Ilustrasi kelopak mata kedutan. (Pexels/Ismael Sanchez)
INDOZONE.ID – Kamu pernah mengalami kelopak mata yang tiba-tiba berkedut tanpa sebab yang jelas? Kondisi ini dikenal dengan istilah medis myokymia, yaitu kedutan atau gerakan tak terkendali pada kelopak mata.
Kondisi ini umumnya terjadi di satu sisi mata, terutama bagian bawah. Meski kerap dianggap sepele, kondisi tersebut bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan tertentu.
Dikutip dari American Optometric Association, Myokymia merupakan kedutan kelopak mata yang terjadi secara tidak sadar, dan tidak disebabkan oleh penyakit atau kelainan patologis.
Umumnya, kedutan ini hanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Lalu, akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Baca juga: Waspadai Degenerasi Makula: Penyebab Utama Gangguan Penglihatan pada Lansia
Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya myokymia antara lain:
Ilustrasi seseorang alami kelopak mata kedutan. (freepik)
Gejala utama myokymia adalah kedutan yang terjadi pada salah satu kelopak mata, biasanya bagian bawah. Kedutan ini tidak dapat dikendalikan dan bisa terasa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika kedutan tidak kunjung hilang dalam beberapa hari, meskipun stres telah berkurang dan pola tidur serta nutrisi telah diperbaiki, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata.
Segera temui dokter, apabila mata kamu tiba-tiba tertutup sepenuhnya, dan tidak dapat dibuka kembali. Kondisi ini bisa menandakan blefarospasme, yang dalam beberapa kasus langka, dapat disebabkan oleh gangguan neurologis seperti myasthenia gravis.
Baca juga: Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan
Kebanyakan kasus myokymia tidak memerlukan pengobatan khusus, dan akan membaik dengan perawatan diri yang baik.
Namun, jika terjadi blefarospasme yang tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan merekomendasikan suntikan botox atau prosedur medis lainnya, untuk mengurangi gangguan dalam aktivitas sehari-hari.
Menjaga gaya hidup sehat dengan stres minimal, nutrisi seimbang, dan olahraga teratur merupakan langkah pencegahan terbaik, untuk menghindari myokymia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association