INDOZONE.ID - Stereotip selama ini bilang ganja bikin otak lemot dan nggak karuan.
Tapi studi pencitraan otak terbaru justru nemuin hal sebaliknya: ada kemungkinan hubungan antara konsumsi ganja dan otak yang lebih awet muda, terutama buat lansia.
Basically, yang selama ini dianggep bikin bodoh, mungkin sebenarnya... preserve?
Peneliti dari University of Colorado, Emory University, dan Georgia Tech nge-scan otak lebih dari 25.000 partisipan UK Biobank usia 44-81 tahun.
Hasilnya? Orang yang pernah pakai ganja setidaknya sekali seumur hidup punya pola konektivitas otak yang beda banget dari proses penuaan normal.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Valentine yang Manis, Romantis, dan Bikin Hati Hangat
Bahkan, pola itu almost looked inverted—kebalikan dari yang biasanya keliatan pas otak menua.
Koneksi Otak Lebih Kuat, Nilai Tes Lebih Tinggi
Tim peneliti fokus ke functional network connectivity—gimana bagian otak saling ngobrol.
Penuaan biasanya ngelemiin komunikasi di dalam cerebellum dan antara subcortical regions sama cerebellum.
Nah, area ini kebetulan penuh sama reseptor cannabinoid. Pada pengguna ganja, koneksi yang sama justru lebih kuat.
Hubungan statistiknya negatif kuat, artinya dua hal ini (penuaan vs efek ganja) geraknya berlawanan arah.
Baca juga: Gak Perlu Overhaul Hidup, 3 Tindakan Kecil Ini Bisa Bikin Hidup Lebih Bermakna
Nggak cuma di peta otak abstrak. Pengguna ganja juga performanya lebih baik di enam dari sembilan tes kognitif, termasuk ukuran memori, penalaran, fungsi eksekutif, dan fluid intelligence.
Keunggulan ini konsisten dari usia 40-an akhir sampai di atas 66 tahun.
Tapi Jangan Keburu Beli Ganja Dulu
Sebelum lo ngaku-ngaku lebih muda mental dari orang lain cuma karena burnout, inget ini: studinya masih preprint, belum peer-reviewed.
Jadi jangan dipegang teguh banget. Ini juga studi cross-sectional, artinya nggak bisa buktiin kalau ganja nyebabin efek-efek ini.
Bisa aja orang dengan otak yang lebih sehat secara alami lebih mungkin bereksperimen sama ganja.
Plus, ukuran pemakaian ganja di studi ini terlalu lebar. Cuma nanya "Pernah pakai ganja?" itu painting with too broad a brush.
Baca juga: Kisah Kesetiaan Seorang Suami, Tetap Rawat Makam Istri yang Teah Wafat Enam Bulan Lalu
Tim riset lain mungkin perlu nanya yang lebih spesifik: seberapa sering? seberapa baru? Biar datanya lebih berguna.
Jadi intinya: menarik, tapi masih butuh riset lanjutan. Buat sekarang, jangan jadikan ini alasan buat light up.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com