INDOZONE.ID - Sebagai orang tua pernah nggak sih, tiba-tiba anak bertanya hal yang bikin kamu langsung bingung harus jawab apa?
Mulai dari “aku lahir dari mana?” sampai pertanyaan soal tubuh yang terasa sensitif. Biasanya kebanyakan orang tua akhirnya memilih menghindar, padahal justru di momen seperti itulah anak sedang belajar.
Kemudian pada momen ini menjadi kesempatan untuk kamu memberikan edukasi seksual. Tentu, hal tersebut bertujuan agar si kecil bisa lebih menjaga dirinya.
Nah, bagi kamu yang bingung bagaimana cara menyampaikan edukasi seksual, berikut beberapa caranya:
1. Sesuaikan Penjelasan dengan Usia Anak
Edukasi seksual nggak bisa disampaikan dengan cara yang sama di setiap usia. Misalnya pada anak kecil, terutama di bawah 5 tahun, biasanya belum bisa memahami penjelasan yang terlalu kompleks.
Oleh karena itu, penting banget untuk menyampaikan informasi secara sederhana, jujur, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Kamu cukup jelaskan hal dasar dulu.
Nanti, seiring bertambahnya usia dan rasa penasaran mereka muncul, anak akan bertanya sendiri dan itu jadi momen yang tepat untuk memberi penjelasan lebih dalam.
2. Gunakan Nama Asli Bagian Tubuh
Masih banyak orang tua yang merasa canggung, lalu mengganti nama bagian tubuh dengan istilah samaran. Padahal, ini justru bisa bikin anak bingung.
Baca juga: Ini Perbedaan Kekerasan Seksual dan Pelecehan Seksual, Jangan Sampai Salah Kaprah Ya!
Jadi seharusnya kamu pakai istilah yang benar seperti penis, vagina, atau testis untuk membantu anak memahami tubuhnya dengan lebih jelas.
Selain itu, anak juga jadi belajar bahwa membicarakan tubuh bukan hal yang tabu, melainkan sesuatu yang normal dan penting.
Dengan begitu, anak juga akan lebih mudah berkomunikasi jika suatu saat mereka perlu menjelaskan sesuatu terkait tubuhnya.
3. Persiapkan Diri Sebelum Menjelaskan
Merasa malu saat membahas seksualitas itu wajar, tapi, sebagai orang tua, hal ini tetap perlu dihadapi demi kebaikan anak. Salah satu caranya adalah dengan mempersiapkan diri.
Cari informasi yang tepat, pahami dulu materinya, dan kalau perlu konsultasikan ke ahli saja agar tidak salah menyampaikan. Semakin siap kamu, semakin percaya diri juga saat menjelaskan ke anak. Hal tersebut akan berasa ketika kamu ngobrol dengan anakmu
4. Ajarkan Batasan dan Privasi Sejak Dini
Selain mengenal tubuh, anak juga perlu diajarkan tentang batasan. Kamu bisa jelaskan bagian tubuh mana yang bersifat pribadi dan tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain tanpa izin.
Ajarkan juga bahwa mereka berhak berkata “tidak” jika merasa tidak nyaman.
Baca juga: Edukasi Seksual Bukan Tabu: Bekal Penting untuk Masa Depan Anak dan Remaja
Ini penting untuk membangun rasa aman sekaligus melindungi anak dari potensi risiko di kemudian hari. Dengan pemahaman tersebut, anak tidak hanya tahu tentang tubuhnya, tapi juga belajar menjaga dirinya
5. Pilih Waktu yang Tepat dan Natural
Edukasi seksual nggak harus selalu dilakukan dalam sesi khusus yang kaku. Justru, momen sehari-hari bisa jadi cara paling efektif.
Misalnya, saat melihat ibu hamil di media sosial atau di lingkungan sekitar, kamu bisa mulai percakapan sederhana, seperti mengapa ibu itu bisa hamil.
Dari situ, bangun rasa penasaran anak agar mereka tertarik mendengarkan. Pendekatan yang santai dan natural seperti ini biasanya lebih mudah diterima anak dibandingkan obrolan yang terasa “dipaksakan”.
6. Libatkan Peran Ayah dan Ibu
Edukasi seksual bukan cuma tanggung jawab satu orang tua saja. Baik ibu maupun ayah perlu terlibat agar anak mendapatkan sudut pandang yang lebih lengkap.
Kehadiran keduanya juga membantu anak merasa lebih nyaman untuk bertanya, terutama saat membahas hal yang sensitif. Dalam beberapa situasi, contoh langsung dari orang tua juga bisa membantu anak memahami dengan lebih baik.
Itu dia beberapa cara mengedukasi seksual kepada anak-anak. Hal ini bisa dilakukan oleh siapapun tidak hanya orang tua ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Raising Children