Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 APRIL 2026 • 08:40 WIB

BPOM dan Kemenkes Dorong Inovasi IGRA dan Pengembangan Produk Kesehatan Nasional Deteksi TB

BPOM dan Kemenkes Dorong Inovasi IGRA dan Pengembangan Produk Kesehatan Nasional Deteksi TBWakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus (kiri) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar di Jakarta. (ANTARA/BPOM)

INDOZONE.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya penguatan regulasi, percepatan inovasi, serta pengembangan produk kesehatan dalam negeri, termasuk teknologi deteksi tuberkulosis (TB) seperti Interferon-Gamma Release Assay (IGRA).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, beban tuberkulosis di Indonesia masih tinggi dengan sekitar 867 ribu kasus terdiagnosis dalam satu tahun terakhir.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menilai, pengembangan teknologi diagnostik seperti IGRA perlu didorong, terutama dari sisi efisiensi biaya.

“Kalau kita bisa bikin harga tes IGRA dari 1 juta menjadi hanya sekitar 50 ribu, dampaknya terhadap keuangan negara akan sangat besar,” ujar Benjamin di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: TB Anak Masih Jadi Ancaman Serius, Puskesmas Didukung Tangani dengan Pendekatan Gizi dan Deteksi Dini

Ia juga meminta agar inovasi tersebut mendapat pengawalan lintas sektor agar dapat segera dimanfaatkan secara luas.

“Saya minta tolong nanti kita kawal bersama supaya tes IGRA ini mendapatkan atensi karena ini sangat penting untuk percepatan penanggulangan TBC di Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Benjamin menilai proses di BPOM kini semakin cepat dan responsif. Hal ini juga diakui oleh pelaku industri, termasuk Biofarma, yang menyebut proses perizinan kini berjalan lebih lancar dibanding sebelumnya.

Selain itu, BPOM turut mendorong pengembangan obat berbasis bahan alam sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional melalui riset dan hilirisasi.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bahan baku obat dari sumber daya alam.

“Kalau negara punya produk sendiri, kenapa kita tidak memanfaatkannya? Dengan sumber daya yang kita miliki, seharusnya Indonesia bisa menghasilkan solusi kesehatan sendiri,” ujar Taruna.

Baca juga: Desa Siaga TB Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ia menambahkan, peningkatan nilai tambah menjadi kunci dalam memperkuat industri farmasi nasional, mengingat potensi ekonomi bahan alam Indonesia yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

“Kita ingin naikkan statusnya, bukan sekadar obat bahan alam atau obat herbal terstandar, tetapi menjadi produk farmasi yang bernilai lebih tinggi,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BPOM dan Kemenkes Dorong Inovasi IGRA dan Pengembangan Produk Kesehatan Nasional Deteksi TB

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!