INDOZONE.ID - Coba deh kamu perhatiin sekeliling, rasanya sekarang susah banget ya nemuin anak-anak yang beneran lepas dari layar HP?
Baru juga bangun tidur yang dicari langsung gawai, mau makan pegang HP, bahkan mau tidur pun masih sempat-sempatnya scroll layar.
Padahal kalau dipikir-pikir lagi, masa kecil itu kan momen sekali seumur hidup yang mending dipakai buat lari-larian di luar, main bareng teman, dan eksplorasi hal-hal seru di dunia nyata.
Nah, melihat fenomena anak-anak yang makin lengket sama layar HP ini, pemerintah lewat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) gak mau tinggal diam gitu aja.
Pas banget di momen Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen bikin gebrakan keren buat ngajak adik-adik kita lepas sejenak dari gadget dan balik menikmati serunya main di luar.
Penasaran gimana serunya pergerakan ini? Yuk, kita bahas!
Baca juga: Viral! Anak Disabilitas Ini Telaten Jaga dan Hibur Bayi Sepupunya, Bikin Warganet Terharu
Keseruan Perayaan Di Tepi Laut Tanjungpinang
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 alias HAN 2026 kali ini dikemas beda dan terasa makin spesial.
Dilansir dari siaran pers Kemendikdasmen nomor 609/sipers/A6/VII/2026, puncak acaranya digelar hari Kamis, 23 Juli 2026.
Tempatnya juga gak main-main asyiknya, yaitu di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Bawa tema "Semua Setara Riang Bersama", acara ini bukan cuma seremoni kumpul-kumpul biasa.
Kemendikdasmen lewat Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD ingin merangkul semua pihak buat bareng-bareng memenuhi hak anak.
Mereka mau mastiin kalau semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama buat tumbuh bahagia.
Gak heran, kalau yang hadir ramai banget! Ada dari Solidaritas Perempuan untuk Indonesia atau Seruni Kabinet Merah Putih, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Lalu ada dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemprov Kepri, sampai para pelajar dari berbagai jenjang. Semua kumpul jadi satu demi ngedukung masa depan anak-anak.
Baca juga: 7 Rekomendasi Susu Pertumbuhan Anak yang Banyak Dipilih Orang Tua
Langkah Nyata Pembatasan Gawai Di Sekolah
Di momen HAN 2026 ini, ada satu poin penting yang lagi gencar-gencarnya dikampanyein, yaitu soal Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026.
Aturan ini fokus membahas soal Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Mungkin ada yang ngira aturan ini melarang anak pakai teknologi sama sekali, padahal gak gitu konsepnya.
Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, sempat meluruskan kalau kebijakan ini bukan berarti anti-teknologi, melainkan biar ada keseimbangan aja.
Tujuannya simpel tapi penting banget: biar fisik anak tetap sehat, skill bersosialisasi mereka makin terasah, dan emosinya berkembang dengan baik.
Daripada 100% waktunya habis buat natap layar, mendingan dikurangi sikit biar mereka bisa ngobrol dan main langsung sama teman-temannya di dunia nyata.
Keseruan Ruang Bermain Main Raya Anak Nusantara
Biar anak-anak gak bosan dan makin semangat lepas HP, Kemendikdasmen juga nyiapin wadah seru bernama Main Raya Anak Nusantara.
Ini tuh semacam area bermain kreatif yang ngegabungin permainan tradisional, aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), plus kegiatan petualangan di alam terbuka.
Buat adik-adik PAUD sampai SD kelas rendah, mereka diajak melakukan hal-hal asyik kaya eksplorasi alam, pura-pura jadi ilmuwan cilik, main peran, sampai bikin kincir angin dan layang-layang sendiri. Rasanya kaya main biasa, tapi tanpa sadar mereka lagi belajar banyak hal.
Sedangkan buat anak SD kelas tinggi sampai jenjang SMA, mereka diajak nostalgia bareng permainan tradisional yang mulai langka.
Ada yang main gasing, rangku alu, congklak, egrang batok, bakiak, sampai bikin perahu jong.
Selain bikin badan gerak dan sehat, permainan ini juga ngelatih mereka buat makin kompak dan akrab satu sama lain.
Baca juga: Jelang Hari Anak Nasional 2026, Melalui Jelajah SAPA Tegaskan Pentingnya Gizi Anak!
Hari Anak Nasional 2026 ini jadi tamparan manis sekaligus pengingat buat kita semua. Menjaga dan memenuhi hak anak itu bukan cuma tugas pemerintah atau guru di sekolah aja, tapi tanggung jawab kita bareng-bareng.
Main langsung di luar dan ngobrol tatap muka tetap jadi cara belajar paling ampuh buat anak-anak.
Pembatasan gawai di sekolah ini bisa jadi langkah awal yang pas banget buat ngebantu mereka balik ke pola hidup yang lebih sehat.
Yuk, kita sama-sama dukung gerakan ini! Kita ciptain lingkungan yang ramah dan aman biar anak-anak Indonesia bisa tumbuh bahagia, bebas mengeksplorasi masa kecilnya, dan siap menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siaran Pers