Ilustrasi mata kering (freepik.com)
INDOZONE.ID - Banyak pasien gak sadar kalau mata kering bisa jadi gejala penyakit serius. Wajib kamu tahu, mata kering itu jadi satu alarm penyakit autoimun loh.
Dijelaskan Dokter Penyakit Dalam, JEC Eye Hospitals and Clinics DR. Dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD-KEMD, mata kering jadi pintu masuk bagi penyakit lain, contohnya hipertiroid, diabetes atau hormonal. Alih-alih mata kering sangat dekat dengan penyakit autoimun yang jadi warning tubuhmu.
“Autoimun menyerang kekebalan tubuh berkurang dan menyerang ke organ atau sel tubuhnya sendiri, yang paling dekat dengan mata kering itu lupus, rheumatoid arthritis dan sjorgen syndrome ini sistemik dan beberapa organ bisa kena,” ungkap dr Aswin dalam acara Dry Eye Awareness Month, Mata Kering: Alarm Autoimun? di JEC Kedoya.
Kesehatan mata penting untuk kualitas hidup sehari-hari. Kalau mengerjakan apapun pasti menggunakan mata dan makanya harus dijaga.
“Mata kering sayangnya terabaikan dan lama-lama numpuk. Setelah periksa ke dokter itu malah jadi autoimun,” imbuhnya.
Baca juga: Kalau Pakai Masker Gak Benar Bisa Bikin Mata Kering, Begini Cara Atasinya
Kata dr Aswin, komplikasi mata kering mata ada beragam. Mata sering dikucek, kering, gak nyaman, mengganggu pekerjaan, gak optimal, hingga bisa ganggu penampilan.
“Mata kering jadi pintu masuk jadi hipertiroid dan ada obat-obatan yang dipakai misal kanker, obat kemoterapi bisa bikin bisa bikin mata kering,” tuturnya.
Ditambah dengan gejala cemas dan emosi, gangguan penyesuaian sampai ke masalah pembiayaan. Intinya ganggu pekerjaan dan produktivitas terganggu itu jangan disepelekan.
Baca juga: Memahami Mata Kering: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi kelopak mata kering (Pexels/Fotografierende)
Mata kering suatu sindrom atau kumpulan gejala yang terjadi ketika produksi air mata enggak cukup atau air mata cepat menguap. Lapisan air mata kering, mata terasa panas, berair, mata mengganjal, berpasir, merah dan mata buram.
Penyebabnya sangat beragam tapi yang utama dipengaruhi karena lingkungan. Apa aja?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan