INDOZONE.ID - Bagi wanita, datangnya haid saat akan berangkat haji atau umroh sering bikin khawatir. Soalnya, beberapa ibadah seperti tawaf, sai, dan wukuf tidak bisa dilakukan saat haid. Hal ini bisa membuat ibadah terasa terganggu.
Tapi tenang, haid bisa ditunda dengan aman agar kamu tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan haji atau umroh bisa lancar tanpa khawatir haid datang di waktu yang salah.
Mengapa Menunda Haid Penting Saat Haji atau Umroh
Menunda haid bukan berarti hal yang wajib, tetapi sangat membantu agar ibadah tetap sempurna. Beberapa alasannya:
1. Melakukan Tawaf dan Sai Tanpa Halangan
Tawaf di Ka’bah dan sai antara Safa dan Marwah hanya bisa dilakukan dalam keadaan suci. Jika haid datang, kamu harus menunggu haid selesai.
2. Fokus Ibadah Tanpa Gangguan
Saat haid, wanita mungkin merasa tidak nyaman karena sakit perut, lelah, atau mood yang berubah. Menunda haid membantu fokus menjalankan ibadah.
3. Perjalanan Lebih Nyaman
Perjalanan haji dan umroh panjang dan melelahkan. Menunda haid membantu wanita tetap nyaman selama perjalanan, tanpa harus berganti-ganti pembalut atau khawatir kebersihan.
Baca juga: Apakah Jamaah Haji Wajib Berkurban? Ini Penjelasannya
Cara Aman Menunda Haid
Berikut beberapa metode yang bisa digunakan, dengan pengawasan dokter untuk keamanan:
1. Konsultasi ke Dokter
Sebaiknya konsultasi ke dokter dilakukan setidaknya 2 bulan sebelum berangkat haji atau umroh. Dokter perlu memeriksa siklus haid kamu untuk menentukan kapan waktu yang tepat memulai obat penunda haid.
Selain itu, dokter akan menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk riwayat penyakit, usia, dan kemungkinan kontraindikasi seperti pembekuan darah atau hipertensi, sebelum meresepkan hormon. Konsultasi ini sangat penting agar proses menunda haid aman.
2. Menggunakan Pil KB Kombinasi
Salah satu cara paling umum adalah dengan menggunakan pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Biasanya, wanita mulai mengonsumsi pil dari awal siklus menstruasi, kemudian terus diminum tanpa jeda selama perjalanan haji atau umroh.
Dengan cara ini, haid bisa ditunda selama beberapa minggu hingga bulan. Penting untuk mengikuti jadwal yang diberikan dokter agar aman dan mengurangi risiko efek samping seperti mual atau perubahan mood.
3. Suntik Hormon
Untuk wanita yang ingin menunda haid lebih lama atau memiliki jadwal haid yang tidak teratur, suntik hormon bisa menjadi pilihan. Suntikan hormon seperti Depo-Provera dapat menunda haid hingga beberapa minggu atau bulan.
Karena durasinya lebih panjang, metode ini cocok untuk perjalanan haji yang panjang atau ketika jadwal haid tidak pasti. Namun, suntik hormon harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, dan setiap wanita sebaiknya mengecek kondisi tubuh sebelum memilih metode ini.
4. Menggunakan IUD Hormon
Pilihan lain untuk menunda haid adalah IUD hormon (intrauterine device atau spiral yang mengandung hormon). Selain berfungsi sebagai kontrasepsi, IUD hormon juga bisa mengurangi jumlah haid atau bahkan menghentikan menstruasi sementara.
Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis profesional, dan sebaiknya direncanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, agar tubuh memiliki waktu menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.
5. Menjaga Pola Makan dan Mengurangi Stres
Walaupun tidak langsung bisa menunda haid, makan makanan sehat dan mengurangi stres bisa membantu menjaga siklus haid tetap teratur. Stres berlebihan atau pola makan yang kurang baik bisa membuat haid datang lebih cepat atau terlambat.
Menjelang haji, cobalah untuk tetap tenang, istirahat cukup, dan makan makanan bergizi supaya tubuh siap menghadapi perjalanan panjang.
6. Istirahat yang Cukup
Saat menunda haid, tubuh sedang menyesuaikan diri dengan perubahan hormon. Karena itu, istirahat yang cukup sangat penting agar tubuh tetap kuat dan tidak mudah lelah.
Kurang tidur bisa membuat tubuh stres, yang justru berisiko memicu gangguan haid atau membuat badan terasa tidak nyaman. Menjelang keberangkatan haji atau umroh, usahakan tidur cukup setiap malam, kurangi begadang, dan luangkan waktu untuk beristirahat di sela-sela aktivitas.
Baca juga: Bolehkah Menitip Doa pada Jemaah Haji? Ini Penjelasan Lengkapnya
Hukum Menunda Haid Saat Haji
Menunda haid dengan obat-obatan saat menjalankan ibadah haji bukan hal baru. Banyak ulama membahas masalah ini, dan ada beberapa pandangan yang bisa dijadikan acuan.
Imam Ahmad rahimahullah menyebutkan bahwa seorang wanita boleh mengonsumsi obat untuk menunda haid selama obat itu tidak membahayakan tubuh. Artinya, jika memang diperlukan, menunda haid diperbolehkan asalkan dilakukan dengan cara yang aman.
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin juga mengatakan hal yang serupa. Menurut beliau, penggunaan obat atau suntikan untuk menunda haid, terutama saat haji, tidak masalah. Tapi, penting untuk melakukannya sesuai anjuran dokter agar aman bagi kesehatan.
Di sisi lain, Syaikh Abu Malik mengingatkan bahwa haid adalah ketetapan Allah bagi wanita. Jadi, wanita tidak perlu memaksakan diri untuk menunda haid. Namun, jika ingin tetap menunda dan obat yang digunakan tidak menimbulkan efek negatif, hal itu juga diperbolehkan.
Intinya, menunda haid boleh dilakukan selama aman bagi tubuh dan dilakukan dengan benar, terutama untuk menjaga kelancaran ibadah haji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bpkh.go.id