INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu dengar teman bilang, “Dia baik banget sih, tapi bikin aku boring!” Atau mungkin kamu sendiri pernah ngerasain hal serupa?
Ternyata, banyak orang nggak terlalu tertarik sama pasangan yang terlihat “too perfect”: hangat, nyaman, stabil, dan selalu bisa diandalkan. Malah, sebagian orang sering lebih kecantol sama sosok yang penuh tantangan, unpredictable, atau full of drama.
Kenapa bisa begitu? Nah, di artikel ini kita bakal ngulik sisi psikologi hubungan untuk ngerti kenapa sebagian orang justru lebih tertarik sama pasangan yang menantang, padahal pasangan yang baik hati bisa bikin hubungan lebih sehat, nyaman, dan stabil.
Pasangan Baik tapi Boring, Maksudnya Gimana sih?
Pertama-tama, mari kita jelasin dulu apa yang dimaksud dengan “pasangan baik tapi boring”. Biasanya ini merujuk ke pasangan yang:
- Sopan dan penuh perhatian
- Selalu bisa diandalkan
- Stabil secara emosional
- Jarang drama
- Komitmen-oriented
Meskipun terdengar ideal banget, beberapa orang justru merasa hubungan seperti ini kurang “sensasi” atau terasa nggak seru, terutama di fase awal percintaan. Ada yang merasa hubungan jadi kurang spicy atau kurang ada dinamika yang menghibur secara emosional.
Baca juga: Pasangan Tiba-Tiba Diam? Ini Cara Mengatasinya dengan Dewasa dan Sehat
Menguak Psikologi Ketertarikan pada Tantangan
1. Sensasi, Ketidakpastian, dan Dopamin
Menurut psikologi hubungan, manusia nggak cuma nyari kenyamanan, kita juga sering mencari novelty dan excitement dalam hubungan romantis. Beberapa studi menunjukkan bahwa unsur ketidakpastian dan tantangan bisa memicu sensasi emosional kuat yang sering disalahartikan sebagai ketertarikan romantis.
Fenomena ini mirip kayak kita jadi lebih tertarik ketika ada drama, misteri, atau kesulitan dalam hubungan semacam dorongan emosional yang bikin hubungan terasa seru dan “menggigit”.
Secara biologis, ini juga berkaitan dengan sistem hadiah di otak. Ketika sesuatu nggak pasti, otak bereaksi lebih intens sehingga hubungan terasa menegangkan tapi bikin penasaran. Nah, ini salah satu alasan kenapa hubungan yang penuh ups and downs atau tantangan sering dikaitkan dengan gairah dan ketertarikan tinggi.
2. Daya Tarik Sosial dan Sifat yang “Menonjol”
Kalau kamu perhatiin di budaya populer, banyak banget cerita cinta yang menampilkan “bad boy/girl” atau karakter yang menentang aturan. Ternyata, ini nggak cuma fantasi film, lho. Di kehidupan nyata, sifat seperti kepercayaan diri yang tinggi, sikap bebas, dan berani ambil risiko sering dianggap menarik. Orang-orang dengan sifat ini kerap punya aura atau kepribadian yang kuat yang bikin mereka lebih “memikat”.
Sebaliknya, sosok yang ramah, tulus, dan stabil, meskipun sangat baik, kadang dianggap “itu aja, itu terus”, sehingga kurang memberi ketegangan emosional yang dicari sebagian orang, terutama di awal-awal hubungan.
3. Ekspektasi dan Attachment Style
Beberapa teori psikologi juga menjelaskan kalau ketertarikan pada hubungan yang penuh tantangan sering terkait dengan attachment style seseorang, yaitu pola bagaimana kita membangun hubungan berdasarkan pengalaman masa kecil atau sejarah emosional sebelumnya (meskipun ini nggak sesederhana cuma “pilihan”).
Misalnya, orang yang terbiasa dengan ketidakpastian atau dinamika emosional tinggi mungkin jadi lebih “tertarik pada drama” karena itu terasa familiar bagi mereka, meskipun sebenarnya tidak selalu sehat untuk hubungan jangka panjang.
Good Guy vs. The “Challenging Partner”
Lalu, kalau pasangan baik hati itu stabil, kenapa tetap terasa boring bagi beberapa orang?
1. Stabil: Aman, tapi Kurang Adrenalin
Pasangan yang penuh perhatian dan aman secara emosional itu penting banget untuk hubungan jangka panjang. Tapi di tahap awal percintaan, banyak orang justru butuh ketegangan romantis supaya mereka merasa “dikejar” atau “ditantang”. Kalau semuanya terasa mudah dan terlalu nyaman, otak bisa menilai hubungan itu sebagai sesuatu yang terlalu predictable atau kurang menantang. Akhirnya, gairah dan ketertarikan emosional pun bisa menurun.
2. Ekspektasi Budaya dan Romantisisme
Budaya populer, lewat film, novel, atau musik, sering menggambarkan romansa sebagai sesuatu yang penuh drama, twist, atau pasangan yang “berbeda dunia”. Ketika kita tumbuh melihat narasi cinta seperti ini, banyak orang secara nggak sadar mencari pola yang sama dalam hubungan nyata mereka. Padahal, hubungan yang penuh drama sering kali jauh dari ideal dalam kehidupan nyata, tapi tetap terasa menarik karena terbiasa dengan sensasi emosional itu.
3. Bukan Boring: Hanya Kurang The Spark di Fase Awal
Kadang, ketika orang bilang pasangan itu “boring”, sebenarnya bukan berarti pasangan tidak menarik, tapi lebih karena batasan stimulasi emosional di tahap awal. Pasangan yang baik biasanya menawarkan keamanan, kenyamanan, dan konsistensi yang memang terasa kurang “berenergi” saat fase infatuation alias jatuh cinta di tahap pertama. Tapi ini tidak berarti mereka nggak punya kualitas untuk membangun hubungan jangka panjang yang sehat dan memuaskan.
Apakah Ketertarikan pada Tantangan Baik atau Buruk?
Keuntungan dari Hubungan yang Stabil
- Konsistensi membangun kepercayaan jangka panjang
- Dukungan emosional yang kuat membuat kamu merasa aman dan didengar
- Lingkungan yang sehat untuk tumbuh bersama memungkinkan kedua pihak berkembang
- Mengurangi konflik toxic jangka panjang sehingga hubungan lebih harmonis
Pasangan yang baik hati, stabil, dan suportif secara emosional sering menjadi faktor utama dalam hubungan yang tahan lama dan memuaskan secara psikologis.
Risiko Ketertarikan pada Pasangan “Tantangan”
Namun, hubungan yang penuh tantangan sering datang dengan:
- Drama emosional berlebihan
- Ketidakpastian yang membuat hubungan tidak sehat
- Dinamika cinta-benci yang berulang
- Risiko pola hubungan toxic
Studi psikologi hubungan menunjukkan bahwa ketidakpastian dan konflik yang terus-menerus justru menurunkan rasa aman dalam hubungan, yang bisa merusak kualitas hubungan seiring waktu, meskipun awalnya terasa seru.
Baca juga: Pasangan Dry Text Terus? Ini 6 Cara Sederhana Agar Chat Balik Mesra
Tips buat Kamu yang Punya Pasangan Baik tapi “Kurang Tantangan”
Kalau kamu lagi ngerasa hubunganmu aman tapi agak datar, tenang! Ada cara sehat buat menghidupkan spark tanpa harus cari drama:
- Bangun pengalaman baru bersama
Lakukan hal-hal yang belum pernah dicoba bareng, misalnya traveling, hobi baru, atau ikut kelas bersama. Ini bisa bikin hubungan lebih berwarna tanpa menimbulkan konflik. - Komunikasi terbuka soal kebutuhan emosional
Ngobrolin apa yang bikin kamu merasa “hidup” dalam hubungan, lalu cari solusinya bareng pasangan. - Self-growth juga penting
Gairah nggak selalu datang dari pasangan. Kadang kamu perlu tumbuh secara personal supaya hubungan jadi lebih menarik dan seimbang.
Jadi, kalau kamu pernah mikir, “Kenapa aku lebih tertarik ke pasangan yang penuh tantangan dibanding yang baik tapi boring?”, itu wajar banget secara psikologis. Otak kita memang suka hal yang penuh sensasi, ketidakpastian, dan thrill, sementara pasangan yang stabil biasanya lebih bikin tenang daripada heart-racing.
Tapi penting banget diingat bahwa hubungan yang sehat bukan soal drama atau tantangan yang nggak sehat, melainkan keseimbangan antara kenyamanan, komunikasi, dan pertumbuhan bersama. Justru pasangan yang baik tapi nggak boring, karena kalian berdua bisa tumbuh bareng, sering kali menjadi hubungan yang lebih memuaskan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com, PubMed