Jumat, 20 MARET 2026 • 10:10 WIB

Apa Itu Grey Divorce? Arti, Penyebab, dan Dampaknya bagi Keluarga

Author

Apa Itu Grey Divorce? Arti, Penyebab, dan Dampaknya bagi Keluarga (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernikahan memang biasanya identik dengan cerita cinta yang panjang. Tapi ternyata, perceraian nggak cuma terjadi pada pasangan muda. 

Sekarang, banyak juga pasangan yang sudah berusia 50 tahun ke atas memutuskan untuk berpisah. Fenomena ini disebut grey divorce.

Grey divorce ini terjadi pada pasangan yang sudah lama menikah, bahkan puluhan tahun, tapi memutuskan berpisah karena berbagai alasan.

Bisa karena anak sudah dewasa, masalah komunikasi, atau cuma ingin menjalani hidup dengan cara berbeda.

Kalau penasaran apa itu grey divorce, apa penyebabnya, dan bagaimana dampaknya bagi keluarga, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Grey Divorce?

Grey divorce adalah, istilah yang digunakan untuk menggambarkan perceraian pada pasangan yang berusia sekitar 50 tahun ke atas.

Kata grey sendiri merujuk pada warna rambut yang mulai memutih atau beruban, yang identik dengan usia yang lebih tua.

Biasanya, pasangan yang mengalami grey divorce telah menikah cukup lama, bahkan bisa mencapai 20 hingga 30 tahun atau lebih.

Namun, setelah anak-anak dewasa atau karena perubahan dalam kehidupan, mereka memutuskan untuk mengakhiri pernikahan.

Fenomena ini menunjukkan, masalah dalam hubungan bisa terjadi pada usia berapa pun, termasuk pada pasangan yang sudah lama hidup bersama.

Baca juga: 5 Alasan Gen Z Gak Mau Buru-buru Menikah yang Ternyata Bikin Kagum

Penyebab Grey Divorce

Ada beberapa faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya grey divorce. Berikut beberapa di antaranya.

1. Anak Sudah Dewasa dan Mandiri

Banyak pasangan memilih bertahan dalam pernikahan demi anak-anak. Namun, setelah anak-anak tumbuh dewasa dan hidup mandiri, pasangan mulai merasa tidak lagi memiliki alasan kuat untuk tetap bersama jika hubungan sudah tidak harmonis.

2. Perubahan Prioritas Hidup

Salah satu pihak mungkin ingin tetap aktif bepergian, sementara pihak lain lebih suka beristirahat di rumah. Ketidakselarasan gaya hidup di masa tua ini, sering menjadi pemicu keretakan hidup yang tidak lagi sejalan dengan pasangannya.

3. Konflik yang Lama Terpendam

Masalah yang tidak pernah benar-benar diselesaikan selama bertahun-tahun, bisa menumpuk dan akhirnya memicu perceraian.

Setelah sekian lama bertahan, beberapa pasangan merasa tidak lagi mampu melanjutkan hubungan tersebut.

4. Masalah Komunikasi

Kurangnya komunikasi yang baik dalam hubungan, dapat membuat pasangan merasa semakin jauh satu sama lain.

Ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, konflik kecil pun bisa menjadi lebih besar.

5. Ingin Menikmati Masa Tua dengan Cara Berbeda

Beberapa orang merasa ingin menjalani masa tua dengan lebih bebas dan sesuai dengan keinginan mereka. Hal ini terkadang membuat mereka memilih berpisah dari pasangan.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Daftar Tes Kesehatan Sebelum Menikah di Tahun 2026

Dampak Grey Divorce bagi Keluarga

Perceraian pada usia lanjut tentu dapat membawa dampak bagi keluarga. Berikut ini beberapa dampak yang mungkin terjadi:

1. Dampak Emosional bagi Pasangan

Perceraian pada usia lanjut bisa menimbulkan perasaan sedih, kesepian, atau kehilangan. Setelah bertahun-tahun hidup bersama, perubahan ini tentu tidak mudah bagi kedua pihak.

2. Hubungan dengan Anak

Meskipun anak-anak biasanya sudah dewasa, perceraian orang tua tetap dapat memengaruhi hubungan keluarga. Anak mungkin merasa sedih atau bingung dengan keputusan tersebut.

3. Perubahan Kondisi Keuangan

Perceraian di usia tua sering kali lebih rumit secara ekonomi. Pembagian aset yang sudah terkumpul selama puluhan tahun, dana pensiun, hingga biaya perawatan kesehatan masa tua harus dibagi dua, yang sering kali menurunkan standar hidup kedua belah pihak.

4. Penyesuaian Hidup Baru

Setelah bercerai, masing-masing pihak perlu menyesuaikan diri dengan kehidupan baru. Mulai dari tempat tinggal, rutinitas harian, hingga kehidupan sosial yang berbeda dari sebelumnya.

5. Perubahan Tradisi Keluarga

Momen-momen seperti hari raya, pernikahan cucu, atau liburan keluarga menjadi canggung karena adanya pembagian waktu atau ketidakhadiran salah satu pihak dalam satu ruangan.

Baca juga: Cara Resmi Mengurus Surat Cerai di Pengadilan Agama dan Negeri

Grey divorce menunjukkan, perceraian bukan hanya terjadi pada pasangan muda, tapi juga bisa dialami oleh pasangan berusia lanjut.

Penting bagi pasangan dan keluarga untuk tetap menjaga komunikasi, empati, dan dukungan agar proses ini berjalan lebih sehat secara emosional dan finansial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nutrimax.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU