Ilustrasi seseorang mengalami keratitis, atau peradangan kornea mata. (photo/istock/Tharakorn)
INDOZONE.ID - Buat sebagian orang, gangguan pada mata yang disebut keratitis, mungkin belum banyak diketahui. Namun keratitis merupakan kondisi peradangan pada kornea mata, yang dapat disebabkan oleh infeksi maupun noninfeksi.
Jika tidak segera ditangani, keratitis dapat menimbulkan komplikasi serius hingga berisiko merusak penglihatan secara permanen.
Dikutip dari American Optometric Association, keratitis terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan gangguan mata lainnya, seperti konjungtivitis (mata merah).
Baca juga: Hati-hati! Kopi Instan Dianggap Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan hingga Tujuh Kali Lipat
Adapun beberapa gejala umum dari keratitis antara lain:
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter mata.
Penggunaan lensa kontak menjadi salah satu faktor risiko utama, baik pada keratitis infeksius maupun noninfeksius, terutama jika digunakan saat tidur atau tidak dibersihkan dengan benar.
Faktor lainnya meliputi:
Ilustrasi seseorang tengah periksa mata. (Dok. Optik Tunggal)
Keratitis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan oleh dokter optometri atau dokter mata. Biasanya, pemeriksaan tersebut mencakup:
Baca juga: Floaters dan Bintik Hitam pada Penglihatan: Haruskah Diwaspadai?
Pengobatan keratitis tergantung pada penyebabnya. Misal:
Pencegahan keratitis sangat penting, terutama bagi pengguna lensa kontak. Berikut langkah-langkah yang disarankan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association