Aktor senior Tio Pakusadewo kembali diamankan polisi terkait kasus penyalahgunaan narkotika. Untuk kasus terbaru ini, polisi menyita narkotika jenis ganja seberat 18 gram.
Selain Tio, Polda Metro Jaya menangkap pemain sinetron Ganteng-ganteng Serigala bernama Reza Alatas. Dari hasil cek urine tersangka, ternyata tersangka positif tiga jenis narkotika.
"Yang bersangkutan positif metamfetamin, amfetamin dan benzo. Hasil sementara tiga positif ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/4/2020).
Kemudian, Polres Metro Jakarta Barat menciduk pesinetron Mermaid In Love bernama Naufal Samudra Weichert (20) atas penyalahgunaan narkotika jenis canabinoit sintetis di dalam kemasan liquid vape.
Melihat public figure diamankan dalam waktu berdekatan, tentu membuat publik bertanya kenapa mereka memakai narkotika dan obat-obatan terlarang.
Jawabannya adalah karena narkotika memberikan sensasi rasa senang dalam waktu singkat. Hal ini membuat pengguna narkoba ketagihan dan berkali-kali ingin mengulangi hal yang sama.
Psikolog anak dan keluarga, Samanta Ananta, M.Psi menjelaskan, hal ini terkait dengan hormon dopamine yang mengatur rasa bahagia dan memberi efek menyenangkan serta santai di otak.
Narkoba mampu merangsang otak untuk mengeluarkan hormon dopamin dalam jumlah banyak, dan rasa bahagia inilah yang dikejar oleh pengguna narkoba.
"Individu yang kecanduan narkoba sudah merasakan mendapatkan penghargaan lebih cepat dari hasil penggunaan narkoba dibanding rewards yang dilakukan secara alamiah," kata Samanta, Selasa (14/4/2020), dilansir dari Antara.
Ketika memakai narkoba, sensasi menyenangkan bisa langsung dirasakan secara mudah dan instan dalam hitungan menit.
Jika ingin meningkatkan kadar dopamin secara alami, maka butuh usaha dan proses yang tidak sebentar. Contohnya dengan cara berolahraga teratur, tidur cukup, atau mendengarkan musik.
Sementara itu, menurut psikolog klinis Hersa Aranti, M.Psi, pengguna narkoba memang bisa merasa rindu mengonsumsi zat terlarang tersebut.
"Narkoba itu punya sifat habitual, bikin pemakainya selalu teringat dan terbayang, membuat mereka rindu perasaan saat memakai narkoba," kata Hersa menjelaskan.
Sifat candu dalam narkoba juga membuat penggunanya sulit untuk berhenti karena muncul rasa ingin mengonsumsi secara terus-menerus.
Apalagi, saat berhenti mengonsumsi narkoba maka akan muncul efek rasa sakit luar biasa sehingga pengguna membutuhkan lagi narkoba.
"Sifat lainnya adalah toleran, tubuh orang yang pakai narkoba lama kelamaan 'menyatu' dengan narkoba, sehingga menuntut orang itu untuk pakai dosis lebih tinggi," lanjut dia.
Saat dosis yang sama takkan terasa, pengguna didorong untuk mengonsumsi dengan dosis yang lebih banyak seiring berjalannya waktu. Hal ini bisa berujung pada overdosis bila sudah melampaui toleransi tubuh.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: