Minggu, 13 APRIL 2025 • 18:40 WIB

Seberapa Akuratkah Tes Kepribadian dengan Kenyataan Diri Kita?

Author

Ilustrasi hasil tes kepribadian (Z Creator/Maitsaa Faadhilah)

INDOZONE.ID - Tes kepribadian rasanya sudah jadi hal paling populer sekarang ini. Terlebih tawaran tesnya juga sudah berkembang dalam bentuk online, di mana setiap orang dapat mengaksesnya secara gratis hanya melalui gawai.

Tes kepribadian yang tersedia secara online salah satunya adalah tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator).

Tes ini akan memberikan hasil akhir yang menggolongkan seseorang ke 16 tipe kepribadian seperti INFP, INFJ, ESFP, ESTJ, dan lainnya.

Selain tes MBTI, ada juga tes kepribadian online yang memberikan hasilnya ke bentuk objek lain seperti binatang atau makanan, di mana sajiannya ini lebih terasa menyenangkan dan menghibur untuk diikuti.

Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya seberapa akuratnya sih tes kepribadian itu di kehidupan kita?

Baca Juga: Tes Kepribadian: Moncong atau Ekor Anjing yang Pertama Kali Kamu Lihat?

Pada dasarnya, dalam tes kepribadian akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kepribadian kita.

Banyak orang yang mencoba tes kepribadian tujuannya agar bisa kenal sama dirinya sendiri, karena hasil dari tes kepribadian yang diikuti pun juga cenderung mencerminkan apa yang sedang kita pikirkan dan rasakan pada saat itu.

Hasilnya bisa dihitung dengan cara membandingkan skor sifat kita dengan skor orang lain tanpa menggolongkannya ke jawaban benar atau salah, tapi lebih memberikan hasil yang menunjukkan perspektif unik tentang sifat-sifat kita sebagai manusia.

Untuk menjawab seberapa akurat hasil tes kepribadian, melansir dari Psychology Today, para psikometrika mengembangkan dan menggunakan alat tes psikologi yang mengukur tentang kepribadian seseorang menggambarkan kualitas tesnya dengan istilah reliabilitas dan validitas.

Ketepatan hasil tesnya mengacu pada seberapa konsistennya skor tes dari satu pengukuran ke pengukuran lain yang sifatnya tidak berubah dan validitas hasilnya mengacu pada tingkat di mana tesnya mengukur apa yang seharusnya diukur.

Skor dari berbagai tes kepribadian yang dirancang untuk mengukur sifat yang sama biasanya berkolerasi antara 0,60 dan 0,80.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Kepribadian Ternyata Bisa Diubah! Begini Caranya

Sedangkan skor laporan diri biasanya berkolerasi sekitar 0,50 dengan skor berdasarkan penilaian orang lain seperti teman atau mitra.

Semakin mirip penilaian skor dari orang lain terlepas dari jenis tes spesifik yang diikuti, semakin dapat pula membuat kita percaya dan memvalidasi hasilnya.

Hal ini dikarenakan terkadang orang lain dapat menilai kepribadian kita, karena mereka melihatnya dalam konteks luas di mana sebagai individu seseorang akan selalu terhubung dengan manusia lainnya.

Sementara timbulnya ketidakkonsistenan yang terjadi dalam hasil tes kepribadian, bisa terjadi karena mengikuti suasana hati dan keyakinan setiap orang yang dapat berubah atau teralihkan setiap waktu, terutama ketika tes kepribadian dilakukan.

Jadi kesimpulannya, mengikuti tes kepribadian secara spesifik lebih dari satu kali atau yang tersedia secara online seperti MBTI dan bentuk tes lainnya, mungkin bisa membantu kita dalam merefleksikan diri.

Namun perlu digarisbawahi untuk tidak menjadikannya sebagai hasil yang mutlak karena keakuratan tes tersebut juga dipengaruhi dari seberapa jujur diri kita saat menjawab segala bentuk pertanyaan sewaktu tes berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychology Today

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU