Jumat, 19 JUNI 2026 • 00:00 WIB

Momentum Tahun Baru Islam di Bogor Jadi Ajang Perkuat Kepedulian Sosial dan Semangat Hijrah

Author

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Bogor, Senin (15/6/2026).

INDOZONE.ID - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Bogor tak hanya menjadi momen refleksi keagamaan, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Masjid Agung Kota Bogor itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan serta sejumlah tokoh daerah.

Acara yang diselenggarakan Dewan Masjid bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor tersebut turut dihadiri Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Wali Kota Bogor, jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga pelaku UMKM lokal.

Baca juga: Sering Mengeluh di Kantor? Ini 5 Dampak Buruk bagi Karier dan Produktivitas

Sekitar 1.500 jamaah memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian peringatan Tahun Baru Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi mengajak masyarakat menjadikan 1 Muharram sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Selain membagikan pengalaman hidupnya, Mayjen TNI Kosasih juga menjelaskan sejarah penetapan 1 Muharram yang berakar dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum memperbaiki diri, menjaga hati, memperkuat alhlak, dan menjauhi segala perbuatan yang dapat mengarah kepada dosa. Jadikan Al Quran sebagai sahabat dan kehidupan sehari-hari," ujar Mayjen Kosasih dalam tausiyahnya di Mesjid Agung Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (15/6/2026).

Semangat yang disampaikan Pangdam mendapat respons positif dari berbagai pihak yang hadir, termasuk kalangan dunia usaha.

Baca juga: Iseng Beli Majalah Tahun 2005, Konten Kreator Jepang Kaget dengan Kebiasaan Orang Indonesia Menikmati Musik

Direktur Utama PT Adev Natural Indonesia, Muhamad Malik Gunawan, menilai peringatan 1 Muharram sejatinya mengandung makna hijrah, yakni semangat untuk terus berubah menjadi lebih baik.

"Sehingga pesan utama yang kami petik dari acara bersama Pangdam III/Siliwangi di Bogor ini adalah pentingnya sinergi dan soliditas lintas sektor. Kegiatan ini menyadarkan kami bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai sendiri-sendiri. Kebersamaan antara institusi negara, pemerintah daerah, tokoh agama, dan pelaku usaha memunculkan energi positif yang luar biasa. Selain itu, nilai-nilai kedisiplinan, pengabdian, dan perlindungan kepada masyarakat yang ditunjukkan oleh jajaran TNI menjadi inspirasi bagi kami di PT Adev Natural Indonesia untuk selalu menjalankan usaha dengan penuh amanah dan tanggung jawab sosial," ucap Muhamad Malik Gunawan.

Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha dalam kegiatan yang melibatkan pemerintah daerah dan aparat negara dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis sekaligus memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Nilai positif yang dapat kami rasakan tentunya mulai dari peningkatan kredibilitas, dan trust. Selain itu, kehadiran PT Adev Natural Indonesia dalam forum resmi berskala daerah dan militer ini menegaskan posisi kami sebagai entitas bisnis lokal yang diakui, kredibel, dan terpercaya di mata publik," jelasnya.

Ia juga menilai kegiatan seperti ini membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pelaku usaha dengan pemerintah maupun aparat keamanan sehingga dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang sehat.

"Perluasan Jaringan (Networking): Membuka ruang silaturahmi yang berharga dengan para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di Bogor. Ekosistem usaha yang sehat sangat bergantung pada komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Suntikan Motivasi Internal: Bagi tim internal kami, melihat langsung kolaborasi tokoh-tokoh pemimpin daerah memberikan kebanggaan tersendiri dan memacu semangat untuk terus berprestasi sebagai UMKM anak negeri yang mampu bersaing dan memberikan kualitas terbaik," tambahnya.

Tak hanya berisi tausiyah, peringatan Tahun Baru Islam tersebut juga diwarnai berbagai kegiatan sosial. Pangdam III/Siliwangi bersama Wali Kota Bogor menyerahkan santunan secara simbolis kepada 10 anak yatim dari total 2.000 penerima manfaat.

Baca juga: Perbedaan Nabi dan Rasul dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

Selain itu, bantuan paket sembako juga diberikan secara simbolis kepada 10 warga dari total 100 paket yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan. Dukungan terhadap pendidikan keagamaan juga ditunjukkan melalui penyerahan bantuan kepada Rumah Tahfidz Sabilul Qur'an di Kota Bogor.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur'an sekaligus membantu mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang kuat dan berakhlak baik.

Sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan tersebut, PT Adev Natural Indonesia turut memperkenalkan produk-produk hasil karya lokal kepada para tamu undangan dan peserta yang hadir.

"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur kosmetik dan perawatan tubuh, bentuk dukungan ini diselaraskan dengan kapasitasnya seperti membagikan produk-produk hasil karya anak bangsa kepada para tamu undangan dan peserta. Ini adalah simbol rasa syukur sekaligus cara kami memperkenalkan kualitas produk lokal Bogor. Lebih dari itu, kehadiran dan partisipasi aktif tim kami di lapangan merupakan wujud penghormatan serta rasa terima kasih atas terciptanya iklim keamanan dan ketertiban yang selama ini dijaga oleh jajaran Kodam III/Siliwangi dan pemerintah setempat," tutur Muhamad Malik Gunawan.

Ke depan, perusahaan tersebut berharap semangat hijrah yang diusung dalam peringatan 1 Muharram dapat menjadi motivasi untuk terus berinovasi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga:  Kemnaker Turun Tangan Usai 133 Buruh PT Amos Indah Indonesia Kena PHK

Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, pesan tentang hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan diri secara spiritual, tetapi juga sebagai dorongan untuk memperkuat solidaritas sosial, kolaborasi lintas sektor, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU