Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
INDOZONE.ID - Urine adalah salah satu indikator kesehatan yang sangat penting. Warna urine bisa memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan seseorang, termasuk anak-anak.
Perubahan warna urine dapat disebabkan oleh makanan, obat-obatan, atau masalah kesehatan tertentu.
Warna Urine dan Penyebabnya
1. Urine Merah atau Merah Muda
Urine yang berwarna merah atau merah muda tidak selalu menandakan masalah kesehatan yang serius. Beberapa penyebab umum dari urine berwarna merah atau merah muda adalah:
Darah: Masalah kesehatan seperti pembesaran prostat, tumor non-kanker, batu ginjal, dan kista bisa menyebabkan darah dalam urine. Kanker tertentu juga bisa menyebabkan urine berdarah. Olahraga berat seperti lari jarak jauh juga bisa menyebabkan pendarahan ini.
Makanan: Buah bit, blackberry, dan rhubarb dapat membuat urine berwarna merah atau merah muda.
Obat-obatan: Obat untuk tuberkulosis seperti rifampin, dan obat untuk nyeri saluran kemih seperti phenazopyridine, dapat membuat urine berwarna merah-oranye. Obat sembelit yang mengandung senna juga bisa menyebabkan perubahan warna ini.
2. Urine Oranye
Urine berwarna oranye bisa disebabkan oleh:
Obat-obatan: Phenazopyridine dan beberapa obat sembelit dapat membuat urine berwarna oranye. Sulfasalazine, obat yang mengurangi pembengkakan dan iritasi, juga bisa membuat urine terlihat oranye.
Vitamin: Beberapa vitamin seperti A dan B-12 dapat membuat urine berwarna oranye atau kuning-oranye.
Masalah Kesehatan: Urine oranye bisa menjadi tanda masalah dengan hati atau saluran empedu, terutama jika disertai dengan tinja berwarna terang. Dehidrasi juga bisa membuat urine terlihat oranye.
3. Urine Biru atau Hijau
Urine berwarna biru atau hijau bisa disebabkan oleh:
Pewarna: Beberapa pewarna makanan yang berwarna cerah bisa menyebabkan urine berwarna hijau. Pewarna yang digunakan untuk beberapa tes ginjal dan kandung kemih bisa membuat urine berwarna biru.
Obat-obatan: Obat antidepresan seperti amitriptyline bisa membuat urine terlihat hijau-biru. Obat untuk ulkus dan refluks asam seperti cimetidine, serta pil air seperti triamterene, juga bisa membuat urine berwarna hijau-biru.
Masalah Kesehatan: Penyakit langka yang disebut familial benign hypercalcemia bisa menyebabkan urine anak-anak berwarna biru. Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh jenis bakteri tertentu juga bisa membuat urine berwarna hijau.
4. Urine Cokelat Tua atau Berwarna Cola
Urine berwarna cokelat tua bisa disebabkan oleh:
Makanan: Mengonsumsi banyak kacang fava, rhubarb, atau aloe bisa menyebabkan urine berwarna cokelat tua.
Obat-obatan: Beberapa obat yang bisa menggelapkan urine termasuk chloroquine dan primaquine, yang digunakan untuk mengobati dan mencegah malaria. Antibiotik seperti metronidazole dan nitrofurantoin, serta obat sembelit yang mengandung senna, juga bisa menyebabkan urine berwarna cokelat tua.
Masalah Kesehatan: Beberapa gangguan hati dan ginjal serta beberapa infeksi saluran kemih bisa membuat urine berwarna cokelat tua. Pendarahan dalam tubuh yang disebut perdarahan juga bisa menyebabkan urine berwarna cokelat. Kelompok penyakit yang mempengaruhi kulit atau sistem saraf yang disebut porfiria juga bisa menyebabkan urine berwarna cokelat.
5. Urine Keruh atau Berawan
Urine yang keruh atau berawan bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Jika urine anak Anda terlihat keruh atau berawan secara konsisten, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Faktor Risiko
Perubahan warna urine yang tidak disebabkan oleh makanan atau obat-obatan bisa disebabkan oleh masalah kesehatan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi warna urine adalah:
1. Usia
Tumor kandung kemih dan ginjal, yang bisa menyebabkan darah dalam urine, lebih umum terjadi pada orang yang lebih tua. Pria yang berusia lebih dari 50 tahun kadang-kadang memiliki darah dalam urine karena pembesaran kelenjar prostat.
2. Riwayat Keluarga
Jika ada anggota keluarga Anda, seperti orang tua, saudara kandung, atau kakek-nenek, yang memiliki penyakit ginjal atau batu ginjal, Anda juga lebih mungkin mengalaminya. Kedua kondisi ini bisa menyebabkan darah dalam urine.
3. Olahraga Berat
Pelari jarak jauh paling berisiko, tetapi siapa pun yang berolahraga keras bisa memiliki darah dalam urine.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayoclinic