Kamis, 19 SEPTEMBER 2024 • 09:27 WIB

Gen Z Dicap Hobi Selingkuh, Apa Benar?

Author

Ilustrasi selingkuh.

INDOZONE.ID - Apakah mayoritas Gen Z lebih sering berselingkuh ketimbang generasi lainnya? Itu adalah topik yang memicu diskusi di publik.

Beberapa survei menunjukkan, persentase perselingkuhan di kalangan Gen Z lebih tinggi ketimbang generasi sebelumnya.

Ilustrasi selingkuh dan alasan aneh orang selingkuh. (freepik.com)

Laporan DatingAdvice menemukan, bahwa 93 persen Gen Z, yang disurvei, mengakui pernah terlibat dalam perselingkuhan, ketimbang dengan 80 persen Milenial.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, bahwa generasi muda mungkin menghadapi masalah yang lebih serius dalam kehidupan pribadi mereka, mayoritas terlibat dalam perselingkuhan.

Pakar generasi dan konsultan SDM, Bryan Driscoll, menyebut tingginya angka ini berkaitan dengan kemunculan aplikasi kencan yang pesat saat Gen Z mulai melalui masa-masa pembentukan diri.

Baca Juga: Stop Selingkuh! Kesehatan Mental Pelaku dan Korban Taruhannya

"Generasi Z dibesarkan di masa ketika teknologi dan media sosial mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk dalam urusan percintaan," ujar Driscoll kepada Newsweek.

Aplikasi kencan yang mudah diakses, memberikan kesan pilihan pasangan tidak terbatas. Alhasil, hubungan dan pasangan terasa lebih mudah digantikan.

"Berbeda dengan generasi sebelumnya yang perlu mengeluarkan waktu dan usaha untuk bertemu orang baru, Gen Z serta siapa pun yang memiliki ponsel pintar dapat menemukan calon pasangan hanya dengan menggeser layar," sambungnya.

Meskipun banyak Gen Z khawatir tentang kemungkinan diselingkuhi, tetapi mereka memilih untuk tetap diam.

Hanya 22 persen yang melaporkan berbicara langsung dengan pasangan mereka tentang kekhawatiran perselingkuhan, ketimbang 34 persen di kalangan Milenial.

Selain itu, Milenial cenderung lebih terbuka dalam mengakui perselingkuhan mereka, dengan 26 persen mengaku kepada pasangan mereka.

Sementara itu, hanya 18 persen dari Gen Z yang melakukan hal serupa. Di antara Gen Z yang pernah berselingkuh, 20 persen mengakui mereka tertangkap karena kecerobohan.

Ilustrasi selingkuh.

Studi tersebut menunjukkan, bahwa ada berbagai faktor yang dapat mengungkap perselingkuhan pasangan.

Sekitar 23 persen dari kasus perselingkuhan terungkap melalui pesan teks yang mencurigakan. Lalu, transaksi kartu yang tidak biasa mengungkapkan 16 persen pria dan 10 persen wanita berselingkuh.

Selain itu, aplikasi kencan berperan dalam mengungkap 19 persen kasus perselingkuhan di kalangan Gen Z.

Baca Juga: 4 Alasan Aneh Orang Selingkuh, Takut Putus hingga Bosan

Driscoll menyebut, kemudahan akses melalui aplikasi ini berkontribusi pada tingkat perselingkuhan yang lebih tinggi di kalangan Gen Z ketimbang generasi sebelumnya pada umur yang sama.

Pandangan Gen Z dan Milenial terkait Selingkuh

Menurut jajak pendapat pada 2023, Gen Z memiliki pandangan berbeda tentang perselingkuhan. Di antara mereka, 43 persen berpendapat perselingkuhan harus melibatkan kontak fisik untuk dianggap sah.

Sementara itu, 48 persen percaya hubungan nonfisik masih termasuk dalam kategori perselingkuhan.

Sebaliknya, di kalangan Milenial, 55 persen yakin hubungan nonfisik harus dihitung sebagai perselingkuhan.

Tingkat perselingkuhan yang lebih tinggi, dapat berdampak negatif pada kepercayaan dan komitmen dalam masyarakat, menurut Driscoll. Hal ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan, depresi, dan perasaan terisolasi di kalangan individu.

"Generasi Z juga lebih terbuka dalam membahas dan mengeksplorasi struktur hubungan yang beragam, jauh lebih terbuka daripada generasi yang lebih tua," jelas Driscoll.

Meski keterbukaan ini bisa positif, itu juga mengaburkan batasan komitmen monogami tradisional, yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Penulis: Nadya Mayangsari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Newsweek

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU