INDOZONE.ID - Padel merupakan olahraga raket yang unik karena mengombinasikan elemen-elemen utama dari tenis dan squash.
Berbeda dengan tenis lapangan pada umumnya, Padel dimainkan di lapangan yang lebih kecil, tertutup oleh dinding kaca atau pagar kawat yang menjadi bagian aktif dalam permainan, pemain diperbolehkan memantulkan bola ke dinding tersebut untuk mengembalikan serangan lawan.
Olahraga ini biasanya dimainkan secara ganda (dua lawan dua) menggunakan raket khusus yang tidak memiliki senar dengan permukaan solid yang berlubang.
Karena karakteristik lapangannya yang tertutup dan penggunaan teknik pantulan dinding, Padel dikenal sebagai olahraga yang sangat dinamis, mengandalkan strategi dan kelincahan dibandingkan sekadar kekuatan otot semata.
Baca juga: 10 Outfit Padel yang Stylish, Auto Keren di Lapangan Tanpa Ribet!
Olahraga padel belakangan ini sangat diminati masyarakat urban Indonesia. Di balik popularitasnya, banyak cerita menarik dari para pelakunya yang awalnya tidak menyangka akan menekuni olahraga ini secara rutin.
Salah satunya datang dari pengalaman seorang penggiat padel yang mengaku awal mula terjun ke olahraga ini hanya karena rasa iseng.
Anissya Wardhani, salah satu Member di Padel Blast mengungkapkan, ketertarikannya pada padel bermula saat diajak teman dan melihat berbagai video orang-orang bermain padel di media sosial.
Meski sebelumnya cenderung menghindari olahraga yang menggunakan alat seperti raket, Padel justru memberikan pengalaman berbeda.
Selama ini, aktivitas fisik yang dilakukannya hanya sebatas lari dan pergi ke pusat kebugaran. Namun sejak mencoba Padel pada tahun lalu, ia merasakan dampak positif terhadap kebugaran tubuhnya.
"Padel itu membantu aku jadi lebih sehat. Kalau aku punya hashtag judulnya #PadelBiarWaras," ujarnya saat dihubungi INDOZONE, Selasa (20/1/2026).
Cerita Salah Satu Member tentang Komunitas Padel Blast
Salah satu wadah yang mempertemukan para pencinta olahraga ini adalah Padel Blast, sebuah komunitas reclub yang terbentuk secara organik sejak pertengahan tahun lalu.
Komunitas ini berawal dari pertemanan di lapangan dan rutin menggelar main bareng (mabar) setiap hari Sabtu dan Minggu.
Meskipun bersifat komunitas, intensitas permainan yang ditawarkan cukup tinggi. Di sini, main bareng bukan hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi benar-benar mencari keringat.
Padel Blast juga sering digawangi oleh pemain yang sudah berpengalaman di turnamen, seperti Poppa.
Menariknya, komunitas ini disebut-sebut dicetuskan oleh salah satu aktris sinetron ternama di Indonesia, meski sosoknya tidak diekspos secara luas.
"Cuman nggak bisa disebutin siapa. Tapi dia salah satu aktris pemain sinetron," ujar Anissya.
Baca juga: 7 Manfaat Main Padel untuk Kesehatan dan Koneksi Sosial, Olahraga Seru yang Lagi Naik Daun
Mengapa Padel Sangat Populer?
Soal daya tarik padel, ia menilai olahraga ini unggul karena mudah dimainkan namun menantang untuk dikuasai.
Ada ungkapan yang kerap didengar di kalangan pemain padel, yakni "padel is easy to play but hard to master."
Secara dasar, siapa pun bisa mempelajarinya hanya dengan beberapa kali sesi pelatihan. Namun, untuk mencapai level mahir dibutuhkan konsistensi dan teknik yang matang.
"Tapi memang untuk menjadi jagonya itu susah. Jadi memang dia olahraga yang social, fun, tapi ya mudah juga gitu," jelasnya.
Tips Bagi Pemula: Mulailah dari Coaching
Bagi kamu yang baru ingin mencoba, sangat disarankan untuk mengambil sesi coaching terlebih dahulu sebanyak 2-3 kali sebelum terjun langsung mabar dengan orang lain.
"Mungkin coba coaching dulu. Kalau memang tertarik, coaching dulu 2-3 kali sebelum terjun dan main bareng dengan orang lain," ungkap Anissya.
Selain untuk memahami teknik dasar, hal ini penting untuk menghindari sisi "toxic" di lapangan, seperti tekanan dari pemain lain yang terlalu mementingkan gengsi.
Dengan dasar yang kuat, niat awal untuk sehat tidak akan terganggu oleh rasa sakit hati akibat lingkungan yang kurang suportif.
Baca juga: 10 Outfit Padel yang Stylish, Auto Keren di Lapangan Tanpa Ribet!
Selain itu, ia menekankan bahwa mahalnya perlengkapan tidak menjamin keahlian seseorang. Pemilihan raket, sepatu, dan pakaian sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan pribadi, bukan semata gengsi.
Sebagai olahraga yang memadukan strategi dan kelincahan, Padel telah berhasil menciptakan ekosistem baru yang organik melalui komunitas-komunitas yang suportif.
Popularitasnya yang terus menanjak menjadi sinyal bahwa Padel akan menjadi bagian tetap dari gaya hidup sehat masyarakat modern di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara