INDOZONE.ID - Tubuh dapat diibaratkan sebagai sebuah sistem yang sempurna. Sebab, tubuh selalu memberi tahu kita apa yang sedang terjadi.
Rasa nyeri dari tubuhmu merupakan peringatan, bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Namun, menurut penilitian, wanita ternyata lebih rentan mengalami nyeri ketimbang pria.
Perlu diketahui, faktor-faktor biologis pun diyakini menyebabkan kondisi ini. Lantas mengapa demikian?
Nah, INDOZONE akan membeberkan, penjelasan para ahli mengenai wanita lebih rentan mengalami nyeri ketimbang pria.
Mengapa Wanita Lebih Rentan Mengalami Nyeri?
Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Anaesthesia di 2013, mengungkapkan pria dan wanita merasakan nyeri dengan cara berbeda.
Wanita cenderung memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap nyeri dan lebih berisiko mengalami nyeri kronis.
Ahli kesehatan, dr. Dipali Patel, menyebutkan faktor biologis, khususnya perubahan hormon, memainkan peran penting dalam persepsi nyeri.
Perubahan kadar estrogen, terutama selama menstruasi, kehamilan, dan menopause, dapat mempengaruhi sensitivitas terhadap nyeri.
Pada fase luteal siklus menstruasi, kadar estrogen yang lebih rendah dikaitkan dengan meningkatnya sensitivitas terhadap nyeri, yang menyebabkan migrain atau nyeri panggul.
Sebaliknya, kadar estrogen yang tinggi dapat membantu tubuh mengurangi sensasi nyeri.
Kondisi Nyeri yang Sering Dialami Wanita
Beberapa kondisi nyeri lebih sering dialami wanita ketimbang pria karena faktor hormonal, genetik, dan anatomi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Migrain
Gangguan neurologis ini menyebabkan sakit kepala sedang hingga parah, sering dipicu oleh perubahan kadar hormon.
- Endometriosis dan Dismenore
Kondisi ini menyebabkan nyeri panggul hebat karena pertumbuhan jaringan abnormal di luar rahim atau nyeri menstruasi yang intens.
Baca Juga: Benarkah Pisang Dapat Mengurangi Nyeri Haid? Ini Faktanya
- Fibromyalgia
Gangguan yang ditandai dengan nyeri otot dan sendi secara menyeluruh, lebih umum terjadi pada wanita karena perbedaan dalam persepsi nyeri.
- Osteoartritis
Umumnya terjadi setelah menopause akibat perubahan hormon yang memengaruhi kesehatan sendi.
- Penyakit Autoimun
Penyakit,seperti rheumatoid arthritis (RA) dan lupus, dapat menyebabkan nyeri kronis yang lebih parah pada wanita.
Cara Mengatasi Nyeri
Menurut dr. Patel, mengatasi nyeri membutuhkan pendekatan medis dan non-medis, seperti:
- Obat-obatan
Analgesik, obat antiinflamasi, dan terapi hormon dapat membantu mengurangi nyeri.
- Terapi Fisik
Latihan rutin dan terapi fisik dapat meningkatkan mobilitas serta mengurangi nyeri muskuloskeletal.
- Manajemen Stres
Teknik mindfulness, meditasi, dan terapi kognitif dapat membantu mengurangi dampak nyeri.
- Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan antiinflamasi seperti asam lemak omega-3, buah-buahan, dan sayuran dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan toleransi terhadap nyeri.
- Gaya Hidup Sehat
Menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, serta menghindari makanan olahan dapat membantu mengurangi risiko nyeri kronis.
Penelitian menunjukkan, bahwa wanita lebih sering mengalami nyeri ketimbang pria, terutama karena perubahan hormon yang terjadi sepanjang hidup.
Nyeri sementara bersifat tidak berbahaya, tetapi nyeri kronis sebaiknya tidak diabaikan dan memerlukan konsultasi dengan tenaga medis.
Melakukan gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, serta manajemen stres dapat membantu mengurangi risiko nyeri dan meningkatkan kualitas hidup wanita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Onlymyhealth.com