Minggu, 27 OKTOBER 2024 • 08:15 WIB

Sebahaya Itu, Jamur di Dinding Rumah Bisa Sebabkan Pneumonia Pada Anak, Lho!

Author

 

Ilustrasi jamur yang ada di dinding rumah karena suhu lembab.

INDOZONE.ID - Keberadaan jamur di dinding rumah, rupanya punya dampak buruk bagi kesehatan, terutama pada anak-anak. Terlebih, kondisi rumah yang lembab terutama area seperti kamar mandi, dapur, atau ruangan dengan ventilasi yang kurang.

Dokter Spesialis Anak, Ardi Santoso, mengatakan, spora jamur yang terlepas ke udara, dapat terhirup dan menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Hal ini bisa terjadi jika kondisi dinding di rumah terdapat jamur yang bersarang.

Bahaya Spora Jamur pada Anak-anak

Menurut Ardi, salah satu tanda yang harus diwaspadai orang tua yakni, jika anak mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh. Bahkan, kondisi itu semakin parah terjadi saat malam hari.

“Anak yang sering terpapar spora jamur ini, dapat mengalami batuk berulang, karena iritasi saluran pernapasan,” ucap Ardi, dikutip dari video yang diunggah ke akun Instagram miliknya.

“Saat malam ketika suhu udara lebih rendah dan kelembaban tinggi, spora-spora itu akan terbang dan terhirup di pernapasan. Sehingga, batuknya semakin menjadi-jadi,” sambungnya.

Baca Juga: Pneumonia Sama dengan Bronkitis? Ini 10 Mitos dan Fakta yang Sering Beredar di Masyarakat

Ardi menyapaikan, bahaya lain yang bisa dialami jika ada jamur di dinding rumah yaitu, anak-anak jadi semakin rentan terhadap penyakit pneumonia.

“Pada kasus yang lebih serius, jamur dapat memicu peradangan di paru-paru yang menyebabkan infeksi seperti pneumonia,” katanya.

Ilustrasi balita yang sedang batuk.

Sementara bagi anak-anak yang memiliki riwayat asma, jamur di dinding rumah bisa memperburuk kondisi sang buah hati. Apalagi, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih belum kuat.

“Anak-anak terutama yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, rentan terhadap infeksi ini. Selain itu, bagi anak yang memiliki riwayat asma, jamur dapat memperburuk gejala asma, dengan menyebabkan sesak napas, dan serangan asma yang lebih sering,” ujarnya.

Solusi dan Pencegahan

Demi menghambat atau mencegah pertumbuhan jamur di dinding rumah, orang tua sebaiknya rajin melakukan bebersih rumah. Selain itu, pastikan rumah memiliki ventilasi yang cukup, agar ruangan tidak lembab.

“Pastikan ventilasi yang baik agar pertumbuhan jamur bisa dicegah, dan anak-anak terlindungi dari risiko kesehatan yang lebih serius,” tutur Ardi.

Baca Juga: Penting! Imunisasi PCV Cegah Pneumonia pada Anak

Orang tua, kata Ardi, juga perlu rutin melakukan mengecekan suhu rumah dengan termometer ruangan, agar bisa mengetahui kelembaban udaranya.

“Pantau suhu udara ruangan dengan termometer ruangan yang ada pengatur kelembabannya. Dan pastikan kelembabannya terjaga di antara 40-50 persen,” ucapnya.

Ilustrasi spora jamur yang dapat menyebabkan anak pneumonia hingga sesak napas.

Tidak hanya itu, Ardi juga menyarankan untuk membersihkan kipas angin atau AC secara berkala. Hal itu, untuk menghindari timbulnya jamur akibat ruangan yang lembab.

“Jika menggunakan kipas angin atau AC, jangan lupa dibersihkan setiap dua minggu, dan service-nya setiap tiga bulan,” katanya.

Namun, bagi kamu yang rumahnya sudah terlanjur menjadi sarang jamur, alangkah baiknya segera direnovasi. Sebab, langkah itu dilakukan agar jamur bisa segera hilang, dan tidak semakin banyak menyebar di dinding rumah.

“Karena sudah terlanjur berjamur, dibongkar semua, ganti dengan yang baru, dicat dengan cat yang ramah lingkungan sama anak. Kalau punya air purifier, pilih yang sudah ada dehumidifier-nya,” imbuh Ardi.

Jadi, coba lakukan pengecekan suhu kelembaban udara di rumah kamu, ya. Jika terdapat jamur di dinding, harap untuk segera dibasmi, demi kesehatan sang buah hati!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/ardisantoso

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU