Ilustrasi olahraga yang hits (freepik).
INDOZONE.ID - Banyak orang masih terjebak dalam perdebatan klasik: lebih efektif olahraga pagi atau malam? Sebagian merasa lebih “hidup” setelah berkeringat di pagi hari, sementara yang lain justru mencapai performa terbaik saat malam tiba. Keduanya sama-sama punya keunggulan, tapi ternyata jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu.
Tubuh manusia bekerja berdasarkan ritme sirkadian, yaitu sistem internal yang mengatur suhu tubuh, hormon, hingga tingkat energi sepanjang hari. Inilah yang membuat kita kadang lebih fokus di waktu tertentu dan lelah di waktu lain.
Menariknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa kekuatan, kecepatan, dan reaksi tubuh cenderung mencapai puncak di sore hingga malam hari. Hal ini terjadi karena suhu tubuh lebih tinggi dan sistem saraf berada dalam kondisi paling siap.
Meski begitu, tubuh juga fleksibel. Kalau kamu terbiasa olahraga pagi, performamu akan ikut menyesuaikan. Jadi, bukan soal jamnya, tetapi kebiasaanmu.
Baca juga: Bukan Cuma Biar Sehat! Ini Alasan Anak Wajib Rutin Olahraga
Faktanya, tidak ada satu waktu yang benar-benar ideal untuk semua orang. Setiap waktu punya fungsi berbeda.
Pagi hari lebih cocok untuk latihan ringan seperti pilates, stretching, atau kardio santai. Tujuannya untuk “membangunkan” tubuh secara perlahan, bukan langsung latihan berat.
Sebaliknya, sore atau malam hari menjadi momen terbaik untuk latihan intens seperti angkat beban atau HIIT. Tubuh sudah lebih hangat, fleksibel, dan siap diajak bekerja keras.
Namun, perbedaan performa ini sebenarnya kecil untuk kebanyakan orang. Yang jauh lebih penting adalah konsistensi.
Namun, latihan terlalu berat di malam hari bisa mengganggu tidur bagi sebagian orang. Jadi, penting untuk mengetahui batas tubuhmu sendiri.
Baca juga: Olahraga Bukan Hanya untuk Tubuh: 7 Manfaatnya bagi Kesehatan Mental
Yang sering dilupakan, hasil olahraga juga dipengaruhi oleh hal lain seperti kualitas tidur, asupan nutrisi, dan recovery. Tanpa itu, latihan sekeras apa pun tidak akan maksimal.
Bahkan, kondisi tubuh bisa berubah-ubah termasuk pada perempuan yang mengalami fluktuasi energi sesuai siklus tubuhnya. Jadi, wajar jika performa tidak selalu sama setiap hari.
Jawabannya sederhana: yang paling bisa kamu lakukan secara konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Voguearabia.com