Kontroversi Erica Robin, Jadi Miss Universe Pakistan Pertama hingga Dianggap Hina oleh Negara Sendiri
INDOZONE.ID - Erica Robin (24) tengah menjadi sorotan publik belakangan ini.
Erica menuai kontroversi setelah memenangkan kontes Miss Universe Pakistan pertama yang diselenggarakan di Maladewa.
Bukannya mendapat perayaan atau ucapan selamat, Erica justru mendapat kritik pedas bahkan dianggap hina oleh negaranya sendiri.
Siapa Erica Robin?
Erica Robin merupakan penduduk Karachi, Pakistan. Dia memulai karir modeling profesional pada Januari 2020, menjadi model majalah, salah satunya Diva Magazine Pakistan.
Erica mengukir namanya dalam sejarah dengan memenangkan gelar Miss Universe Pakistan pertama yang didambakannya.
Erica akan mewakili Pakistan sebagai kontestan di Miss Universe global, yang akan digelar di El Salvador mendatang.
Kepada Voice of America, Erica mengatakan dia merasa memiliki tanggung jawab besar karena percaya ini akan menjadi pertama kalinya Pakistan memiliki perwakilan dalam kontes Miss Universe.
Baca Juga: Miss Universe Hapus Batasan Usia, Wanita 18 Tahun ke Atas Kini Dapat Berkompetisi
Kemenangan Erica Tuai Kontroversi
Setelah Erica dinyatakan sebagai pemenang Miss Universe Pakistan pada Kamis, 14 September 2023 lalu, sejumlah protes datang dengan cepat.
Kemenangannya itu memicu perdebatan sengit di negaranya sendiri.
Sebagai negara mayoritas muslim yang sangat konservatif, Pakistan belum pernah berpartisipasi dalam kontes Miss Universe global.
Dengan reaksi negatif terhadap kemenangan Erica Robin yang melibatkan politisi, pemimpin agama, dan bahkan perdana menteri, masih belum jelas apakah model ini akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam Global Miss Universe Pageant ke-72, yang akan diselenggarakan pada November mendatang.
Pihak-pihak yang Protes
Ulama terkemuka Taqi Usmani, dengan keras menyuarakan keprihatinannya dan menyerukan intervensi pemerintah, menuntut agar Pakistan secara resmi memisahkan diri dari kontes kecantikan tersebut.
Senator Mushtaq Ahmed Khan, seorang kritikus vokal dengan tegas menyebut partisipasi dalam kontes kecantikan sebagai hal yang memalukan bagi Pakistan, dan mendesak evalusi ulang sikap negara terhadap kontes tersebut.
Jurnalis Ansar Abbasi juga menyuarakan sentimen serupa, mempertanyakan otoritas yang memberikan izin kepada perempuan Pakistan untuk ikut serta dalam kompetisi global ini.
Tak hanya itu, Pemerintahan dari PM sementara Anwaar-ul-Haq Kakar telah memerintahkan badan intelijen negara untuk menyelidiki para penyelenggara kontes tersebut, dan bagaimana mereka dapat mengadakan kompetisi ini atas nama negara tanpa persetujuan pemerintah.
Kakar menyebut penyelenggaraan kontes di Maladewa ini sebagai tindakan memalukan dan penghinaan, serta merupakan eksploitasi terhadap wanita-wanita Pakistan.
Bagaimana Erica Terlibat dalam Kontes?
Pada bulan Maret, dilaporkan bahwa agen berbasis Dubai, Yugen Group, mengorganisir Miss Universe Pageant pertama kali dan telah mengundang aplikasi dari wanita-wanita Pakistan.
Menurut laporan, agensi ini juga memiliki waralaba Miss Universe Bahrain dan Miss Universe Mesir.
Erica diperkirakan mengikuti ajang ini melalui agensi tersebut hingga melesat dan dinyatakan layak untuk tampil di ajang Miss Universe Global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber