Ilustrasi minum air . (Freepik)
INDOZONE.ID - Ketika tubuh lagi gak fit entah itu karena radang tenggorokan, demam, atau gangguan pencernaan memilih minuman yang tepat ternyata bisa jadi kunci pemulihan yang lebih cepat.
Banyak orang langsung ambil air putih, tapi ada juga yang merasa butuh cairan elektrolit. Nah, sebenarnya mana sih yang lebih efektif saat radang? Yuk, kita kupas tuntas tanpa ribet.
Cairan elektrolit itu sebenarnya simpel. Minuman yang ngandung mineral yang punya muatan listrik, kayak natrium, kalium, magnesium, sama kalsium.
Mineral-mineral ini penting banget buat menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, bantu kerja otot dan saraf tetap lancar, serta ngatur tekanan darah.
Saat kamu lagi sakit, terutama yang disertai muntah, diare, atau keringat berlebihan, tubuh bisa kehilangan banyak cairan dan elektrolit.
Kalau gak buru-buru diganti, badan bisa makin lemes. Nah, di sini peran cairan elektrolit penting banget buat bantu balikin mineral yang hilang biar kondisi tubuh tetap stabil.
Baca juga: Benarkah Pijat Bisa Bikin Orang Panjang Umur? Ini Penjelasannya
Meski kelihatannya biasa aja, air putih tetap jadi pahlawan utama dalam urusan hidrasi.
Tanpa tambahan gula atau bahan aneh-aneh, air putih bantu ngebersihin racun dari tubuh, ngelembapin tenggorokan yang lagi radang, dan bikin organ-organ tetap kerja dengan lancar.
Kalau kamu cuma mengalami radang ringan, tanpa demam tinggi atau gejala berat lainnya, minum air putih secara rutin sebenarnya udah cukup untuk bantu tubuh pulih.
Baca juga: 5 Manfaat Jus Bayam yang Sudah Terbukti Secara Ilmiah
Gak semua radang butuh cairan elektrolit. Tapi kalau tubuh mulai kasih “kode” bahwa hidrasi biasa gak cukup, ini saatnya kamu pertimbangkan cairan tambahan.
Tanda-tandanya bisa berupa demam tinggi dan keluar banyak keringat, muntah atau diare lebih dari 24 jam. Lemas, pusing, jantung berdebar, dan tidak nafsu makan, jadi asupan mineral berkurang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com, Gohealthuc.com