INDOZONE.ID - Langit yang awalnya cerah bisa tiba-tiba berubah menjadi gelap ketika awan mendung mulai datang. Awan yang biasanya putih perlahan berubah menjadi abu-abu bahkan tampak hitam, sehingga suasana terasa lebih suram.
Secara ilmiah, perubahan warna ini bukan karena awan mengandung zat pewarna hitam atau polusi, melainkan akibat interaksi antara cahaya dari Matahari dan ketebalan awan itu sendiri.
Lalu, apakah awan benar-benar berwarna hitam atau hanya terlihat gelap karena kurangnya cahaya? Untuk memahaminya, kita perlu melihat penjelasannya dari sudut pandang sains.
Apa Itu Awan?
Awan adalah kumpulan titik-titik air kecil atau kristal es yang melayang di udara (atmosfer bumi). Awan terbentuk dari uap air yang berubah menjadi butiran air melalui proses kondensasi.
Proses terbentuknya awan:
- Air dari laut, sungai, dan danau menguap karena panas dari Matahari
- Uap air naik ke udara
- Di tempat yang lebih tinggi, suhu lebih dingin
- Uap air berubah menjadi butiran air kecil
- Butiran ini berkumpul dan membentuk awan
Baca juga: Stoikiometri dalam Ilmu Kimia: Pengertian dan Hukum-hukum Dasarnya
Kenapa Awan Terlihat Putih?
Awan terlihat putih karena cahaya dari Matahari mengenai kumpulan butiran air kecil di dalam awan, lalu cahaya tersebut tersebar ke segala arah. Cahaya matahari sebenarnya terdiri dari berbagai warna, dan ketika semua warna itu dipantulkan secara merata oleh butiran air, mata kita melihatnya sebagai warna putih.
Kenapa Awan Mendung Terlihat Hitam?
Fenomena perubahan warna awan dari putih bersih menjadi gelap atau hitam sebenarnya adalah hasil dari permainan cahaya dan ketebalan awan itu sendiri. Berikut ini penjelasan ilmiah yang mendasarinya:
1. Hamburan Cahaya (Mie Scattering)
Awan terdiri dari tetesan air kecil atau kristal es. Pada awan yang tipis, cahaya matahari masuk dan dihamburkan ke segala arah secara merata oleh tetesan air tersebut. Karena semua warna dalam spektrum cahaya dihamburkan secara bersamaan, mata kita melihatnya sebagai warna putih.
2. Ketebalan dan Kepadatan Awan
Saat awan bersiap untuk menurunkan hujan, tetesan air di dalamnya akan bergabung menjadi butiran yang lebih besar dan jumlahnya semakin banyak. Hal ini membuat awan menjadi sangat tebal dan padat.
3. Cahaya Diserap dan Tersebar
Cahaya yang masuk ke awan sebagian diserap dan sebagian lagi dipantulkan ke arah lain. Hanya sedikit cahaya yang sampai ke mata kita, sehingga awan terlihat abu-abu tua hingga hitam.
4. Banyak Mengandung Air
Awan hujan seperti awan cumulonimbus mengandung sangat banyak butiran air yang berkumpul dengan rapat di dalamnya. Ketika butiran air di dalam awan semakin besar dan berat, mereka akan jatuh ke bumi sebagai hujan.
Baca juga: Senyawa Adalah: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya dalam Kimia
Jenis Awan yang Biasanya Gelap
Beberapa jenis awan yang sering terlihat gelap biasanya adalah awan yang mengandung banyak air dan berhubungan dengan hujan. Berikut ini penjelasannya:
1. Cumulonimbus
Awan cumulonimbus adalah jenis awan yang paling sering terlihat sangat gelap, bahkan hampir hitam. Awan ini berbentuk besar, tinggi menjulang ke atas, dan biasanya terlihat seperti gunung atau menara di langit.
Awan ini biasanya menyebabkan:
- Hujan lebat dalam waktu singkat
- Petir dan kilat
- Angin kencang
- Badai
2. Nimbostratus
Awan nimbostratus berbeda dengan cumulonimbus. Awan ini tidak terlalu tinggi menjulang, tetapi menyebar luas menutupi langit seperti selimut tebal.
Awan ini biasanya menyebabkan:
- Hujan ringan hingga sedang
- Turun dalam waktu yang lama (bisa berjam-jam)
- Kadang disertai gerimis terus-menerus
Baca juga: Fenomena Alam Langka, Awan Pelangi Terekam Hiasi Langit Aceh Tengah
Itulah penjelasan kenapa awan mendung terlihat hitam, yaitu karena awan yang sangat tebal dan penuh air membuat cahaya dari Matahari sulit menembus sehingga terlihat gelap di mata kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earthscience.stackexchange.com