INDOZONE.ID - Epilepsi, atau yang dikenal juga sebagai gangguan kejang, adalah kondisi otak yang menyebabkan kejang berulang.
Pada beberapa orang, penyebabnya dapat diidentifikasi, sementara yang lain, penyebabnya tidak diketahui.
Berikut beberapa penjelasan mengenai gejala dan jenis epilepsi, salah satunya pandangan kosong.
Gejala Epilepsi
Gejala epilepsi dapat bervariasi secara luas. Beberapa orang mungkin kehilangan kesadaran saat epilepsi, sementara yang lain tidak.
Ada yang hanya menatap kosong selama beberapa detik, sementara yang lain mengalami gerakan tubuh berulang seperti kedutan lengan atau kaki.
Baca Juga: Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama pada Pasien Epilepsi
Penting untuk dicatat bahwa memiliki satu kali epilepsi tidak berarti seseorang memiliki epilepsi.
Epilepsi didiagnosis jika seseorang mengalami setidaknya dua kali epilepsi tanpa pemicu yang jelas dengan selang waktu minimal 24 jam.
Tanda Peringatan Epilepsi
Pada beberapa orang dengan epilepsi fokal, ada tanda-tanda peringatan yang muncul sebelum epilepsi dimulai, yang disebut aura.
Aura bisa berupa perasaan di perut, emosi seperti ketakutan, rasa deja vu, atau perubahan sensori seperti rasa atau bau tertentu.
Beberapa orang mungkin melihat cahaya berkedip, warna, atau bentuk tertentu, dan bahkan mengalami halusinasi.
Jenis Epilepsi
Epilepsi dibagi menjadi dua kategori berdasarkan aktivitas otak yang menyebabkan epilepsi: epilepsi fokal dan epilepsi umum.
Epilepsi Fokal
1. Epilepsi Fokal Tanpa Kehilangan Kesadaran
Epilepsi ini tidak menyebabkan kehilangan kesadaran. Gejalanya mungkin melibatkan perubahan emosi atau perubahan cara melihat, mencium, merasa, atau mendengar sesuatu. Beberapa orang mungkin mengalami deja vu atau gerakan tubuh yang tidak terkendali.
Baca Juga: Obat Epilepsi Genetik Marinus Memenuhi Tujuan Utama Studi Pada Tahap Akhir
2. Epilepsi Fokal dengan Kesadaran Terganggu
Epilepsi ini melibatkan perubahan atau kehilangan kesadaran. Seseorang mungkin terlihat seperti sedang bermimpi, menatap kosong, atau melakukan gerakan berulang seperti menggosok tangan atau mengunyah.
Epilepsi Umum
1. Epilepsi Absans
Epilepsi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan menatap kosong dengan atau tanpa gerakan tubuh halus seperti berkedip mata atau mengatupkan bibir.
2. Epilepsi Tonik
Epilepsi ini menyebabkan otot menjadi kaku dan biasanya mempengaruhi otot punggung, lengan, dan kaki, sehingga menyebabkan orang jatuh.
3. Epilepsi Atonik
Juga dikenal sebagai epilepsi jatuh, menyebabkan hilangnya kontrol otot, sering kali mempengaruhi kaki sehingga menyebabkan jatuh mendadak.
4. Epilepsi Klonik
Epilepsi ini terkait dengan gerakan otot berulang atau berirama dan biasanya mempengaruhi leher, wajah, dan lengan.
5. Epilepsi Mioklonik
Epilepsi ini biasanya muncul sebagai sentakan atau kedutan tiba-tiba yang mempengaruhi tubuh bagian atas, lengan, dan kaki.
6. Epilepsi Tonik-Klonik
Ini adalah jenis epilepsi yang paling dramatis, menyebabkan hilangnya kesadaran tiba-tiba serta kekakuan dan kedutan tubuh.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera cari bantuan medis jika terjadi hal-hal berikut saat epilepsi:
- Epilepsi berlangsung lebih dari lima menit.
- Pernapasan atau kesadaran tidak kembali setelah epilepsi berhenti.
- Epilepsi kedua terjadi segera setelah yang pertama.
- Anda mengalami demam tinggi.
- Anda sedang hamil.
- Anda memiliki diabetes.
- Anda cedera selama epilepsi.
- Anda terus mengalami epilepsi meskipun sudah minum obat anti-epilepsi.
Penyebab Epilepsi
Pada sekitar setengah dari penderita epilepsi, penyebabnya tidak dapat diidentifikasi.
Pada separuh lainnya, epilepsi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengaruh genetik, trauma kepala, faktor di otak seperti tumor otak, infeksi, cedera sebelum lahir, dan kondisi perkembangan.
Pemicu Epilepsi
Epilepsi dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan seperti alkohol, lampu berkedip, hingga penggunaan narkoba ilegal.
Bisa juga karena melewatkan dosis obat anti-epilepsi, kurang tidur, perubahan hormon selama siklus menstruasi, stres, dehidrasi, dan melewatkan makan.
Faktor Risiko Epilepsi
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko epilepsi termasuk usia, riwayat keluarga, cedera kepala, stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya, demensia, infeksi otak, dan epilepsi saat masa kanak-kanak.
Komplikasi Epilepsi
Mengalami epilepsi pada waktu tertentu bisa berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain.
Komplikasi termasuk jatuh, tenggelam, kecelakaan mobil, gangguan tidur, komplikasi kehamilan, kehilangan ingatan, dan masalah kesehatan emosional seperti depresi, kecemasan, serta pikiran atau perilaku bunuh diri.
Demikian beberapa penjelasan mengenai gejala dan jenis epilepsi, salah satunya pandangan kosong.
Epilepsi adalah kondisi yang kompleks dan bervariasi, namun dengan penanganan yang tepat, banyak orang dengan epilepsi dapat hidup dengan baik.
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala epilepsi, penting untuk mencari bantuan medis untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayoclinic.org