Rabu, 03 JULI 2024 • 17:20 WIB

6 Mitos dan Fakta tentang Mimisan yang Paling Umum

Author

Wanita yang sedang mengalami mimisan (freepik.com)

INDOZONE.ID - Mimisan adalah masalah umum yang sering menimbulkan kekhawatiran, terutama karena banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat.

Artikel ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami lebih dalam tentang kondisi ini dengan mengungkap fakta yang sebenarnya.

Berikut 6 mitos dan fakta tentang mimisan yang paling umum.

Mitos 1: Mimisan Disebabkan oleh Pendarahan di Dalam Otak

Mitos mimisan, yakni mimisan disebabkan oleh pendarahan di dalam otak. (freepik.com)

Fakta: Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa mimisan berasal dari pendarahan di dalam otak.

Namun, sebenarnya titik pendarahan biasanya terletak di dalam hidung, baik dari bagian depan (anterior) maupun belakang (posterior).

Baca Juga: 11 Cara Mudah Mencegah Mimisan, Salah Satunya Berhenti Merokok!

Mimisan terjadi karena pembuluh darah di dalam hidung yang rentan pecah atau robek saat terlalu kering atau terluka. Ini merupakan kondisi lokal yang tidak berhubungan langsung dengan otak.

Mitos 2: Mimisan Bersifat Penyakit Keturunan

Mitos mimisan bersifat keturunan. (freepik.com)

Fakta: Beberapa orang berpikir bahwa mimisan dapat diturunkan secara genetik. Secara teknis, mimisan bersifat bukan berasal dari keturunan.

Namun, anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan yang sama, seperti tempat yang panas, kering, dan berdebu, mungkin lebih rentan mengalami mimisan karena kondisi lingkungan yang sama.

Mitos 3: Kelembapan dan Makanan Pedas dapat Menyebabkan Mimisan

Mitos mimisan, makanan pedas dapat menyebabkan mimisan. (freepik.com)

Fakta: Terkadang terdapat kepercayaan bahwa kelembapan rendah atau makanan pedas yang dianggap 'panas', dapat menyebabkan mimisan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mimisan lebih sering terjadi pada cuaca panas, kering, atau berkabut.

Lingkungan yang kering dapat menyebabkan pengeringan lapisan dalam hidung dan rentan terhadap keretakan atau robek, yang kemudian dapat menyebabkan mimisan.

Mitos 4: Keparahan Mimisan Ditentukan oleh Jumlah Darah yang Keluar

Mitos mimisan, yakni keparahan mimisan ditentukan oleh jumlah darah yang keluar dari hidung. (freepik.com)

Fakta: Sebagian orang mungkin menganggap bahwa semakin banyak darah yang keluar saat mimisan, semakin parah kondisinya. Namun, jumlah darah yang keluar bukanlah penentu utama keparahan mimisan.

Apabila seseorang sering mengalami mimisan, meskipun dengan jumlah darah yang sedikit, sebaiknya dievaluasi lebih lanjut oleh dokter untuk memastikan tidak ada kondisi yang lebih serius seperti tumor hidung atau gangguan pembekuan darah.

Mitos 5: Tekanan Darah Tinggi Menyebabkan Mimisan

Mitos mimisan, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan mimisan (freepik.com)

Fakta: Mitos ini menyebutkan bahwa hipertensi dapat menyebabkan mimisan. Namun, sebenarnya hipertensi tidak secara langsung menyebabkan mimisan.

Orang yang menggunakan obat-obatan hipertensi mungkin lebih rentan mengalami pendarahan hidung karena efek penipisan darah dari obat tersebut.

Baca Juga: 14 Penyebab Mimisan Paling Umum dan Jenisnya

Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami mimisan yang sering, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penyesuaian jenis atau dosis obat hipertensi yang tepat.

Mitos 6: Mimisan Selama Kehamilan Merupakan Hal yang Perlu Dikhawatirkan

Mitos mimisan, mengalami mimisan selama kehamilan perlu dikhawatirkan. (freepik.com)

Fakta: Mimisan merupakan bagian normal dari kehamilan, karena perubahan hormonal yang terjadi.

Ini tidak berdampak buruk pada bayi atau ibu hamil, meskipun dapat menyebabkan kecemasan yang berlebihan.

Kondisi emosional yang meningkat, seperti stres, juga dapat mempengaruhi terjadinya mimisan karena peningkatan sirkulasi darah di sekitar tubuh dan wajah.

Demikian beberapa penjelasan mengenai mitos dan fakta tentang mimisan yang paling umum.

Dengan memahami fakta dan mitos tentang mimisan, kita dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mengelola kondisi ini dengan lebih efektif.

Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kelembapan hidung dengan menggunakan pelembab udara, menghindari kebiasaan meniup hidung terlalu keras, dan menghindari paparan lingkungan yang kering, dapat membantu mengurangi risiko mimisan.

Jika kamu mengalami mimisan yang sering atau memiliki kekhawatiran kesehatan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut.

Dengan perawatan yang tepat, mimisan dapat dicegah dengan baik untuk menjaga kesehatan hidung yang optimal.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Assunta.com.my

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU