INDOZONE.ID - Sama halnya seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga memiliki struktur kalimat pasif yang dikenal dengan sebutan passive sentence atau passive voice.
Materi ini sangat krusial karena sering muncul dalam soal ujian sekolah, tes kecakapan bahasa Inggris seperti TOEFL/IELTS, hingga digunakan secara luas dalam penulisan esai akademik dan berita jurnalistik. Sayangnya, banyak pembelajar yang masih kebingungan saat harus mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif karena melibatkan banyak perubahan tenses.
Agar Anda bisa mengungguli kompetitor dalam tes bahasa Inggris dan berkomunikasi lebih variatif, mari kita bedah tuntas definisi, fungsi, rumus, hingga contoh passive sentence dengan cara yang paling mudah dipahami!
Apa Itu Passive Sentence?
Secara tata bahasa, passive sentence adalah jenis kalimat di mana subjek dikenai suatu tindakan atau pekerjaan dari kata kerjanya. Artinya, fokus utama dari kalimat ini terletak pada hasil atau tindakan itu sendiri, bukan pada siapa yang melakukan tindakan tersebut.
Jika dalam bahasa Indonesia kata kerja pasif ditandai dengan imbuhan di- atau ter- seperti dimakan, terbawa, maka dalam bahasa Inggris, ciri mutlak kalimat pasif adalah penggunaan To be + Verb 3 (Past Participle).
Baca juga: Daftar Kata Bahasa Inggris yang Artinya Sama tapi Beda Penggunaannya, Awas Keliru!
Fungsi dan Kapan Harus Menggunakan Passive Sentence
Mengapa kita harus repot-repot menggunakan kalimat pasif jika kalimat aktif sudah cukup jelas? Dalam aplikasi sehari-hari, passive sentence memiliki fungsi strategis untuk kondisi berikut:
1. Pelaku Tidak Diketahui
Digunakan saat Anda tidak tahu siapa yang melakukan tindakan. (Contoh: My phone was stolen / Ponsel saya dicuri).
2. Fokus pada Objek atau Hasil Tindakan
Digunakan ketika tindakan itu sendiri jauh lebih penting untuk disorot daripada pelakunya.
3. Menghindari Kesalahan atau Tudingan
Berguna untuk menyatakan sesuatu tanpa harus menunjuk siapa yang salah, sering dipakai dalam diplomasi atau PR perusahaan.
4. Penulisan Formal dan Ilmiah
Kalimat pasif sangat umum ditemukan dalam jurnal penelitian, berita, atau laporan akademik untuk menjaga nada yang netral dan objektif.
Aturan Dasar Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Untuk merombak kalimat aktif menjadi passive sentence, ada empat langkah berurutan yang wajib Anda terapkan:
- Identifikasi elemen Subjek, Verb, dan Objek pada kalimat aktif.
- Pindahkan Objek dari kalimat aktif untuk menjadi Subjek baru di kalimat pasif.
- Tambahkan helping verb atau To be yang bentuknya disesuaikan dengan tenses kalimat asli dan subjek baru (tunggal/jamak).
- Ubah kata kerja utama menjadi bentuk ketiga (Verb 3 / Past Participle).
- (Opsional) Tambahkan kata by diikuti oleh subjek asli jika pelaku tindakan penting untuk disebutkan.
Baca juga: Panduan Penulisan Tanggal dalam Bahasa Inggris: Format, Aturan, dan Contohnya
Rumus Passive Sentence Berdasarkan Tenses
Karena to be yang digunakan harus mengikuti aturan tenses, berikut adalah tabel panduan rumus passive sentence yang paling sering digunakan untuk mempermudah Anda:
| Jenis Tenses | Rumus Passive Sentence | Contoh Kalimat Pasif |
| Simple Present | S + am/is/are + V3 | The room is cleaned every day. |
| Present Continuous | S + am/is/are + being + V3 | The house is being painted. |
| Present Perfect | S + has/have + been + V3 | The report has been finished. |
| Simple Past | S + was/were + V3 | The cake was baked yesterday. |
| Past Continuous | S + was/were + being + V3 | The game was being played. |
| Past Perfect | S + had + been + V3 | The task had been completed. |
| Simple Future (Will) | S + will be + V3 | The exam will be held tomorrow. |
| Modals (Can/Must/May) | S + modal + be + V3 | The article must be created. |
Contoh Passive Sentence Beserta Terjemahannya
Agar lebih terbayang bagaimana penerapannya dalam berbagai konteks, perhatikan ragam contoh kalimat pasif di bawah ini:
- Indonesia Raya was written by W.R. Supratman. (Indonesia Raya ditulis oleh W.R. Supratman.) -> Simple Past
- The cheese was stolen by a mouse in the kitchen yesterday. (Keju itu dicuri oleh tikus di dapur kemarin.) -> Simple Past
- The lime is being squeezed by Rara. (Jeruk nipis itu sedang diperas oleh Rara.) -> Present Continuous
- Many tables would be cleaned by the waiter fast. (Banyak meja akan dibersihkan oleh pelayan dengan cepat.) -> Past Future
- The letters are going to be delivered by courier. (Surat-surat itu akan dikirim melalui kurir.) -> Future (Going to)
- English is spoken in many countries around the world. (Bahasa Inggris dituturkan di banyak negara di seluruh dunia.) -> Simple Present
- The broken bridge is being repaired by the local government. (Jembatan yang rusak itu sedang diperbaiki oleh pemerintah setempat.) -> Present Continuous
- The new software has been installed on all office computers. (Perangkat lunak baru telah dipasang di semua komputer kantor.) -> Present Perfect
- The concert tickets had been sold out before we arrived. (Tiket konser tersebut telah habis terjual sebelum kami tiba.) -> Past Perfect
- The winner of the competition will be announced next week. (Pemenang kompetisi tersebut akan diumumkan minggu depan.) -> Simple Future
Baca juga: Memahami Determiner dalam Bahasa Inggris: Definisi, Jenis, dan Contohnya
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah kata "by" wajib digunakan dalam Passive Sentence?
Tidak wajib. Penambahan by + pelaku hanya bersifat sebagai pelengkap. Jika pelakunya tidak diketahui, tidak penting, atau sudah sangat jelas secara konteks (seperti The thief was arrested - pasti oleh polisi), maka kata by bisa dan sebaiknya dihilangkan.
2. Apakah semua tenses bisa diubah menjadi kalimat pasif?
Secara teori tata bahasa bisa, namun dalam praktiknya, ada 6 tenses yang sangat jarang dan dihindari untuk diubah ke bentuk pasif karena strukturnya menjadi terlalu panjang, kaku, dan tidak lazim. Tenses tersebut adalah semua bentuk Perfect Continuous (Present, Past, Future) dan Future Continuous.
3. Kesalahan apa yang paling sering terjadi saat membuat kalimat pasif?
Kesalahan paling fatal yang sering dilakukan pemula adalah lupa menggunakan bentuk Verb 3 (Past Participle) dan salah dalam memilih To be yang sesuai dengan bentuk jamak/tunggal subjek barunya.
Dengan menguasai kunci dasar perubahan to be dan memperbanyak hafalan kosakata Verb 3, merangkai passive sentence akan terasa sangat mudah. Selamat berlatih menyusun kalimat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber