baca juga: Waspada Child Grooming, Berikut Karakteristik dan Cara Pendekatan oleh Pelaku
Buku Broken Strings Bercerita tentang Apa?
Secara garis besar, buku Broken Strings bercerita tentang perasaan patah dalam berbagai bentuk.
Patah yang dimaksud tidak selalu soal cinta, tetapi juga tentang harapan, kepercayaan, dan ekspektasi terhadap hidup maupun orang lain.
Beberapa tema utama yang diangkat dalam buku ini antara lain:
1. Luka Batin dan Kesedihan yang Sunyi
Buku ini banyak menggambarkan perasaan terluka yang tidak selalu terlihat dari luar.
Kesedihan dalam buku Broken Strings digambarkan sebagai sesuatu yang diam, tenang, namun terus mengendap di dalam diri.
2. Kehilangan dan Perpisahan
Buku Broken Strings juga bercerita tentang kehilangan, baik kehilangan seseorang, perasaan, maupun versi diri sendiri di masa lalu.
Tidak semua kehilangan disertai penjelasan, dan buku ini menyoroti bagaimana seseorang mencoba menerima hal tersebut.
3. Cinta yang Tidak Utuh
Cinta hadir dalam bentuk yang tidak ideal. Ada cinta yang tidak terbalas, cinta yang berakhir, atau cinta yang justru menyisakan luka.
Buku ini tidak meromantisasi patah hati, tetapi menunjukkan realitas emosinya apa adanya.
4. Proses Bertahan dan Menerima
Di balik rasa sakit, buku Broken Strings juga berbicara tentang bertahan hidup. Tentang bangun setiap hari meski hati belum sepenuhnya pulih.
Tentang belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa diperbaiki, namun tetap bisa dilanjutkan.
Gaya Penulisan yang Menjadi Ciri Khas
Salah satu kekuatan utama dari buku Broken Strings ini terletak pada gaya penulisannya yang singkat, lugas, dan emosional.
Setiap tulisan terasa seperti potongan isi hati, tidak bertele-tele, tetapi langsung menyentuh perasaan pembaca.
Bahasanya sederhana dan mudah dipahami, sehingga buku ini terasa dekat dan relatable, terutama bagi pembaca yang sedang atau pernah berada dalam fase sulit secara emosional.
Buku Ini Cocok untuk Siapa?
Buku Broken Strings cocok dibaca oleh:
- Mereka yang sedang melalui masa sulit atau perasaan tidak baik-baik saja
- Pembaca yang menyukai buku reflektif dan emosional
- Siapa pun yang ingin merasa dipahami lewat kata-kata
- Pembaca yang mencari bacaan ringan namun bermakna
Baca juga: Trauma Child Grooming: Luka Psikologis yang Bisa Terbawa sampai Seumur Hidup
Broken Strings Bisa Dibaca Dimana?
Berikut link baca buku Broken Strings yang beredar luas dan dibagikan melalui google drive resmi Aurelie:
Versi Bahasa Indonesia: Link baca online tersedia dalam format PDF dan dapat diakses melalui tautan https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view
Versi Bahasa Inggris: Selain versi Indonesia, Aurelie juga menyediakan Broken Strings versi bahasa Inggris bagi pembaca internasional melalui tautan https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view
Jadi, bisa disimpulkan bahwa buku Broken Strings bercerita tentang patah, luka, dan proses berdamai dengan perasaan sendiri.
Buku ini tidak menawarkan solusi instan atau nasihat yang menggurui, melainkan menghadirkan teman dalam bentuk kata-kata, yang menemani pembaca saat merasa sendirian.
Dengan pendekatan yang jujur dan emosional, Broken Strings menjadi bacaan yang relevan bagi banyak orang, terutama mereka yang belajar menerima bahwa menjadi rapuh adalah bagian dari menjadi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/aurelie