INDOZONE.ID - Pernah nggak, kamu menutup laptop setelah seharian sibuk, menyelesaikan berbagai tugas, bahkan mengorbankan waktu istirahat, tapi tetap muncul pikiran, “Kayaknya aku belum maksimal deh?”
Kalau jawabannya iya, kamu nggak sendirian!
Di era ketika semua orang terlihat produktif di media sosial, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam pola hidup yang menuntut diri sendiri untuk terus bergerak.
Istirahat terasa seperti kemewahan, sementara bersantai malah memicu rasa bersalah.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut dalam Bahasa Inggris yang Estetik dan Penuh Rasa
Fenomena ini dikenal dengan istilah toxic productivity, yaitu kondisi ketika seseorang merasa harus terus produktif tanpa henti demi membuktikan nilai dirinya.
Bukan Soal Malas, Tapi Takut Tidak Cukup
Sekilas, rajin bekerja memang terlihat positif. Namun, ada perbedaan besar antara produktif karena tujuan yang jelas dan produktif karena takut dianggap gagal.
Banyak orang terus memaksa diri bukan karena mereka benar-benar ingin, melainkan karena ada perasaan yang ingin mereka hindari.
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu pernah mengalami hal-hal berikut?
Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terjebak Toxic Productivity? Ini yang Terjadi di Otak!
- Merasa bersalah saat mengambil cuti atau sekadar rebahan.
- Gelisah ketika tidak ada pekerjaan yang dikerjakan.
- Sedih karena merasa hidup belum sesuai ekspektasi.
- Takut tertinggal dari teman-teman yang terlihat “lebih sukses”.
- Haus akan validasi dan ingin dianggap berharga oleh orang lain.
- Khawatir masa depan tidak akan berjalan baik jika berhenti sejenak.
- Merasa diri belum cukup baik, sekeras apa pun sudah berusaha.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut yang Puitis, Tenang, dan Penuh Rasa
Jika beberapa poin diatas terasa relate, bisa jadi selama ini kamu bukan sedang mengejar mimpi, melainkan sedang berusaha lari dari rasa takut.
Saat Berhenti, Emosi yang Selama Ini Ditahan Bisa Meledak
Inilah alasan kenapa banyak orang merasa tidak nyaman ketika mencoba memperlambat ritme hidup.
Dalam psikologi, ada istilah “extinction burst”, yaitu kondisi ketika seseorang menghentikan kebiasaan tertentu, tetapi justru merasakan dorongan yang lebih kuat untuk kembali melakukannya.
Misalnya, jika selama ini kamu menggunakan kesibukan untuk meredam rasa cemas atau takut dianggap gagal, maka ketika mulai mengurangi aktivitas, emosi-emosi tersebut bisa muncul dengan intensitas yang lebih besar.
Baca juga: Selalu Merasa Kurang Meski Sudah Berusaha Keras? Bisa Jadi Kamu Terjebak Toxic Productivity!
Tiba-tiba muncul rasa bersalah. Pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran.
Bahkan, rebahan selama satu jam saja bisa terasa seperti sedang melakukan kesalahan besar. Padahal nyatanya belum tentu demikian.
Kamu Tidak Harus Terus Berlari
Tidak semua emosi negatif harus segera “diperbaiki”. Terkadang, yang lebih dibutuhkan adalah keberanian untuk mengakui bahwa perasaan itu memang ada.
Saat rasa cemas datang, coba kenali tanpa buru-buru mengusirnya dengan bekerja lebih keras.
Baca juga: Kebiasaan 10 Detik Ini Bisa Bantu Kamu Lebih Produktif!
Ketika rasa takut muncul, dengarkan apa yang sebenarnya sedang ingin disampaikan oleh dirimu sendiri.
Belajar menerima bukan berarti menyerah. Justru, menerima bahwa kita punya batasan adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Produktif Itu Baik, Tapi Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
Ambisi bukan musuh. Punya target hidup juga bukan sesuatu yang salah. Namun, jika harga diri mulai bergantung pada seberapa sibuk jadwalmu, mungkin sudah waktunya untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi kembali.
Karena kenyataannya, nilai seseorang tidak ditentukan oleh berapa banyak tugas yang berhasil diselesaikan dalam sehari.
Baca juga: Sifat Benda Padat Cair dan Gas: Ciri, Perbedaan, serta Contohnya
Kamu tetap berharga meski sedang beristirahat. Kamu tetap berarti meski tidak selalu menghasilkan sesuatu.
Dan yang paling penting, kamu tidak perlu terus membuktikan bahwa dirimu “cukup” dengan cara membuat diri sendiri kelelahan. Sesekali, tarik napas. Perlambat langkah.
Bisa jadi, hal paling produktif yang bisa kamu lakukan hari ini adalah memberi izin pada diri sendiri untuk beristirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com