Jumat, 03 APRIL 2026 • 14:05 WIB

Obat Pelangsing Bukan Solusi Cepat: Berat Badan Bisa Kembali dalam Waktu Singkat

Author

Ilustrasi mengatasi obesitas dengan obat pelangsing. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sarah Le Brocq telah hidup dengan obesitas hampir sepanjang masa dewasanya. Ia sudah mencoba berbagai diet. Tapi berat badan selalu kembali lagi. 

Setelah mengonsumsi obat pelangsing selama lebih dari dua tahun, ia berhasil menurunkan hampir 51 kilogram.

"Tiba-tiba saya tidak terus memikirkan makanan. Saya punya lebih banyak energi, melakukan hal-hal yang dulu tak bisa saya lakukan. Ini seperti memberi saya kebebasan baru dalam hidup," kata Sarah kepada BBC Inside Health.

Jutaan orang kini mengakses obat seperti semaglutide dan tirzepatide (Ozempic dan Mounjaro). David Cummings, profesor kedokteran di University of Washington, menyebutnya sebagai "obat ajaib" yang paling mendekati. 

Baca juga: Kapan Bayi Perlu Vaksin Campak? Simak Jadwal dan Efek Sampingnya

Namun para akademisi lain memperingatkan bahwa kita berisiko kehilangan fokus pada perlunya perubahan perilaku, terutama karena berat badan cenderung cepat kembali saat orang berhenti minum obat.

Cara Kerja dan Efektivitasnya

Obat pelangsing bekerja dengan menekan nafsu makan. Obat ini meniru hormon yang memberi tahu tubuh saat kenyang. 

Seseorang yang mengonsumsi obat ini biasanya mulai menurunkan berat badan dalam beberapa minggu pertama. Tingkat keberhasilannya mencapai 14-20 persen penurunan berat badan dalam 72 minggu.

Tapi sekitar 10-15 persen orang kehilangan sangat sedikit berat badan (disebut non-responder).

Baca juga: Jangan Dipencet! Ini Cara Aman Mengobati Bisul agar Cepat Sembuh

Jika Berhenti, Berat Badan Akan Kembali

Banyak orang berhenti minum obat setelah sekitar satu tahun karena biaya, asuransi berhenti menanggung, atau karena mereka tidak ingin minum obat dalam jangka waktu lama.

Saat mereka berhenti, berat badan mereka cenderung melonjak kembali. 

Sebuah studi menemukan bahwa kenaikan berat badan terjadi hingga empat kali lebih cepat setelah menghentikan obat pelangsing dibandingkan dengan seseorang yang mengakhiri program penurunan berat badan yang fokus pada perubahan perilaku.

Baca juga: Rahasia Piliha Waktu Olahraga yang Paling “Ngena” Buat Tubuh Kamu

Studi lain menemukan bahwa mereka yang minum obat pelangsing mengalami kenaikan 1,5 kg delapan minggu setelah berhenti minum obat. 

Penelitian baru juga menemukan bahwa orang yang berhenti minum obat pelangsing mendapatkan kembali sekitar 60 persen berat badan yang hilang setahun kemudian.

Perubahan Gaya Hidup Tetap Kunci

Para ahli baru-baru ini memperingatkan dalam tinjauan ilmiah bahwa kurangnya dukungan perilaku dan gaya hidup bagi mereka yang mengonsumsi obat pelangsing dapat membuat individu rentan terhadap kekurangan gizi.

"Kita perlu memastikan orang mendapatkan cukup protein serta semua vitamin dan mineral yang mereka butuhkan. Kita tidak ingin memiliki konsekuensi tidak terduga jangka panjang, seperti kerapuhan dan kehilangan otot," kata Marie Spreckley, ilmuwan gizi dan perilaku di Cambridge University.

Baca juga: Tanda Tubuh Gak Cocok dengan KB Suntik 1 Bulan, Begini Efek Sampingnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pengobatan saja tidak akan "membalikkan tantangan obesitas". 

Intervensi dini, skrining, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat juga diperlukan.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Efek samping obat ini meliputi masalah pencernaan, peningkatan risiko pankreatitis dan batu empedu, serta kehilangan otot—terutama di antara individu yang tidak berolahraga. 

Sebuah studi baru-baru ini juga menemukan hubungan dengan kondisi tulang dan sendi.

Baca juga: 7 Cara Mencabut Gigi Goyang Sendiri Tanpa Sakit, Aman Dilakukan di Rumah!

Namun, mengingat hasil kesehatan negatif bagi mereka yang hidup dengan obesitas, para ahli berpendapat efek samping itu tidak sebanding, terutama bagi individu dengan berbagai kondisi terkait berat badan.

Manfaat Tambahan di Luar Penurunan Berat Badan

Dalam sebuah studi besar yang melibatkan dua juta orang, obat ini dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, lebih sedikit infeksi, risiko penyalahgunaan obat yang lebih rendah, dan insiden demensia yang lebih rendah. Obat ini juga terbukti memperbaiki sleep apnea, radang sendi, dan penyalahgunaan zat.

Apa yang Akan Datang?

Obat baru bernama retatrutide telah menunjukkan harapan dalam uji coba baru-baru ini, dengan bukti awal menunjukkan penurunan berat badan hampir 29 persen setelah 68 minggu. Lanskap untuk obat pelangsing terus berkembang pesat.

Baca juga: Apa Itu Covid Cicada? Ini Gejalanya dan Cara Pencegahannya yang Wajib Diketahui!

Tujuan utama kita, kata para ahli, seharusnya mengubah lingkungan makanan untuk menawarkan pilihan yang lebih baik dan memengaruhi kebijakan pemerintah sehingga generasi berikutnya tidak memerlukan obat-obatan ini sama sekali.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU