Jumat, 01 MEI 2026 • 10:52 WIB

Berapa Banyak Air yang Perlu Diminum saat Haji? Ini Penjelasannya

Author

Para jamaah haji di Tanah Suci Makkah (Unsplash/@izuddinhelmi)

INDOZONE.ID - Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga. Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, ditambah padatnya rangkaian ibadah, membuat tubuh rentan kehilangan cairan. 

Sayangnya, masih banyak jemaah yang baru menyadari pentingnya minum air setelah mengalami gejala seperti lemas atau pusing.

Lalu, berapa banyak air yang sebenarnya perlu diminum agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Sering Diremehkan! Ternyata Ini 8 Manfaat Minum Air Hangat yang Bisa Menyehatkan Tubuh

Penjelasan Kebutuhan Cairan saat Haji

Minum air putih (Pexels/Lisa Fotios)

1. Minum Air Secara Rutin Setiap 15-20 Menit

Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah kunci utama selama menjalankan ibadah haji. Disarankan untuk mulai minum air sejak sebelum beraktivitas, terutama saat akan keluar di siang hari yang panas. Jangan menunggu hingga merasa haus, karena itu tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan.

Idealnya, jemaah dianjurkan mengonsumsi sekitar satu gelas air setiap 15-20 menit saat beraktivitas di luar ruangan. Namun, penting juga untuk tidak minum secara berlebihan. Batas aman konsumsi cairan adalah sekitar 1,5 liter per jam agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Cara terbaik adalah minum sedikit demi sedikit tetapi sering, bukan dalam jumlah besar sekaligus. Selain air putih, kamu juga bisa mendapatkan asupan cairan dari buah dan sayuran yang mengandung banyak air, seperti semangka dan mentimun.

Baca juga: Ini 5 Alasan Kenapa Minum Air Hangat Bisa Bikin Tubuh Lebih Sehat

2. Kenali Faktor yang Memicu Dehidrasi

Selain kurang minum, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi selama haji. Salah satunya adalah kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, yang bisa menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama juga menjadi penyebab utama, apalagi dengan suhu tinggi di Arab Saudi. Aktivitas fisik berat, seperti berjalan jauh dan berdesakan, turut mempercepat keluarnya cairan melalui keringat.

Kondisi seperti diare dan muntah juga bisa memperburuk kehilangan cairan. Selain itu, penggunaan obat diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil perlu diwaspadai. Tidak kalah penting, konsumsi minuman berkafein berlebihan juga dapat mempercepat dehidrasi.

Karena itu, penting untuk membatasi kafein dan lebih memprioritaskan air putih selama menjalankan ibadah.

3. Waspadai Gejala Dehidrasi Sejak Dini

Dehidrasi sering kali tidak disadari sejak awal, padahal tubuh sudah memberikan tanda-tanda tertentu. Mengenali gejalanya lebih cepat dapat mencegah kondisi yang lebih serius.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

- Rasa haus yang berlebihan
- Tubuh terasa lelah atau pusing
- Urine berwarna kuning pekat
- Mulut, bibir, dan mata terasa kering

Selain itu, frekuensi buang air kecil yang menurun juga bisa menjadi indikator tubuh kekurangan cairan. Jika mulai merasakan gejala tersebut, segera minum air dan istirahat yang cukup.

Menjaga keseimbangan cairan sangat penting agar tubuh tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji yang padat.

Kebutuhan cairan selama ibadah haji tidak bisa dianggap sepele. Dengan minum air secara teratur, memahami faktor risiko, serta mengenali tanda-tanda dehidrasi sejak dini, jemaah dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Persiapan sederhana seperti menjaga asupan cairan ini bisa membuat ibadah berjalan lebih lancar, nyaman, dan tentunya lebih khusyuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Islamicity.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU