INDOZONE.ID - Mondelez Indonesia, melalui merek biskuit ikoniknya Oreo, mendukung kemajuan dunia pendidikan di tanah air.
Melalui inisiatif bertajuk “Oreo Berbagi Seru”, perusahaan bertujuan untuk menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya edukatif, tetapi juga penuh keceriaan bagi anak-anak.
Baca juga: Bung Karno Market 2025: Liburan Seru, Edukatif, dan Penuh Nasionalisme di Tengah Jakarta
Program ini berfokus pada peningkatan kualitas serta pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang tergolong tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah marginal.
Pentingnya pendekatan belajar yang menyenangkan juga disoroti oleh Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., selaku staff khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T.
Beliau menekankan bahwa generasi saat ini sangat lekat dengan teknologi digital, sehingga membutuhkan metode belajar yang asyik agar tidak mudah bosan.
“Program oreo berbagi seru sejalan dengan program kemendikdasmen, yaitu pembelajaran mendalam. Pembelajaran mendalam itu artinya, kalo belajar sebaiknya tetap bermakna (meaningful), penuh kesadaran (mindful), dan menggembirakan (joyful),” papar Rita.
Dengan suasana yang ceria, anak-anak akan lebih mudah memahami materi yang sulit, seperti matematika atau bahasa Inggris yang akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas atas.
Baca juga: Brimob Aniaya Siswa di Maluku hingga Tewas Kini Dipecat dari Polri
“Kita perlu mengajarkan mereka dengan gembira agar mereka senang, sehingga mereka tau alasan kenapa mereka harus belajar matematika, kenapa mereka harus melakukan itu dengan ceria, agar mereka mengerti maknanya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa salah satu intervensi yang paling menarik dari program oreo salah adalah menggandeng orang tua dalam proses pembelajaran.
“Karena jarang ada orang tua yang ngajarin, gimana sih biar anaknya mau belajar, biar anaknya punya minat belajar, apalagi di kampung-kampung yang marginal, itu sangat penting, karena sekolah orang tua sangat terbatas,” jelas Rita.
Sejalan dengan itu, Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi., Psikolog Anak dan Keluarga dalam yang terlibat dalam program ini, memaparkan kosep “Generasi Seru” yang diusung oleh Oreo.
Generasi tersebut dibentuk agar anak-anak memiliki karakter yang solutif, eksploratif, responsif, dan unggul.
Baca juga: Polda Metro Bakal Panggil Pelapor Ade Armando-Abu Janda untuk Diperiksa soal Video Ceramah JK
Anak-anak didorong untuk berani bertanya, menjelajah hal baru, dan memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman yang sangat cepat.
Keunggulan yang dikejar bukan hanya sekadar nilai akademik, melainkan juga kecerdasan sosial dan emosional yang kuat agar mereka menjadi pribadi yang tangguh.
“Kalau zaman sekarang, ngajarin anak-anak tentang hal-hal yang mendasar atau konsep mendasar aja itu udah biasa. Perlu sesuatu yang lebih kompleks lagi, dan disesuaikan juga dengan zamannya. Tapi, itu juga harus didukung dengan pembentukan karakter. Makanya bagus banget Oreo punya campaign tentang generasi seru,” paparnya.
Irma menambahkan bahwa aktivitas belajar yang dilakukan sambil bermain terbukti efektif membantu perkembangan kognitif dan emosional anak karena mereka berada dalam kondisi yang rileks dan tanpa tekanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan