INDOZONE.ID - Menentukan arah sebuah hubungan memang terdengar mudah. Kalau merasa cocok, lanjutkan. Kalau tidak, akhiri.
Namun, kenyataannya tidak sedikit orang yang justru terus diliputi keraguan saat harus mengambil keputusan tentang hubungan asmara.
Sebagian orang mungkin menunda pembicaraan soal masa depan, bingung menentukan status hubungan, atau sering berubah pikiran ketika diminta berkomitmen.
Dari luar, sikap ini bisa terlihat seperti tidak serius. Padahal, menurut penelitian, ada alasan yang jauh lebih kompleks di balik keraguan tersebut.
Baca juga: Lagi Dirawat di RS, Bapak Ini Kaget Begitu Tau Tim Jagoannya di Piala Dunia 2026 Kalah Semua
Penelitian yang dilakukan Kuan-Ju Huang dan tim dari Kyoto University pada 2026 mengungkapkan bahwa mengambil keputusan dalam hubungan romantis seringkali tidak semudah yang dibayangkan.
Hubungan dipenuhi berbagai ketidakpastian, konflik batin, dan banyak pertimbangan yang membuat seseorang sulit mengambil keputusan dengan cepat dan mantap.
Banyak Hal yang Dipikirkan Sebelum Mengambil Keputusan
Keputusan dalam hubungan berbeda dengan keputusan sehari-hari. Saat memutuskan masa depan hubungan, seseorang tidak hanya mengandalkan perasaan, tetapi juga mempertimbangkan harapan, pengalaman masa lalu, hingga kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.
Misalnya, seseorang bisa terus bertanya dalam hati apakah pasangannya benar-benar orang yang tepat, apakah hubungan tersebut bisa bertahan lama, atau apakah keputusan yang diambil nantinya akan disesali.
Baca juga: Contoh Skill dalam CV untuk Fresh Graduate dan Profesional
Semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin besar pula keraguan yang dirasakan. Akibatnya, seseorang bisa terus berada dalam dilema tanpa benar-benar yakin harus melangkah maju atau memilih jalan yang lain.
Menurut Huang dan rekan-rekannya, kondisi seperti ini merupakan hal yang cukup umum ketika seseorang dihadapkan pada keputusan besar dalam sebuah hubungan.
Lingkungan dan Budaya Ternyata Juga Berpengaruh
Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa keraguan dalam hubungan tidak hanya dipengaruhi oleh kepribadian. Lingkungan sosial dan budaya tempat seseorang tumbuh juga memiliki peran penting.
Para peneliti menggunakan konsep “relational mobility” atau mobilitas relasional, yaitu seberapa besar seseorang merasa memiliki kesempatan untuk membangun hubungan baru atau mengakhiri hubungan yang sedang dijalani.
Baca juga: 30 Contoh Kalimat Tidak Langsung: Ciri dan Aturan
Di lingkungan dengan mobilitas relasional yang tinggi, orang biasanya merasa lebih bebas bertemu orang baru dan memiliki lebih banyak pilihan pasangan. Karena merasa memiliki banyak kesempatan, mereka cenderung lebih mudah mengambil keputusan dalam hubungan.
Sebaliknya, di lingkungan dengan mobilitas relasional yang rendah, kesempatan untuk bertemu pasangan baru terasa lebih terbatas. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor geografis, budaya, maupun norma sosial yang berlaku.
Akibatnya, setiap keputusan tentang hubungan terasa lebih berat karena dianggap memiliki dampak yang besar.
Ragu Bukan Berarti Tidak Mencintai
Temuan ini juga menunjukkan bahwa keraguan tidak selalu menjadi tanda hubungan sedang bermasalah atau perasaan cinta sudah hilang.
Baca juga: Kumpulan Contoh Kalimat Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Penulisannya
Seseorang bisa saja tetap mencintai pasangannya dan merasa nyaman menjalani hubungan, tetapi masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan langkah berikutnya.
Hal itu terjadi karena mereka sedang mempertimbangkan banyak hal sekaligus, bukan semata-mata karena tidak ingin berkomitmen.
Di satu sisi, ada keinginan untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius. Namun, di sisi lain, muncul kekhawatiran apakah keputusan tersebut benar-benar merupakan pilihan yang tepat.
Konflik batin inilah yang membuat sebagian orang sulit merasa yakin.
Poinnya, Keraguan dalam Hubungan Tidak Bisa Dinilai Sepihak
Penelitian ini mengingatkan bahwa keputusan dalam hubungan tidak hanya dipengaruhi oleh perasaan terhadap pasangan. Kepribadian, pengalaman hidup, lingkungan sosial, hingga budaya tempat seseorang dibesarkan juga ikut membentuk cara mereka mengambil keputusan.
Baca juga: Bingung Putus Cinta? Ini 13 Kalimat Perpisahan Yang Bikin Pasanganmu Nangis
Karena itu, ketika seseorang terlihat ragu menentukan arah hubungan, jangan langsung menganggapnya tidak serius atau tidak mencintai pasangannya.
Dalam banyak kasus, keraguan tersebut merupakan bagian dari proses psikologis yang kompleks saat seseorang berusaha mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan yang akan mempengaruhi masa depannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com