INDOZONE.ID - Korea Selatan kembali menghadirkan inovasi di ruang publik. Kali ini, pemerintah setempat tengah menguji coba sistem jalur pejalan kaki berdasarkan kecepatan berjalan untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pengguna trotoar.
Dalam uji coba ini, beberapa trotoar di sekitar stasiun dan kawasan yang ramai dibagi menjadi dua jalur dengan warna berbeda.
Jalur berwarna biru untuk pejalan kaki cepat, sementara jalur hijau untuk mereka yang berjalan lambat.
Baca juga: Inovasi Dermatologi Raih Pengakuan Global, Fokus pada Kesehatan Kulit
Pemisahan jalur ini dibuat untuk mengatasi masalah yang sering terjadi di area dengan lalu lintas pejalan kaki yang padat.
Ketika orang yang berjalan cepat bercampur dengan mereka yang berjalan lebih lambat, sering terjadi tabrakan kecil, saling serobot, hingga berhenti mendadak yang bisa mengganggu arus pergerakan.
Melalui sistem jalur cepat dan jalur lambat, pemerintah berharap pergerakan pejalan kaki menjadi lebih teratur dan nyaman.
Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk mengurangi stres yang kerap dirasakan pengguna jalan saat harus berdesakan atau terhambat oleh orang lain di trotoar yang sempit.
Selama masa uji coba, pemerintah Korea Selatan akan memantau sejumlah indikator untuk mengukur efektivitas program tersebut.
Beberapa aspek yang akan dievaluasi meliputi:
- Rata-rata kecepatan berjalan pejalan kaki
- Frekuensi konflik atau tabrakan kecil antar pengguna trotoar
- Tingkat kenyamanan dan kepuasan masyarakat
- Efisiensi arus lalu lintas pejalan kaki
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar apakah sistem ini layak diterapkan di lebih banyak kota dan kawasan publik lainnya.
Baca juga: BPOM dan Kemenkes Dorong Inovasi IGRA dan Pengembangan Produk Kesehatan Nasional Deteksi TB
Bagian dari Konsep Smart City
Program ini merupakan bagian dari upaya Korea Selatan dalam mengembangkan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
Pemerintah ingin menciptakan sistem transportasi dan mobilitas perkotaan yang tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pejalan kaki.
Jika terbukti efektif, jalur pejalan kaki berdasarkan kecepatan ini berpotensi menjadi salah satu bagian dari kebijakan smart city atau kota pintar yang sedang dikembangkan di berbagai wilayah Korea Selatan.
Dengan semakin padatnya kawasan perkotaan, inovasi sederhana seperti pemisahan jalur cepat dan jalur santai dinilai dapat membantu menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman untuk semua orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/theprestige.magazine