INDOZONE.ID - Fenomena love bombing semakin marak terjadi, baik menimpa perempuan maupun laki-laki.
Love bombing adalah bentuk manipulasi emosional di mana seseorang memberikan perhatian, pujian, dan janji berlebihan di awal hubungan dengan tujuan mengendalikan korban secara psikologis maupun finansial.
Detektif swasta Indonesia, Detektif Jubun, yang kerap menangani kasus penipuan berkedok asmara, membagikan sejumlah tips penting agar masyarakat lebih waspada.
Berikut ini tipsnya, seperti yang diungkap detektif Jubun kepada Indozone.
Baca juga: Apa Itu Love Bombing? Ini Tanda-tandanya Menurut Psikolog
1. Waspadai Intensitas yang Berlebihan di Awal
Salah satu ciri utama love bombing adalah segala sesuatu terasa terlalu cepat. Baru berkenalan, tetapi sudah menyatakan cinta, ingin menikah, atau mengaku tidak bisa hidup tanpa Anda.
Menurut Detektif Jubun, hubungan yang sehat membutuhkan waktu untuk tumbuh, bukan dipaksakan dengan emosi yang meledak-ledak sejak awal.
2. Verifikasi Identitas Pasangan
Jangan ragu untuk mengecek identitas orang yang mendekati Anda, terutama jika perkenalan terjadi secara online.
Periksa kesesuaian foto, pekerjaan, latar belakang keluarga, hingga cerita hidupnya. Jika banyak cerita berubah-ubah atau sulit diverifikasi, itu patut dicurigai.
3. Jangan Pernah Mengirim Uang atau Data Pribadi
Detektif Jubun menegaskan: jangan pernah mengirim uang, data pribadi, PIN, OTP, atau memberikan akses ke rekening dan dompet digital, apa pun alasannya.
Baca juga: 10 Tips Terhindar dari Jebakan Love Bombing: Manisnya Cuma di Awal!
Pelaku love bombing sering memanfaatkan rasa kasihan atau kedekatan emosional untuk melakukan penipuan finansial.
4. Dengarkan Intuisi Anda
Intuisi sering kali menjadi alarm pertama. Jika sebuah hubungan terasa “terlalu indah untuk menjadi nyata”, kemungkinan besar memang ada sesuatu yang disembunyikan.
Jangan abaikan perasaan tidak nyaman hanya karena takut kehilangan seseorang yang baru dikenal.
5. Diskusikan dengan Pihak Netral
Cobalah menceritakan hubungan tersebut kepada teman, keluarga, atau pihak netral.
Cinta yang sehat tidak alergi terhadap pertanyaan dan klarifikasi. Justru pelaku manipulasi biasanya marah atau defensif ketika hubungannya dipertanyakan.
Jubn juga menyebutkan bila hubungan yang baik harus dibangun dengan keterbukaan, kejujuran, dan rasa aman, bukan dengan misteri dan rahasia yang berlebihan.
Baca juga: Sering Dianggap Tanda Sayang, Love Bombing Ternyata Justru Dapat Hadirkan Bahaya
"Jangan mudah percaya pada sosok yang terlalu sempurna tetapi sulit dijelaskan latar belakangnya. Kewaspadaan adalah bentuk perlindungan diri, bukan sikap negatif terhadap cinta."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara