Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 08:15 WIB

'Tes Wartegg' adalah: Tujuan, Contoh, dan Tips Lulus Rekrutmen

Author

Tes Wartegg Adalah: Tujuan, Contoh, dan Tips Lulus Rekrutmen (Jobstreet.com)

INDOZON.ID - Dalam dunia rekrutmen, kamu mungkin diminta menggambar di 8 kotak yang berisi coretan garis, atau titik sederhana.

Inilah yang disebut Tes Wartegg, tes psikologi untuk menilai calon karyawan secara tidak langsung.

Tes ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tapi cukup populer, terutama untuk posisi yang menuntut kreativitas, ketelitian, dan cara berpikir cepat.

Tes ini membantu perusahaan menilai karakter dan sikap peserta sebelum wawancara.

Secara sederhana, Tes Wartegg terdiri dari beberapa kotak kosong dengan titik, garis, atau coretan awal. Tugas peserta adalah mengisi kotak sesuai imajinasi, dan tes ini bisa menunjukkan banyak hal tentang kepribadian.

Artikel ini akan membahas panduan lengkap tentang Tes Wartegg, mulai dari apa tes ini, tujuan, contoh gambar, hingga tips agar sukses melewati tes.

Dengan begitu, kamu bisa lebih percaya diri menghadapi rekrutmen.

Apa Itu Tes Wartegg?

Tes Wartegg adalah salah satu tes psikologi yang digunakan untuk mengetahui kepribadian, kreativitas, dan cara berpikir seseorang.

Tes ini biasanya diberikan saat proses rekrutmen kerja atau seleksi tertentu.

Tes tersebut berbentuk kotak-kotak kosong (biasanya 8 kotak) yang memiliki tanda awal berupa titik, garis, atau bentuk sederhana.

Peserta diminta untuk mengisi atau melengkapi kotak-kotak tersebut sesuai imajinasi mereka.

Baca juga: 5 Point Penting Membuat CV untuk yang Belum Punya Pengalaman Kerja

Sejarah Tes Wartegg

Tes Wartegg dibuat oleh Ehrig Wartegg, psikolog asal Jerman-Austria, pada tahun 1926-an. Tes ini dirancang untuk melihat kepribadian dan cara berpikir seseorang lewat gambar sederhana.

Peserta mengisi kotak kosong sesuai imajinasi mereka, dan dari situ karakter mereka bisa terlihat.

Seiring waktu, tes ini menjadi populer, terutama untuk seleksi kerja dan rekrutmen karyawan. Tes ini unik, karena tidak ada jawaban benar atau salah.

Yang dinilai adalah kreativitas, ketelitian, cara berpikir, dan bagaimana peserta mengekspresikan diri dalam gambar.

Tujuan Tes Wartegg

Tujuan utama Tes Wartegg adalah, untuk mengetahui kepribadian peserta secara visual dan kreatif. Beberapa hal yang dinilai antara lain:

1. Kreativitas dan Imajinasi

Peserta diharapkan dapat menunjukkan ide-ide kreatif mereka. Misalnya, kotak dengan titik bisa dijadikan bunga, matahari, atau objek lain sesuai imajinasi peserta.

Semakin kreatif dan unik, biasanya akan terlihat kemampuan berpikir out-of-the-box.

2. Sikap dan Emosi

Cara peserta menggambar juga bisa menunjukkan kepribadian mereka. Misalnya, gambar yang rapi menandakan ketelitian dan disiplin.

Sementara garis yang asal-asalan, bisa menandakan kurang fokus atau emosional.

3. Kemampuan Adaptasi dan Problem Solving

Tes ini juga menilai kemampuan peserta menyesuaikan diri dengan instruksi yang terbatas. Peserta dituntut untuk berpikir cepat, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas dalam waktu tertentu.

4. Kesesuaian dengan Posisi 

Perusahaan juga menggunakan tes ini sebagai alat skrining awal. Hasil tes bisa membantu HR menentukan apakah calon karyawan cocok dengan posisi yang dilamar, atau budaya perusahaan.

Profil Kepribadian Tes Wartegg

Berdasarkan artikel dari Seminar ASEAN 2nd Psychology & Humanity, tes ini membantu mengenali karakter atau kepribadian seseorang.

1. Imajinasi

Mengukur kreativitas dan cara berpikir. Terdapat dua tipe, yakni Creative (imajinasi yang berorientasi pada benda hidup/dinamis, misalnya gambar matahari).

Lalu, combining (imajinasi yang berdasarkan realitas dan fungsi praktis, misalnya kotak berubah rumah). 

2. Aktivitas

Menilai bagaimana seseorang mengarahkan energinya. Ini mencakup Dinamis (aktif, berani mengambil risiko, dan antusias), serta Controlled (terencana, tenang, konsisten, dan berpikir sebelum bertindak).

3. Emosi

Mengidentifikasi perasaan dan hubungan sosial. Terbagi menjadi ekstrovert (mudah bergaul, ceria dan terbuka), serta sensitive (peka terhadap perasaan, namun cenderung lebih tertutup atau introvert).

4. Intelektual

Melihat pola pikir logis. Aspek ini membedakan antara Speculative (mengutamakan teori dan gambaran besar), dengan Practical (berpikir konkret, detail, dan fokus pada fakta di lapangan).

Baca juga: Surat Referensi Kerja: Pengertian, Perbedaan dengan Paklaring, dan Contohnya

Cara Mengerjakan Tes Wartegg

ilustrasi Tes Wartegg (Jobstreet.com)

Tes Wartegg mungkin terlihat sederhana, karena hanya kotak kosong dengan tanda awal. Tapi sebenarnya, ada strategi supaya hasilnya maksimal. Berikut cara mengerjakannya:

1. Perhatikan Tanda di Setiap Kotak

Setiap kotak biasanya memiliki titik, garis, atau bentuk sederhana. Sebelum mulai menggambar, lihat dulu tanda awalnya. Pikirkan ide apa yang bisa dikembangkan dari tanda tersebut.

Kotak A

Kotak A memiliki titik kecil di tengah, yang melambangkan perasaan dan reaksi kamu terhadap lingkungan sekitar.

Kamu bebas mengembangkan titik ini menjadi gambar apa pun. Misalnya, bisa membuat lampu gantung kecil, atau benda sederhana lain yang menunjukkan perhatianmu terhadap lingkungan.

Kotak B

Kotak B berisi simbol tilde (~). Simbol ini menunjukkan cara kamu beradaptasi dan mengekspresikan diri.

Kamu bisa membuat gambar kreatif dari simbol ini, misalnya menggambar ekor kucing atau awan melengkung, untuk menampilkan sisi imajinatif dan ekspresifmu.

Kotak C

Kotak C menampilkan tiga garis vertikal dengan panjang berbeda, dari pendek hingga tinggi. Kotak ini mencerminkan semangat untuk berkembang dan mencapai tujuan.

Kamu bisa mengubah garis-garis itu menjadi menara buku, tangga, atau tanaman yang tumbuh, yang menunjukkan keinginanmu untuk terus maju dan berkembang.

Kotak D

Kotak D memiliki kotak kecil hitam di sudut kanan atas, yang melambangkan tantangan atau kesulitan.

Kamu bisa melanjutkan kotak itu menjadi gambar yang menunjukkan cara menghadapi kesulitan, misalnya membuat gedung dengan jendela gelap atau rumah di tebing, sebagai simbol ketekunan menghadapi masalah.

Kotak E

Kotak E berisi dua garis membentuk huruf T yang terpisah, berada di sudut kiri bawah. Simbol ini menantang untuk dikembangkan.

Kalau berhasil membuat gambar kreatif, artinya kamu bisa menunjukkan inisiatif dalam menyelesaikan masalah. Contohnya, kamu bisa membuat balon dengan tali panjang dari garis T ini.

Kotak F

Kotak F menampilkan dua garis, satu vertikal dan satu horizontal. Kotak ini menilai cara berpikir dan kemampuan menganalisis masalah.

Kamu bisa mengubah garis-garis itu menjadi pintu atau rak dengan laci-laci, untuk menunjukkan keteraturan dan kemampuan berpikir sistematis.

Kotak G

Kotak G berisi titik-titik kecil melengkung membentuk setengah lingkaran. Setelah digambar, kotak ini bisa menunjukkan sensitivitas, kepedulian, keterbukaan, dan kedewasaan.

Contohnya, titik-titik bisa dikembangkan menjadi roda gigi atau potongan kue untuk menampilkan detail dan kepedulian terhadap hal-hal kecil.

Kotak H

Kotak H memiliki lengkungan besar di tengah. Kotak ini menunjukkan cara seseorang mencari perlindungan atau rasa aman dalam lingkungan sosial.

Kamu bisa menggambarnya menjadi topi, tenda, atau payung besar, yang menandakan perlindungan dan kesiapan menghadapi dunia sosial.

Contoh Jawaban Tes Wartegg

Tes Wartegg biasanya terdiri dari 8 kotak kosong dengan tanda awal berupa titik, garis, atau bentuk sederhana. Peserta diminta untuk mengisi kotak tersebut dengan gambar sesuai interpretasi mereka.

Contoh sederhana:

ilustrasI Contoh Jawaban Tes Wartegg (Research Gate)

ilustrasI Contoh Jawaban Tes Wartegg (Research Gate)

ilustrasI Contoh Jawaban Tes Wartegg (Spectrum Library)

Sistem Penilaian Tes Wartegg

Tes Wartegg memang tidak memiliki jawaban “benar” atau “salah”, tapi tetap ada cara menilai kepribadian peserta.

Salah satu metodenya adalah, dengan melihat kombinasi kotak tertentu, karena tiap pasangan kotak bisa mengungkap sisi berbeda dari karakter seseorang.

Kotak A dan H – Gambaran Diri Sendiri

Kotak pertama dan terakhir sering digunakan untuk menilai pandangan peserta terhadap dirinya sendiri.

Dari kombinasi ini, bisa terlihat apakah seseorang cenderung membawa pengalaman atau masalah pribadi dalam kesehariannya, serta bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.

Kotak B dan G – Sifat dan Cara Bersosialisasi

Kotak B dan G biasanya menunjukkan karakter peserta, termasuk sisi positif dan negatifnya.

Analisis dari kombinasi ini membantu memahami cara peserta berinteraksi dengan orang lain, bagaimana mereka bereaksi terhadap situasi sosial, dan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan atau opini secara umum.

Kotak C dan E – Semangat dan Ambisi

Kotak C dan E menilai motivasi dan dorongan peserta untuk mencapai tujuan.

Melalui kombinasi ini, dapat terlihat seberapa besar semangat, ketekunan, dan ambisi yang dimiliki peserta untuk menyelesaikan tugas, atau meraih pencapaian dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Kotak D dan F – Cara Menghadapi Masalah

Kotak D dan F menunjukkan sikap peserta saat menghadapi tantangan atau kesulitan.

Dari sini, bisa dianalisis strategi, ketenangan, dan kreativitas peserta dalam menyelesaikan masalah. Hal ini penting bagi perusahaan, untuk menilai apakah calon karyawan siap menghadapi tekanan atau situasi sulit di tempat kerja.

Tips Lulus Tes Wartegg

Agar bisa tampil maksimal saat menghadapi Tes Wartegg, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Pahami Simbol di Setiap Kotak

Sebelum menggambar, perhatikan simbol atau tanda awal di setiap kotak (titik, garis, atau bentuk sederhana). Simbol ini jadi dasar ide gambarmu, jadi jangan langsung asal menggambar.

2. Jaga Kebersihan Kertas

Hindari terlalu banyak menghapus. Kertas yang kotor atau penuh bekas hapusan menunjukkan kamu orang yang ragu-ragu atau pencemas.

3. Kembangkan Ide dengan Kreatif

Tes ini menilai imajinasi dan kreativitas, jadi bebas membuat gambar unik dan menarik. Contohnya, titik di kotak bisa dijadikan matahari, lampu, atau bunga. Jangan takut bereksperimen, tapi tetap logis. 

4. Manajemen Waktu

Selesaikan semua kotak dalam waktu yang ditentukan. Jangan terlalu lama di satu kotak dan jangan terburu-buru, supaya semua kotak selesai dengan baik.

5. Latihan Sebelumnya

Kalau bisa, latihan di rumah dengan kotak kosong. Coba isi beberapa kotak dengan ide berbeda agar terbiasa dan percaya diri saat tes asli.

Baca juga: Referensi Adalah: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Cara Menulisnya

Dengan memahami tujuan, contoh, proses, dan tips lulusnya, kamu bisa lebih percaya diri menghadapi tes wartegg.

Ingat, yang paling dinilai adalah kreativitas, sikap, dan cara berpikirmu, bukan seberapa bagus gambar yang kamu buat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dealls.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU