INDOZONE.ID - Hewan di bumi dibedakan menjadi dua kelompok utama, yaitu vertebrata (hewan bertulang belakang) dan avertebrata (hewan tidak bertulang belakang).
Avertebrata adalah kelompok hewan dengan jumlah spesies terbanyak di dunia.
Hewan avertebrata dapat hidup di darat, air tawar, dan laut. Bentuk, ukuran, dan cara hidupnya sangat beragam.
Ada yang berperan sebagai penyerbuk tumbuhan, pengurai sisa makhluk hidup, dan menjaga keseimbangan rantai makanan.
Apa Itu Hewan Avertebrata?
Hewan avertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang punggung ruas tulang belakang. Sebagian memiliki rangka luar (eksoskeleton), sementara yang lain memiliki tubuh lunak tanpa pelindung keras.
Kelompok hewan ini sekitar 95 persen dari seluruh spesies hewan di dunia.
Secara umum, ciri-ciri hewan avertebrata antara lain:
- Tidak memiliki tulang belakang.
- Memiliki bentuk tubuh yang beragam.
- Sebagian memiliki eksoskeleton.
- Berkembang biak secara kawin atau tidak kawin.
- Dapat hidup di berbagai habitat.
Baca juga: Apa Itu Simbiosis Komensalisme? Pengertian dan Contohnya
12 Contoh Hewan Avertebrata
Berikut ini 12 contoh hewan avertebrata lengkap dengan ciri-ciri dan penjelasannya:
1. Kupu-Kupu
Kupu-kupu termasuk ke dalam kelompok serangga (Insecta). Hewan ini terkenal karena keindahan warna dan motif pada sayapnya.
Kupu-kupu biasanya aktif pada siang hari dan sering terlihat hinggap di bunga untuk mencari nektar.
Ciri-ciri kupu-kupu:
- Memiliki enam kaki.
- Mempunyai dua pasang sayap bersisik.
- Tubuh terbagi menjadi kepala, dada, dan perut.
- Mengalami metamorfosis sempurna.
- Memiliki belalai untuk mengisap nektar.
2. Labah-Labah (Arthropoda)
Labah-labah masuk ke dalam kelas Arachnida, bukan serangga. Mereka adalah predator ulung yang mengandalkan jaring sutra untuk menjebak mangsanya seperti lalat atau nyamuk.
Ciri-ciri laba-laba:
- Memiliki delapan kaki.
- Tubuh terdiri atas dua bagian utama.
- Dapat menghasilkan benang sutra.
- Sebagian besar bersifat predator.
3. Cacing Tanah (Annelida)
Cacing tanah adalah hewan hermafrodit (memiliki dua alat kelamin dalam satu tubuh) yang hidup di dalam tanah lembap.
Mereka berjasa besar dalam menggemburkan dan menyuburkan tanah pertanian.
Ciri-ciri cacing tanah:
- Tubuh memanjang dan lunak.
- Tidak memiliki kaki.
- Tubuh tersusun atas segmen-segmen.
- Bernapas melalui kulit.
- Menyukai tempat yang lembap.
Baca juga: Apa Itu Hewan Karnivora? Pengertian dan Contohnya di Berbagai Habitat
4. Siput (Mollusca)
Siput adalah hewan bertubuh lunak yang bergerak sangat lambat. Hewan ini dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti kebun, sawah, hutan, bahkan di perairan.
Ciri-ciri siput:
- Memiliki cangkang pelindung.
- Bergerak menggunakan kaki perut.
- Menghasilkan lendir.
- Menyukai tempat lembap.
- Memiliki sepasang tentakel.
5. Semut
Semut merupakan serangga sosial yang hidup dalam koloni. Dalam satu koloni terdapat pembagian tugas, seperti ratu, pekerja, dan prajurit.
Ciri-ciri semut:
- Memiliki enam kaki.
- Hidup berkelompok.
- Mempunyai antena.
- Memiliki rahang yang kuat.
6. Bintang Laut (Echinodermata)
Meskipun namanya "bintang laut", hewan ini sama sekali bukan jenis ikan. Mereka hidup di dasar laut dan bergerak sangat lambat menggunakan kaki tabung.
Ciri-ciri bintang laut:
- Tubuhnya memiliki simetri radial.
- Kulitnya berduri kecil.
- Memiliki kemampuan luar biasa untuk meregenerasi.
7. Ubur-Ubur
Ubur-ubur adalah hewan laut yang bentuk tubuhnya menyerupai payung. Sebagian besar tubuhnya terdiri atas air sehingga tampak bening atau transparan.
Ciri-ciri ubur-ubur:
- Memiliki tubuh berbentuk seperti payung.Tidak memiliki tulang belakang.
- Memiliki tentakel di bagian bawah tubuh.
- Tentakelnya dapat menyengat mangsa.
- Bergerak mengikuti arus laut.
Baca juga: Komponen Abiotik: Pengertian, Unsur-unsur, dan Perannya dalam Ekosistem
8. Udang
Udang adalah hewan avertebrata yang hidup di air tawar maupun air laut. Hewan ini termasuk kelompok krustasea. Udang juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Ciri-ciri udang:
- Tubuhnya beruas-ruas.
- Memiliki kulit luar yang keras sebagai pelindung tubuh.
- Mempunyai antena yang panjang.
- Bernapas menggunakan insang.
9. Cumi-Cumi
Cumi-cumi adalah hewan laut yang memiliki tubuh lunak tanpa tulang belakang. Hewan ini terkenal karena dapat mengeluarkan tinta hitam saat merasa terancam untuk mengelabui musuhnya.
Ciri-ciri cumi-cumi:
- Memiliki tubuh yang lunak.
- Mempunyai 10 tentakel untuk menangkap mangsa.
- Dapat menyemprotkan tinta hitam.
- Memiliki mata yang tajam.
- Bergerak dengan cara menyemburkan air dari tubuhnya.
10. Lintah
Lintah adalah hewan mirip cacing yang banyak hidup di tempat yang lembap, seperti rawa, sungai, atau kolam. Beberapa jenis lintah dikenal karena dapat mengisap darah manusia maupun hewan.
Ciri-ciri lintah:
- Tubuhnya lunak dan pipih.
- Tidak memiliki kaki.
- Memiliki alat pengisap di bagian depan dan belakang tubuh.
- Hidup di air tawar atau tempat yang lembap.
- Bergerak dengan cara merayap.
11. Lebah
Lebah adalah hewan avertebrata yang termasuk kelompok serangga. Hewan ini dikenal sebagai penghasil madu dan membantu penyerbukan bunga sehingga tanaman dapat berkembang biak dengan baik.
Ciri-ciri lebah:
- Memiliki enam kaki.
- Tubuh terbagi menjadi kepala, dada, dan perut.
- Hidup berkoloni di dalam sarang.
- Memiliki sepasang antena.
- Mengisap nektar bunga sebagai makanannya.
12. Gurita
Gurita adalah hewan avertebrata yang hidup di laut dan termasuk kelompok moluska. Hewan ini memiliki delapan lengan serta dikenal cerdas karena mampu berkamuflase dan mengeluarkan tinta untuk melindungi diri.
Ciri-ciri gurita:
- Memiliki delapan lengan yang dilengkapi alat pengisap.
- Tubuhnya lunak dan tidak memiliki tulang belakang.
- Dapat mengubah warna tubuh untuk berkamuflase.
- Mampu mengeluarkan tinta untuk mengelabui musuh.
- Hidup di laut, terutama di dasar laut dan terumbu karang.
Baca juga: Rantai Makanan di Sawah dan Perannya dalam Keseimbangan Ekosistem
Dengan mempelajari contoh-contoh hewan avertebrata, kita dapat lebih memahami keanekaragaman makhluk hidup sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dosenbiologi.com