Masuk angin dan angin duduk adalah dua gangguan kesehatan yang berbeda tingkat bahayanya. Sayangnya, masyarakat awam menganggap dua kondisi ini sama dan tidak berbahaya.
Hal ini harus diluruskan supaya masyarakat tidak meremehkan angin duduk. Sebab, faktanya, angin duduk adalah penyakit yang mempengaruhi jantung dan bisa menyebabkan serangan jantung hingga kematian dalam waktu singkat. Maka dari itu, penting untuk mengetahui perbedaan masuk angin dan angin duduk.
Masuk Angin
Terdapat perbedaan antara anggapan masyarakat dan dunia medis terkait masuk angin. Umumnya, masyarakat mempercayai masuk angin adalah kondisi ketika terlalu banyak angin yang masuk ke tubuh sehingga menimbulkan dingin dan rasa tidak nyaman secara fisik.
Baca Juga: Musim Hujan Rentan Masuk Angin? Coba Pakai Obat-obat Tradisional yang Gampang Ditemukan di Dapur Ini
Penyebab anggapan ini muncul karena gejala masuk angin terjadi setelah penderita kehujanan atau terpapar angin. Rasa tidak enak tersebut meliputi perut mulas, demam, sakit kepala, dan pegal linu.
Sementara itu, menurut penjelasan medis, anggapan tersebut salah. Dalam dunia medis, masuk angin hanyalah anggapan masyarakat yang diberikan untuk menyebutkan gejala flu, batuk, dan pilek.
Gejala yang oleh masyarakat disebut masuk angin ini, biasanya muncul saat masa inkubasi penyakit flu. Dapat disimpulkan, dalam dunia medis, masuk angin adalah sebagai common cold atau flu saja.
Baca Juga: Ternyata Masuk Angin Akar Masalahnya dari Gangguan Lambung, Kok Bisa?
Masuk angin adalah gangguan kesehatan yang sangat umum terjadi, dan boleh dibilang gangguan kesehatan yang tidak begitu serius. Beberapa gejala masuk angin antara lain:
- Demam
- Pegal-pegal
- Sakit kepala
- Nyeri otot dan sendi
- Badan terasa tidak enak
- Panas dingin atau meriang
- Tidak nafsu makan
- Sering buang angin dan berbau
- Diare
Angin Duduk
Angin duduk adalah kondisi ketika berkurangnya aliran darah ke jantung. Kondisi ini termasuk gejala penyakit arteri koroner. Angin duduk dibedakan menjadi dua, yaitu angina stabil dan angina duduk tidak stabil.
Baca Juga: Sering Dilakuin Orang Dewasa, Aman Enggak Sih Bayi Kerokan Pas Lagi Masuk Angin?
Angina stabil terjadi setelah melakukan aktivitas fisik berat atau saat stress. Gejala angina stabil seringnya berlangsung hanya dalam hitungan menit dan hilang ketika beristirahat. Semenara itu, angina tidak stabil terjadi ketika sedang tidak banyak aktivitas. Angina tidak stabil menimbulkan rasa nyeri yang sangat kuat dan bertahan lama, serta muncul lagi setelah menghilang. Angina tidak stabil ini bisa menjadi pemberitahuan, bahwa akan terjadi serangan jantung.
Lalu, gejala angin duduk antara lain:
Gejala Utama
- Rasa nyeri di dada
- Rasa tertekan di dada
- Dada terasa berat atau sesak
- Nyeri di lengan, leher, punggung, rahang, atau bahu
Gejala Lain
- Mual
- Pusing
- Kelelahan
- Sesak napas
- Berkeringat
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Masuk Angin, Ampuh Redakan Mual dan Perut Kembung!
Melihat perbedaan antara masuk angin dan angin duduk, seharusnya masyarakat memahami betapa bahayanya angin duduk. Segera kunjungi dokter jika merasakan gejala angin duduk, terlebih angina tidak stabil, supaya segera mendapatkan pertolongan dari dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Halodoc, Jurnal Masuk Angin Dalam Konteks Kosmologi Jawa