Senin, 30 MARET 2026 • 18:00 WIB

Benarkah Italia Mengizinkan Karyawan Cuti untuk Merawat Hewan Peliharaan yang Sakit? Ini Faktanya

Author

Ilustarsi hewan peliharaan anjing memakai masker. (people.com)

INDOZONE.ID - Belakangan ini beredar kabar di media sosial yang menyebut bahwa Italia mengizinkan karyawan mengambil cuti ketika hewan peliharaan mereka sakit.
Informasi ini menarik perhatian banyak orang, terutama para pecinta hewan. Banyak yang mengira kebijakan tersebut merupakan aturan resmi pemerintah.

Namun, apakah kabar tersebut benar adanya? Faktanya, kabar tersebut berasal dari sebuah putusan pengadilan di Italia, bukan undang-undang nasional yang berlaku untuk semua pekerja, dan kerap disalahartikan sebagai aturan umum.

Berawal dari Putusan Pengadilan di Roma

Kasus ini terjadi pada 2017, ketika seorang karyawan di Universitas La Sapienza di Roma mengambil cuti selama dua hari untuk merawat anjingnya yang sakit dan harus dibawa ke dokter hewan.

Awalnya, pihak tempat kerja tidak mengakui cuti tersebut sebagai alasan yang sah. Namun, setelah kasus itu dibawa ke pengadilan, hakim memutuskan bahwa cuti tersebut dapat dianggap sebagai alasan pribadi yang serius, sehingga harus dihitung sebagai cuti yang sah dan tetap dibayar.

Putusan ini juga mempertimbangkan aturan perlindungan hewan di Italia yang menyatakan bahwa pemilik memiliki tanggung jawab hukum untuk merawat hewan peliharaannya. Menelantarkan hewan hingga menderita bahkan bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum.

Baca juga: Rayakan Hari Kucing Sedunia, Kucingku Ajak Karyawan dan Komunitas Peduli Kucing Jalanan

Kewajiban Hukum Merawat Hewan

Salah satu pertimbangan dalam putusan tersebut adalah hukum perlindungan hewan di Italia. Dalam aturan tersebut, pemilik hewan memiliki tanggung jawab untuk merawat hewan peliharaannya dengan baik.

Bahkan, menelantarkan hewan hingga menderita dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum. Karena itu, merawat hewan yang sakit dipandang sebagai bentuk tanggung jawab pemilik terhadap hewan peliharaannya.

Bukan Aturan Nasional

Meski putusan pengadilan tersebut menarik perhatian publik, penting dipahami bahwa Italia tidak memiliki undang-undang nasional yang secara khusus mengatur cuti untuk merawat hewan peliharaan.

Dengan kata lain, kebijakan seperti ini tidak otomatis berlaku bagi seluruh pekerja di Italia. Penerapannya masih bergantung pada kebijakan perusahaan atau situasi hukum tertentu.

Mengenal Istilah “Pawternity Leave”

Ilustrasi hewan peliharaan (SHEKNOWS)

Isu ini juga sering dikaitkan dengan konsep “pawternity leave”, yaitu cuti yang diberikan kepada karyawan untuk merawat hewan peliharaan.

Secara umum, pawternity leave adalah waktu libur yang diberikan kepada pekerja ketika mereka mengadopsi hewan peliharaan baru, merawat hewan yang sakit, atau bahkan berduka ketika hewan peliharaan meninggal.

Konsep ini tergolong relatif baru dalam dunia kerja dan biasanya bukan aturan pemerintah, melainkan kebijakan tambahan dari perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Beberapa perusahaan bahkan memberi waktu khusus bagi karyawan untuk menyesuaikan diri dengan hewan peliharaan baru, misalnya beberapa hari hingga satu minggu setelah adopsi.

Kebijakan tersebut muncul karena semakin banyak orang yang menganggap hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga dan membutuhkan waktu untuk merawat serta beradaptasi dengan mereka.

Baca juga: Cat Lovers Wajib Tahu! Ini Mitos Populer tentang Sifat Kucing Berdasarkan Warna Bulu

Tren Kebijakan Kerja Ramah Hewan

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan di berbagai negara mulai menerapkan kebijakan ramah hewan, termasuk pawternity leave. Selain cuti khusus, ada juga perusahaan yang menyediakan fasilitas seperti hari membawa hewan ke kantor atau dukungan asuransi hewan peliharaan.

Bagi perusahaan, kebijakan seperti ini dinilai dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan, terutama di kalangan generasi muda yang banyak memelihara hewan peliharaan.

Meski demikian, kabar tentang cuti untuk merawat hewan peliharaan di Italia perlu dipahami dalam konteks yang tepat. Keputusan tersebut berasal dari kasus hukum tertentu, bukan aturan yang berlaku bagi seluruh pekerja.

Namun, munculnya istilah pawternity leave di berbagai negara menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap kesejahteraan hewan peliharaan serta hubungan emosional antara manusia dan hewan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Theweek.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU