PAPDI umumkan pembaruan rekomendasi jadwal vaksin.
INDOZONE.ID - Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru yang disebabkan oleh patogen (bakteri, virus dan jamur) dan menyerang bagian kantung udara di paru-paru yang menyebabkan peradangan sehingga membuat oksigen sulit masuk ke dalam aliran darah.
Pneumonia dapat menyerang semua golongan umur dan lebih rentan pada anak-anak dan lansia. Penyakit ini memiliki tingkat keparahan tertinggi - Crude Fatality Rate (CFR) tertinggi dibandingkan penyakit lain di Indonesia di 2010.
Insiden Pneumonia ditemukan sebanyak 1.526 per 100.000 total pasien di rumah sakit. Insiden 2x lipat pada komunitas dan dapat menyebabkan keparahan jika tidak ditangani dengan benar.
Baca Juga: Ini Gejala yang Dikeluhkan Pasien Mycoplasma Pneumonia di Jakarta
Beban biaya perawatan rata-rata untuk pneumonia diperkirakan sebesar USD 1,208 (~19 juta) per pasien dengan lama perawatan rata rata ~6.1 hari.
Di Indonesia saat ini, pneumonia merupakan salah satu dari sepuluh penyebab utama rawat inap, dengan biaya rata-rata lebih dari 18 juta rupiah untuk masa perawatan selama enam hari.
Kasus pneumonia meningkat seiring bertambahnya usia. Orang dewasa berusia 18-64 tahun dengan latar belakang medis atau faktor risiko tertentu memiliki risiko meningkat terhadap penyakit pneumokokus dibandingkan dengan dewasa sehat di usia yang sama.
Sedangkan dewasa sehat usia 65 ke atas memiliki risiko meningkat terhadap penyakit pneumokokus dibandingkan dengan dewasa muda berusia 18–64 tahun.
Faktor risiko pneumonia, termasuk:
a) Asma: 4x risiko
b) Diabetes mellitus: 4x risiko
c) Penyakit jantung kronis: 4x risiko
d) Merokok: 5x risiko
e) Konsumsi alkohol: 8x risiko
f) Penyakit hati kronis: 9x risiko
g) Penyakit paru-paru kronis: 10x risiko
h) Hidup dengan HIV: 17x risiko
i) Kondisi imunokompromi: 9x risiko
"Ada berbagai faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya pneumonia pada dewasa, seperti faktor umur, pekerjaan, gaya hidup, kondisi kesehatan, atau karena bepergian. Risiko pneumonia juga semakin tinggi apabila memiliki kondisi medis tertentu. Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa vaksinasi pneumonia pada orang dewasa dapat membantu menurunkan risiko dari penyakit berbahaya ini. Selain mencegah pneumonia, vaksinasi PCV juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit lain, seperti radang selaput otak (meningitis), infeksi darah (bakteremia) dan radang telinga (otitis) yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus," jelas anggota Bidang Pengembangan Profesi dan Penelitian PAPDI, dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P, FINASIM, KIC.
Salah satu penyebab penting dari penyakit Pneumonia yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus), memiliki lebih dari 100 serotipe dan beberapa di antaranya menyebabkan infeksi parah seperti Serotipe 3, 22F, dan 33F.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pun memperbarui rekomendasi jadwal vaksinasi dewasa untuk tahun 2024 dengan menambahkan vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15).
Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi dan anak-anak dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diberikan kepada dewasa guna memberikan perlindungan terhadap 15 serotipe bakteri pneumokokus.
Penambahan vaksin PCV15 ini menjadikan total 22 jenis vaksin yang direkomendasikan oleh PAPDI bagi dewasa mulai dari usia 18 tahun hingga lansia.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.
Berdasarkan informasi dari BPJS, pneumonia juga merupakan penyakit dengan biaya pengobatan tertinggi.
Oleh karena itu, salah satu langkah yang krusial untuk mengurangi tingkat kasus pneumonia dan mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi PCV.
"Sebelumnya, PAPDI telah merekomendasikan vaksinasi PCV13 pada usia 18 tahun ke atas dan PPSV23 pada usia 50 tahun ke atas. Dengan disetujuinya penggunaan PCV15 oleh BPOM pada Juni 2023 dan melihat beban penyakit pneumonia di Indonesia, Satgas Dewasa menambahkan PCV15 dalam Rekomendasi Vaksin Dewasa PAPDI 2024 untuk usia 18 tahun ke atas. Rekomendasi ini diberikan berdasarkan hasil studi terhadap kemanjuran dari berbagai penelitian yang membuktikan vaksin PCV15 menunjukan pembentukan antibodi yang baik pada orang dewasa dan lansia," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, FINASIM.
Dalam konteks perjalanan seperti mudik dan perjalanan internasional seperti Umroh dan Haji, penting untuk mendapatkan vaksinasi pneumonia sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga: Tak Hanya di China, Ledakan Kasus Pneumonia Juga Terjadi di Belanda
Penasihat Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI, FINASIM, merekomendasikan setidaknya satu dosis vaksin PCV bagi mereka yang akan melakukan perjalanan tersebut, untuk melindungi dari risiko pneumonia yang sering ditemukan selama musim Haji.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan, BMC Health Services Research