Sering Diremehkan Teman Sendiri? Ini Cara Tegas Pasang Batasan agar Pertemanan Nggak Jadi Toxic
INDOZONE.ID - Pertemanan idealnya jadi tempat paling nyaman untuk berbagi cerita, mencari dukungan, dan tertawa bersama. Namun kenyataannya, tidak semua teman membawa pengaruh positif dalam hidup.
Ada kalanya seseorang justru merasa lelah secara emosional karena terus berhadapan dengan teman yang suka merendahkan, berbohong, tidak konsisten, hingga mengabaikan perasaan orang lain.
Parahnya, banyak orang tetap bertahan dalam hubungan seperti ini karena takut kehilangan teman atau merasa hubungan tersebut masih bisa diperbaiki.
Jika kamu mulai merasa tidak nyaman dalam sebuah pertemanan, bisa jadi itu tanda bahwa hubungan tersebut sedang tidak sehat.
Baca juga: Kocak! Ibu-ibu Ini Cium Ban Bus agar Tidak Mabuk Perjalanan
Tanda Pertemanan Mulai Jadi Toxic
Hubungan pertemanan yang toxic sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele.
Misalnya, teman yang sering menjadikanmu bahan candaan di depan orang lain dengan dalih “cuma bercanda”, suka membocorkan rahasia pribadi, gemar bergosip, sering berbohong, atau terus membatalkan janji secara mendadak tanpa penjelasan.
Perilaku seperti ini mungkin terlihat biasa jika hanya terjadi sekali. Namun jika terus berulang, dampaknya bisa membuat seseorang merasa tidak dihargai, kehilangan kepercayaan, bahkan stres secara emosional.
Baca juga: PNM Perluas Akses Pendidikan Lewat Beasiswa hingga Ruang Pintar PNM di Pelosok Negeri
Kenapa Banyak Orang Sulit Menegur Teman?
Banyak orang memilih diam meski merasa tersakiti. Alasannya beragam.
Ada yang takut dianggap terlalu sensitif, ada yang tidak ingin memicu konflik, dan ada juga yang merasa hubungan pertemanan yang sudah lama terjalin terlalu berharga untuk diakhiri.
Padahal, terus memendam rasa kesal hanya akan membuat hubungan semakin tidak sehat.
Baca juga: “Teman Dekat” Ternyata Bisa Bikin Stres Kamu Meningkat Tanpa Disadari, Kok Bisa?
Pentingnya Menetapkan Batasan dalam Pertemanan
Jika kamu masih ingin mempertahankan hubungan tersebut, langkah paling penting adalah membuat batasan yang jelas.
Menetapkan batasan bukan berarti kamu egois atau ingin menjauh. Ini adalah bentuk perlindungan diri agar kamu tidak terus menerima perlakuan yang menyakitkan.
Tentukan perilaku apa saja yang tidak bisa kamu toleransi lagi, seperti kebiasaan menghina, berbohong, berteriak saat marah, atau tidak menghargai waktu orang lain.
Baca juga: Cewek Ini Tetap Gas UTBK Meski Diinfus, Datang ke Lokasi Ujian Pakai Ambulance
Cara Menyampaikan Batasan Tanpa Memicu Drama
Kamu tidak harus marah besar untuk menyampaikan batasan.
Cobalah bicara secara tenang dan jujur tentang apa yang kamu rasakan, misalnya:
“Aku nggak nyaman kalau terus dijadikan bahan bercandaan di depan orang lain.”
Atau:
“Kalau kamu terus membatalkan janji tanpa kabar, aku merasa waktuku nggak dihargai.”
Komunikasi yang jelas bisa membantu teman memahami dampak dari perilaku mereka.
Baca juga: Temanmu Sering Mencoba Mengubah Dirimu, Bisa Jadi Itu Tanda Toxic Friendship!
Kapan Harus Menjauh?
Jika setelah dibicarakan temanmu tetap mengulangi sikap yang sama, mungkin kamu perlu mempertimbangkan untuk menjaga jarak. Pertemanan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, dukungan, dan saling menghormati.
Kalau sebuah hubungan justru membuatmu merasa lelah, cemas, atau terus terluka, mungkin sudah waktunya memilih diri sendiri.
Ingat, tidak semua hubungan harus dipertahankan. Kadang, melepaskan orang yang salah justru menjadi langkah terbaik untuk menjaga kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline