INDOZONE.ID - Dalam kehidupan modern saat ini, banyak dari kita cenderung memiliki jadwal tidur yang tidak teratur. Bekerja larut malam, menonton televisi, atau berselancar di internet dapat mengganggu pola tidur alami tubuh kita.
Namun, tahukah kamu bahwa tidur larut malam tidak hanya memengaruhi kualitas tidur kita, tetapi juga dapat berdampak pada berat badan?
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa tidur larut malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan bagaimana hal ini dapat memengaruhi kesehatan tubuh kita.
Baca Juga: Jangan Takut Gemuk Makan Tengah Malam, Ini Makanan Tak Buat Gemuk
1. Gangguan Metabolisme
Tidur memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika tidur, tubuh kamu tetap aktif dalam memproses energi dan mengatur hormon. Namun, tidur larut malam dapat mengganggu ritme alami metabolisme ini.
Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering tidur larut malam cenderung memiliki metabolisme yang lambat, yang berarti tubuh mereka tidak membakar kalori dengan efisien seperti yang seharusnya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa partisipan yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidur delapan jam per malam.
2. Konsumsi Makanan Tambahan
Selain mengganggu metabolisme, tidur larut malam juga dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan tambahan.
Ketika terjaga pada malam hari, kamu cenderung merasa lapar atau menginginkan makanan yang tinggi kalori. Ini terjadi karena gangguan pada hormon yang mengatur nafsu makan seperti ghrelin dan leptin.
Ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan, cenderung lebih tinggi pada orang yang kurang tidur, sementara kadar leptin, hormon yang membuat Anda merasa kenyang, cenderung lebih rendah.
Akibatnya, kamu mungkin merasa lebih lapar dan cenderung makan lebih banyak ketika tidur larut malam, yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
3. Kurangnya Aktivitas Fisik
Tidur larut malam juga dapat mengurangi motivasi dan energi untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Ketika kurang tidur, tubuh kamu cenderung merasa lelah dan lesu, yang membuat kurang termotivasi untuk bergerak.
Selain itu, jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat mengganggu pola latihan yang konsisten. Akibatnya, kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh dan peningkatan berat badan.
4. Kualitas Tidur yang Buruk
Tidur larut malam cenderung mengganggu kualitas tidur kamu secara keseluruhan. Meskipun mungkin terjaga selama waktu yang sama dengan orang yang tidur pada waktu yang tepat, tidur pada waktu yang tidak tepat dapat mengganggu siklus tidur alami tubuh kamu.
Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan peningkatan stres dan ketegangan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kadar hormon seperti kortisol yang terkait dengan pengaturan berat badan.
Baca Juga: Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang, Baik untuk Kesehatan
Selain itu, tidur yang tidak cukup atau tidur yang terganggu juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk pulih setelah aktivitas fisik, yang dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membakar kalori dengan efisien.
Writer: Victor Median
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hello Sehat