Kamis, 23 JULI 2026 • 17:00 WIB

Salut! Li Meizhen Capai Garis Finis Meski Menstruasi di Tengah Maraton

Author

Li Meizhen capai garis finis meski mentruasi di tengah maraton (Instagram/femalequotient)

INDOZONE.ID - Menstruasi masih sering dianggap sebagai penghalang bagi perempuan untuk berolahraga. Tak sedikit perempuan memilih menghentikan aktivitas fisik karena khawatir kondisi tubuh akan memburuk atau merasa malu jika mengalami kebocoran saat beraktivitas.

Namun, stigma tersebut dipatahkan oleh pelari asal China, Li Meizhen.

Atlet berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah tetap menyelesaikan Hengshui Lake Marathon 2024 meski menstruasinya datang di tengah perlombaan. 

Momen tersebut terekam dalam foto dan video yang kemudian viral di media sosial karena memperlihatkan darah menstruasi mengalir di kedua kakinya.

Meski menghadapi situasi yang tidak mudah, Li memilih untuk terus berlari hingga garis finis.

Baca juga: Menstruasi Cuma 2 Hari, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Menstruasi Datang saat Lomba Hampir Selesai

Li mengungkapkan bahwa menstruasinya mulai ketika perlombaan hanya menyisakan sekitar 8 kilometer lagi. 

Saat itu, ia memilih untuk tidak mengundurkan diri karena sedang mengejar catatan waktu yang dibutuhkan untuk lolos ke kejuaraan berikutnya.

"Aku harus tetap menyelesaikannya. Kalau berhenti, berarti aku harus mengikuti maraton lain lagi," ujar Li, seperti dikutip dari video di akun Instagram @femalequotient, Kamis (23/7/2026).

Keputusan tersebut membuahkan hasil. Li berhasil menyelesaikan maraton sejauh 42,195 kilometer dengan waktu 2 jam 35 menit 7 detik, sebuah catatan yang juga tercatat dalam hasil resmi Hengshui Lake Marathon.

Patahkan Stigma Menstruasi dalam Olahraga

Di balik pencapaiannya, aksi Li memicu diskusi yang lebih luas mengenai stigma menstruasi, terutama dalam dunia olahraga.

Selama ini, masih banyak anggapan bahwa perempuan tidak seharusnya berolahraga saat sedang menstruasi. 

Padahal, para ahli menyebut menstruasi merupakan proses biologis yang normal dan tidak selalu menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas fisik.

Menurut organisasi kesehatan perempuan dan berbagai panduan kedokteran olahraga, olahraga ringan hingga intensitas sedang justru dapat membantu sebagian perempuan mengurangi keluhan menstruasi, seperti kram, suasana hati yang berubah, atau rasa tidak nyaman. 

Meski demikian, kemampuan setiap orang berbeda sehingga penting untuk menyesuaikan intensitas latihan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Artinya, perempuan tetap dapat berolahraga selama menstruasi apabila merasa cukup nyaman dan tidak mengalami keluhan yang berat.

Baca juga: Warna Darah Menstruasi Bisa Berbeda, Mana yang Masih Normal?

Bukan tentang Nahan Sakit, tapi Pilihan

Aksi Li bukan berarti semua perempuan harus memaksakan diri berolahraga saat menstruasi.

Sebaliknya, kisahnya menunjukkan bahwa menstruasi bukan sesuatu yang memalukan atau harus disembunyikan. 

Setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang tetap mampu beraktivitas seperti biasa, ada pula yang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Yang terpenting adalah mendengarkan kondisi tubuh sendiri dan tidak merasa minder hanya karena sedang mengalami menstruasi.

Melalui keberaniannya menyelesaikan maraton, Li Meizhen tidak hanya menunjukkan mental seorang atlet, tetapi juga membantu membuka percakapan bahwa menstruasi adalah hal yang normal. 

Di dunia olahraga maupun kehidupan sehari-hari, perempuan tidak seharusnya dibatasi oleh stigma terhadap siklus alami tubuh mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/femalequotient

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU