Ilustrasi tes kesehatan pranikah. (freepik.com) (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernikahan itu bukan cuma soal undangan keren, dekorasi yang aesthetic, atau hashtag Instagram yang unik. Yang nggak kalah penting adalah kesiapan kesehatan kamu dan pasangan sebelum memulai hidup baru bareng. Sekarang, banyak pasangan yang sadar kalau sebelum nikah, penting banget buat cek kondisi tubuh dulu. Jadi, bukan cuma cerita cinta yang lancar, tapi juga cerita kesehatan yang aman, apalagi kalau kalian punya rencana punya anak nanti.
Buat kamu yang rencananya mau nikah di 2026, ini dia daftar tes kesehatan sebelum nikah yang wajib kamu tahu, biar bisa menikah dengan tenang, siap, dan tanpa khawatir ada risiko kesehatan tersembunyi.
Baca juga: Kenali Risiko Penyakit Sedari Dini, Ini 5 Tes Kesehatan yang Perlu Kamu Tahu
Sebelum kita masuk ke daftar tesnya, penting dulu ngerti kenapa sih kita perlu melakukan semuanya ini. Pre-marital health screening itu bukan karena curiga atau gimana, tapi lebih ke beberapa hal penting:
Jadi, intinya makin lengkap kamu tahu kondisi kesehatan kamu dan pasangan, makin siap kalian menyongsong masa depan bareng tanpa takut ada hal tersembunyi.
Sebelum masuk ke tes lanjutan, yang paling dasar adalah tes golongan darah dan rhesus (Rh). Ini bukan hal sepele karena kompatibilitas darah bisa berpengaruh ketika kamu dan pasangan nanti hamil. Contohnya, kondisi Rh incompatibility bisa bikin komplikasi serius bagi janin kalau Rh ibu dan ayahnya berbeda.
Jadi, tahu golongan darah masing-masing itu penting banget buat pencegahan sejak dini.
Ini salah satu bagian yang paling sering direkomendasikan dalam premarital check-up internasional, yaitu:
Kenapa ini penting? Sebagian penyakit ini bisa tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, jika ingin punya anak atau hidup bersama, penanganan dini akan sangat berpengaruh buat kesehatan jangka panjang kamu berdua.
Kalau kamu atau pasangan punya riwayat keluarga dengan penyakit tertentu—misalnya thalassemia, sickle cell anemia, cystic fibrosis, atau gangguan genetik lainnya—premarital genetic screening bisa sangat membantu. Tes ini bisa memberikan gambaran risiko anak kalian kelak terkena penyakit genetik yang diturunkan.
Jenis tes yang dianjurkan bisa berbeda-beda, tergantung latar belakang etnis dan riwayat keluarga. Makanya, konsultasi dengan dokter atau genetic counselor sangat disarankan supaya kamu benar-benar memahami risiko yang ada dan opsi yang bisa diambil.
Walaupun kamu dan pasangan mungkin belum berencana langsung punya anak, tes kesuburan bisa jadi langkah pencegahan penting buat masa depan. Beberapa pasangan baru tahu kalau mereka punya isu kesuburan setelah menikah, yang bisa menimbulkan tekanan mental.
Tes ini bisa mencakup:
Hasilnya bisa jadi bahan diskusi supaya kalian bisa plan ahead, apakah perlu intervensi medis atau perubahan gaya hidup sebelum memiliki anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.com, Who.int