Laylatul Qadr di Berbagai Negara: Ragam Tradisi Unik Muslim Dunia Menyambut Malam Penuh Kemuliaan
INDOZONE.ID - Laylatul Qadr dikenal sebagai salah satu malam paling mulia dalam Islam. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini hadir di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Banyak ulama meyakini malam tersebut jatuh pada malam ke-27, sehingga umat Muslim di berbagai negara berlomba memperbanyak ibadah.
Meski tujuan utamanya sama — mendekatkan diri kepada Allah — cara masyarakat di berbagai negara menyambut Laylatul Qadr ternyata sangat beragam, mulai dari masjid yang penuh hingga subuh, tradisi keluarga, sampai ritual unik di tepi pantai.
Berikut beberapa tradisi menarik dari berbagai negara.
Baca juga: Bukan Sekedar Tinggal di Masjid: Makna, Cara, dan Manfaat Itikaf di Masjid
Mesir: Masjid Dipenuhi Jamaah hingga Fajar
Di Mesir, suasana religius mulai terasa sejak sepuluh malam terakhir Ramadan. Masjid-masjid dipersiapkan secara khusus untuk menampung ribuan jamaah yang datang beribadah.
Pada malam ke-27 Ramadan, masyarakat biasanya menghabiskan waktu dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berzikir hingga subuh.
Selain itu, sering diadakan acara penghargaan bagi ulama dan qori terbaik dalam kompetisi Al-Qur’an tingkat internasional. Bahkan pemerintah biasanya ikut memperingatinya melalui sambutan resmi kepada masyarakat.
Baca juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Jadwal Lengkap Tanggal Masehi dan Panduannya
Arab Saudi: Ibadah Sepanjang Malam
Di Arab Saudi, masjid menjadi pusat aktivitas spiritual selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
Pada malam yang diyakini sebagai Laylatul Qadr, banyak Muslim memilih menghabiskan waktu sepanjang malam untuk shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdoa hingga fajar menyingsing.
Libya: Sajian Khusus yang Hanya Ada di Malam Ini
Masyarakat Libya punya tradisi kuliner khusus untuk menyambut Laylatul Qadr. Mereka biasanya menyajikan makanan tradisional seperti bazine atau couscous.
Baca juga: Berapa Hak Amil Zakat dari Dana Zakat? Simak Aturan dan Dalilnya
Di wilayah pedesaan, bazine lebih sering disajikan, sementara masyarakat perkotaan cenderung memilih couscous.
Hidangan ini menjadi bagian dari kebersamaan yang menyertai ibadah di malam istimewa tersebut.
Maroko: Anak-anak Dirayakan dengan Pakaian Tradisional
Di Maroko, Laylatul Qadr juga identik dengan tradisi keluarga. Rumah dan masjid dipenuhi aroma dupa yang harum, menciptakan suasana spiritual yang khas.
Banyak keluarga juga mengunjungi makam kerabat sambil membawa kurma dan buah ara kering.
Menariknya, malam ini sering menjadi momen spesial bagi anak-anak yang mencoba berpuasa untuk pertama kalinya.
Mereka dirayakan dengan mengenakan pakaian tradisional, dihiasi henna di tangan, bahkan diajak berfoto sebagai kenangan.
Baca juga: Aksi Heroik Tiga Perempuan Pedagang Kebab Tahan Tenda Saat Angin Kencang
Selain itu, masyarakat juga menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Aljazair: Tradisi Unik di Tepi Laut
Di beberapa wilayah Aljazair, masyarakat berkumpul di pantai selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
Mereka menyalakan lilin warna-warni yang menghiasi garis pantai.
Sebagian perempuan kemudian memadamkan lilin tersebut dengan air laut sambil memanjatkan doa dan harapan, seperti memohon kesehatan, jodoh, atau keturunan.
Tunisia: Momen Penting bagi Keluarga
Di Tunisia, Laylatul Qadr sering dimanfaatkan sebagai momen penting dalam kehidupan keluarga.
Pasangan yang bertunangan biasanya saling memberi hadiah atau membeli perhiasan emas sebagai simbol keseriusan menuju pernikahan.
Baca juga: Istilah Operasi Matematika dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Simbolnya
Selain itu, sebagian keluarga memilih malam ini untuk melaksanakan khitanan anak. Anak-anak yang baru dikhitan kemudian mengenakan pakaian tradisional dan topi khas yang diisi uang sebagai simbol kebahagiaan.
Tak jarang keluarga yang mampu juga membantu biaya khitanan anak dari keluarga kurang mampu.
Mauritania: Dupa untuk Mengusir Energi Negatif
Di Mauritania, masyarakat memiliki kebiasaan menyalakan dupa saat Laylatul Qadr. Tradisi ini dipercaya dapat mengusir energi negatif sekaligus menciptakan suasana yang lebih tenang dan sakral.
Beberapa keluarga juga melakukan ritual tradisional yang diyakini dapat melindungi anak-anak dari gangguan makhluk halus.
Baca juga: 10 Tips Maksimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Bulan Ramadan
Sudan: Ibadah Bersama Keluarga di Masjid
Di Sudan, Laylatul Qadr menjadi waktu yang sangat berarti bagi keluarga. Banyak orang tua mengajak anak-anak mereka menghabiskan malam di masjid.
Selain shalat dan membaca Al-Qur’an, sebagian masyarakat juga membagikan buku-buku keislaman atau mengadakan kegiatan dakwah hingga menjelang subuh.
Turki: Ribuan Orang Memenuhi Masjid Bersejarah
Di Turki, umat Muslim saling bertukar ucapan selamat ketika Laylatul Qadr tiba. Salah satu lokasi yang paling ramai adalah Masjid Süleymaniye di Istanbul.
Ribuan orang berkumpul di masjid bersejarah tersebut untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti ceramah agama, dan melaksanakan berbagai ibadah hingga larut malam.
Baca juga: 7 Amalan saat Haid di Bulan Ramadhan, Tetap Bisa Ibadah Meski Nggak Puasa
Iran: Malam Doa dan Tangisan Tobat
Di Iran, Laylatul Qadr dirayakan dengan suasana yang sangat khusyuk. Masjid-masjid dipenuhi orang yang berdoa dan memohon ampunan dengan penuh haru.
Banyak orang menghabiskan malam dengan doa dan tangisan penyesalan hingga pagi hari. Pemerintah bahkan memberikan kelonggaran jam kerja pada keesokan harinya agar masyarakat dapat beristirahat setelah beribadah sepanjang malam.
India: Persiapan Layaknya Hari Raya
Di India, umat Muslim sering menyambut malam ke-27 Ramadan dengan persiapan khusus. Banyak yang mengenakan pakaian baru seperti saat hari raya.
Malam tersebut diisi dengan shalat dan membaca Al-Qur’an. Keesokan paginya, sebagian masyarakat mengunjungi makam keluarga untuk memanjatkan doa bagi para leluhur.
Baca juga: Aksi Bangunin Sahur Pakai Lagu MBG di Depan SPPG Viral, Netizen: Ini Niat atau Nekat?
Thailand: Menanti Tanda-Tanda Alam
Sebagian Muslim di Thailand percaya bahwa Laylatul Qadr dapat dikenali melalui tanda-tanda alam tertentu.
Jika seseorang menyaksikan tanda tersebut dan memanjatkan doa dengan penuh keyakinan, dipercaya doanya akan segera dikabulkan.
Malam ini juga sering menjadi momen bagi banyak orang untuk menyelesaikan khatam Al-Qur’an selama Ramadan.
Malam yang Menyatukan Umat Muslim Dunia
Walaupun setiap negara memiliki tradisi yang berbeda, esensi Laylatul Qadr tetap sama: malam penuh harapan, doa, dan kedekatan spiritual dengan Allah.
Baca juga: Mengenali Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadr, Malam Paling Mulia dalam Islam
Di berbagai penjuru dunia, umat Muslim memanfaatkan malam istimewa ini untuk beribadah, memohon ampunan, serta berharap mendapatkan keberkahan dari malam yang disebut lebih mulia dari seribu bulan.
Sumber artikel : Daily News Egypt
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dailynewsegypt.com